Fakta Tentang Muslim dan Piala Dunia

Momen hari raya idul fitri nyaris bertepatan dengan dimulainya hajatan akbar piala dunia di Rusia, terkait itu, berikut beberapa fakta muslim dan piala dunia yang layak anda tahu.

  1. Kali kedua piala dunia berdekatan dengan Ramadan yang sebelumnya di tahun 1986. Banyak pemain muslim merumput di lapangan dalam keadaan puasa dan merayakan Idulfitri di Rusia.
  2. Ada 7 negara muslim yang ikut serta yaitu Nigeria, Mesir, Maroko, Tunisia, Senegal, Iran, Saudi Arabia.
  3. 15 negara muslim pernah ikut serta dalam 15 piala dunia dari 21 piala dunia antara lain: Mesir, Indonesia (Hindia Belanda), Turki, Maroko, Tunisia, Iran, Aljazair, Kuwait, Iraq, UEA, Saudi Arabia, Senegal, Nigeria, Bosnia, Herzegovina.
  4. Mesir menjadi negara pertama yang ikut serta piala dunia yang masuk pada tahun 1934 M. Mesir menghadapi Hongaria dan kalah 4-2.
  5. Indonesia pernah ikut serta di piala dunia tahun 1938 M di Perancis dengan membawa nama Hindia Belanda, menghadapi Hongaria dan kalah 6-0.
  6. Goal pertama oleh muslim di piala dunia berasal dari pemain Mesir, Abdulrahman Fawzi waktu melawan Hongaria tahun 1934 M.
  7. Negara muslim yang pertama kali menang piala dunia adalah Turki ketika menghadapi Korea Selatan dengan skor 7-0 tahun 1954 di Switzerland.
  8. Goal terbaik dibuat oleh Saeed al-Owairan dari Saudi Arabia ketika menghadapi Belgia dengan skor 1-0. NYT menyebut goalnya mirip Pele.
  9. Zinedine Yazid Zidane dari Prancis disebut sebagai pemain terbaik dari FIFA pada piala dunia 2006 di Jerman dan Paul Pogba dari Perancis disebut pemain muda terbaik.

Fakta menarik di atas jangan membuat terlena, karena ada fakta buruk piala dunia yang berhubungan dengan Islam yaitu:

1. Serangan Globalisasi

Hajatan akbar ini tidak semata-mata urusan pertandingan antar finalis World Cup 2018. Dalam buku Sepak Bola, Pesona Sihir Permainan Global, Richard Giulianatti menyebut sepak bola telah menjadi mesin-mesin kebudayaan massa dan bagian dari budaya pop global.

Amerika yang dahulu membenci bola tidal bisa mengelak globalisasi piala dunia bahkan ikut serta di dalamnya. Umat Islam pun sedikit demi sedikit ikut dalam arus ini dan membuat perilaku mereka tidak terkontrol seperti tulisan saya tentang Deman Sepak Bola.

2. Pembantaian Bosnia

Pembantaian di Bosnia oleh Arkan, pemilik klub sepak bola Obilic. Melalui milisinya, Tigers, yang diantaranya terdiri dari suporter sepak bola, tangan Arkan berlumuran darah orang-orang Islam.

Pembunuh bayaran Presiden Slobodan Milosevic ini berkontribusi signifikan pada perkembangan sepak bola di Serbia. Di bawah Arkan, klub Obilic mudah menjadi juara karena pemain lawan di bawah bayang-bayang ancaman jika menyarangkan bola ke gawang Obilic.

3. Sepak Bola Perempuan di Iran

Di negeri para mullah, sepak bola awalnya menjadi olah raga ‘haram’ bagi perempuan. Namun lolosnya Iran ke Piala Dunia 1998 menjadi momentum “revolusi bola”. Rezim yang berkuasa tak kuasa melarang kaum perempuan merayakannya di stadion Azadi. Selanjutnya, efek sepak bola tak terbendung dalam kehidupan rakyat Iran.

Mufti Menk dan Piala Dunia

Video dari Mufti Menk saya sarankan untuk disimak oleh para pecinta bola. Mufti Menk mengilustrasikan piala dunia dengan kehidupan. Jika piala dunia tujuannya adalah gol dan menciptakan gol gol yang lain. Maka goal kehidupan adalah kematian yang baik atau husnul khatimah dengan mengumpulkan goal goal. Dan real cup adalah cup for jannah.

Piala akhirat lebih bergengsi dibandingkan dengan piala dunia versi mana pun juga. Bila piala dunia hanya diperebutkan dalam kompetisi sebulan penuh, piala akhirat diperjuangkan seumur hidup penuh.

Piala akhirat boleh diikuti oleh siapa pun juga. Semua berderajat sama dalam kompetisi, tak ada perbedaan ras, suku dan golongan. Yang membedakan hanyalah takwa sebagai satu-satunya faktor untuk merebut piala akhirat ini. Lagipula pemenang piala ini bukan Cuma satu, tapi banyak. Semakin banyak yang memperoleh piala akhirat maka akan semakin baik kompetisinya. Tidak ada saling jegal, tendang dan sikut. Yang ada hanyalah saling tolong menolong dalam kebaikan dan kesabaran. Sesama peserta saling menunjang agar peserta lain sama-sama menjadi pemenang dan peraih piala akhirat.

Simak firman Allah berikut.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga Firdaus menjadi tempat tinggal” (Qs. Al-Kahfi107).

“(Yakni) surga ‘Adn yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, di dalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keadaan) bersih (saat di dunianya dari berbagai dosa)” (Qs. Thaha 76).

Dalam Al Qur’an surat Al-Hajj ayat 56 Allah SWT  menegaskan:  “Maka orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan”.

Firman-nya lagi dalam surat Luqman ayat 8:

“Sesungguhnya orang -orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan”.

Rugi sekali mereka yang tak menginginkan piala akhirat ini. Nonton dan mengikuti berita piala dunia boleh saja, tapi jangan sampai lupa ikutan sebagai peserta dalam kompetisi piala akhirat. Kamu mau ikut? So, ayo persiapkan diri sekarang juga.

Sumber:

Memahami Dunia Lewat Sepak Bola oleh Franklin Foer

Website: aboutislam

2 pemikiran pada “Fakta Tentang Muslim dan Piala Dunia”

Tinggalkan komentar