Dukung Pembangunan Masjid Nurul Huda di Dusun Prampelan, Lereng Gunung Sumbing

Saya Jumal Ahmad, lahir di dusun Prampelan, desa Adipuro. Saya ingin membantu pembangunan masjid di desa kami yang tertunda bertahun tahun karena kekurangan dana. Semoga informasi dan dokumentasi yang insya Allah akan terus di update, dapat menggugah para muhsinin membantu menyelesaikan pembangunan Masjid Nurul Huda di lereng Gunung Sumbing yg beralamat di dusun Prampelan Desa Adipura, Kec.Kaliangkrik, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Masjid Nurul Huda sudah berdiri lebih dari 20 tahun yang lalu di atas hamparan tanah seluas 320 m2 yang dibangun dari swadaya masyarakat. Selama kurun waktu itu, kamu mencoba bertahan dengan keterbatasan anggaran untuk melakukan penambahan di berbagai sisi untuk mengakomodasi pertumbuhan jamaah yang signifikan dan bertambahnya aktivitas masjid dan pendidikan yang ada.

Karena keterbatasan tempat, ibadah Shalat Jumat tidak muat bahkan sering terkena air hujan. Sehingga 4 tahun yang lalu, kami putuskan untuk merenovasi seluruh masjid agar mampu menampung kegiatan ibadah maupun kegiatan pendidikan dengan tempat yang nyaman dan luas. Selama pembangunan masjid berlangsung, shalat Jumat dipindahkan ke mushola Fathul Hidayah dan aula TPQ Nurus Salam.

Sampai sekarang, renovasi pembangunan masjid terus berjalan dengan sumber dana dari swadaya masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani. Melihat progres pembangunan yang lambat, panitia pembangunan berinisiatif mencari para donatur akan tetapi dana yang dibutuhkan belum mencukupi bahkan aktivitas pembangunan diberhentikan karena dana belum terkumpul.

Kami masih mencari dan membutuhkan pada dermawan untuk menjadi donatur dan menabung amal pahala di akhirat, jika sudah ada para dermawan yang membantu, pembangunan renovasi masjid bisa dimulai lagi dan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman dan penuh kekhusyuan.

Sebelumnya sudah ada rekan kami dari panitia pembangunan yang mencari fundrashing lewat kitabisa.com, namun dari total kebutuhan yaitu Rp 2.489.000.000, baru terkumpul Rp. 392.377.

Maka panitia membuat proposal dan flyer pembangunan dan wakaf sak semen untuk dibagikan kepada para donatur via WAG atau sosial media, dengan cara ini semoga informasi pembangunan dapat tersebar lebih luas.

Share WAG

Mari Bantu wakaf pembangunan Masjid Nurul Huda Tahap 2 di Lereng Gunung Sumbing

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan lewatkan kesempatan terbaik ini, Anda bisa berwakaf dari harta terbaik yang Anda miliki untuk pembangunan masjid Nurul Huda yang terletak di Dusun Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Pembangunan masjid tahap 2 membutuhkan wakaf 1.284 sak semen dengan harga Rp.52.500 persak.

Rekening Wakaf Pembangunan Masjid Nurul Huda: BRI 6772 01 022035 539 a.n Pembangunan Masjid Nurul Huda

Semoga dari keihlasan berwakaf , berpahala besar bukan hanya mengalir ketika Anda masih hidup, tetapi pahalanya juga tetap mengalir terus, meskipun Anda telah meninggal dunia, hingga istana disurgapun menjadi milik Anda. Aamiin

Konfirmasi Donasi
0823-2857-0477 (Rahmad Syafii)
0813-2937-8790 (Ust. Asykari)
0821-3705-6584 (Ust. Hasan. A.M)

Informasi:
0857-1964-7457 (Ust. Jumal Ahmad) (WA)

Flyer Pembangunan Masjid (Update 10 Desember 2021)

Flyer pembangunan masjid (update 10 Desember 2021)

Flyer Wakaf Sak Semen

Wakaf Sak Semen Pembangunan Masjid Nurul Huda

Semoga informasi di blog sederhana ini bisa bermanfaat dan menggugah para muhsinin dan pembaca untuk berkontribusi dalam amal jariyah membangun rumah Allah SWT di lereng gunugn Sumbing.

Profil Dusun Prampelan, Desa Adipuro

Profil Desa Adipuro dibuat oleh KKN PMD STAIA Syubbanul Wathan, Tempuran

Lokasi Masjid Nurul Huda

Masjid Nurul Huda terletak di dusun Prampelan, desa Adipuro, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah. Titik koordinat di Google Map bisa anda lihat di tautan ini.

Terima kasih

Jumal Ahmad | ahmadbinhanbal.com

Tinggalkan komentar