Daging Ulama Beracun

Daging Ulama BeracunLuhumul Ulama’ Masmuumah (daging ulama itu beracun) kalimat ini cukup populer di kalangan penuntut ilmu.  Ini bukan hadits dari Nabi, kalimat ini disampaikan Ibnu Asyakir untuk membela Imam Hasan Al-Asy’ari sekaligus memberikan nasehat kepada umat Islam agar menghormati ulama dan tidak mencela dan mengghibahnya.

Ghibah adalah perkara yang menjijikkan. Sehingga dalam al Qur’an diistilahkan dengan memakan daging bangkai.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Dan janganlah kalian saling menggibah. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

Bila mengghibah sesama muslim ‘hanya’ seperti memakan daging busuk yang mengandung kuman penyakit.

Mengghibah ulama dengan membicarakan aib dan kekurangannya diistilahkan dengan memakan daging beracun.

‘Racun’ itu adalah penjagaan Allah kepada para kekasihnya. Dan ancaman musibah seperti memakan racun bagi yang melanggar penjagaan itu. Racun berujung kematian/fatal akibatnya.

Karena itu hati-hati merendahkan mereka. Apalagi sampai menghina, mengghibah atau merubuhkan kehormatan mereka.

Pelajaran dari orang-orang dahulu, mereka binasa lantaran terlalu lancang terhadap orang-orang yang memegang warisan Nabi Saw tersebut.

Al-Hafidz Ibnu Asakir dalam “Tabyin Kadzib Al-Muftari” hlm. 29 berkata:

” واعْلَمْ يَا أخِي، أَنَّ لُحُومَ العُلَماءِ مَسْمُومَةٌ، وَعَادةُ اللهِ في هَتْكِ أسْتَارِ مُنْتَقِصِيهِمْ مَعْلُومَةٌ، لأنَّ الوَقِيعَةَ فِيهِمْ بِمَا هُمْ مِنْهُ بَرَاءٌ أمْرُهُ عَظِيم ٌ، والتَّناوُلُ لأعْراضِهِم بالزُّورِ والافْتِراءِ مَرْتَعٌ وَخيمٌ ، والاختِلاقُ عَلَى من اخْتارهُ اللهُ مِنْهُم لِنَعْشِ العِلْمِ خُلُقٌ ذَمِيمٌ “.

“Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya daging para ulama itu beracun (menggunjingnya adalah dosa besar), dan kebiasaan Allah dalam menyingkap kedok para pencela mereka (ulama) telah diketahui bersama. Karena mencela mereka dengan sesuatu yang tidak ada pada mereka, merupakan petaka besar, dan melecehkan kehormatan mereka dengan cara dusta dan mengada-ada merupakan kebiasaan buruk, dan menentang mereka yang telah Allah pilih untuk menebarkan ilmu, merupakan perangai tercela”.

Di tempat yang lain beliau menyebutkan ancaman kematian buruk bagi orang yang menghina ulama.

لا أعلم رجلا وقع في لحوم العلماء، إلا وابتلاه الله بسوء الخاتمة، فإن لحوم العلماء مسمومة.

‘Tidaklah saya tahu seseorang yang menghina ulama kecuali akan mati dalam keadaan su’ul khātimah karena sesungguhnya ‘daging ulama itu beracun’.

Ghibah/merendahkan bahkan mengkriminalkan ulama lebih berbahaya daripada yang lain, karena sama saja dengan merendahkan syariat dan ilmu yang mereka pelajari, masyarakat akhirnya tidak akan mau mendengar mereka.

Merendahkan atau mengghibah seseorang hanya akan merugikan pribadi yang dighibahi. Namun jika ulama direndahkan, sama dengan menghancurkan Islam karena ulama adalah pembawa bendera Islam, jika benderanya jatuh, hancurlah Islam.

Jika syariat sudah direndahkan dan ulama sudah tidak didengar lagi, maka yang menjadi rujukan manusia nantinya syetan dan kroco kroconya.

Maka seorang muslim harus mampu menjaga lisannya dari ghibah, berkata kotor dan mengatakan hanya yang bermanfaat saja. Sebagaimana sabda Nabi saw: “Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam”. 

Seorang muslim harus berusaha memerangi hawa nafsu dan menahan diri dari ghibah dan dosa yang lain. Takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya adalah salah satu jalan menahan nafsu, Nabi bersabda: “Jihad yang paling utama adalah melawan hawa nafsu untuk mentaati perintah Allah” (Al-Hadits).

Ghibah menjadi dosa besar yan diibaratkan Nabi bisa merubah air laut, sebagaimana hadits Nabi kepada Aisyah dalam video pendek yang kami buat berikut ini.[]

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

One comment

  1. allah swt adalah tuhan palsu yang ngak tahu nama perempuan pertama dan ngak tahu umur adam.
    tunjukan dalilnya kalau allah swt tahu, kalau ngak tahu bukanTuhan karna Tuhan maha tahu.

    Surat Al-Jasiyah Ayat 16
    ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺁﺗَﻴْﻨَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﺤُﻜْﻢَ ﻭَﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓَ ﻭَﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﻓَﻀَّﻠْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
    Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).
    Bani Israil diberikan kekuasaan dan kenabian.
    Tunjukan dalilnya kalau allah swt berkata bangsa arab diberikan kekuasaan dan kenabian ?
    Para nabi asli bani Israil, Tuhanya dalam bahasa Ibrani YHVH, tidak ada allah dalam Taurat Ibrani karna allah bukan Tuhan.

    Surat Maryam Ayat 17
    ﻓَﺎﺗَّﺨَﺬَﺕْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻬِﻢْ ﺣِﺠَﺎﺑًﺎ ﻓَﺄَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺭُﻭﺣَﻨَﺎ ﻓَﺘَﻤَﺜَّﻞَ ﻟَﻬَﺎ ﺑَﺸَﺮًﺍ ﺳَﻮِﻳًّﺎ
    maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

    Jibril cuma satu menjadi manusia.
    Tuhan kristen cuma satu menjadi manusia.
    Tuhan menjadi manusia yaitu Yesus.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *