Ke Hulu Sungai Dusun Buttui

Hari Rabu bertepatan dengan 13 Januari 2021, saya dan dua orang dai Dusun Buttui yaitu Wandi dan Fikri beserta 5 anak kecil Buttui yang kuat-kuat kakinya, berjalan ke hulu dusun Buttui untuk silaturahmi ke kediaman Aman Sasali dan Aman Manja.

Aman Sasali adalah mantan ketua muallaf di Buttui yang sekarang sudah diganti Aman Naro sedang Aman Manja sering diberi amanah mengantar orang atau membawa barang APB dari Buttui-Muara dan sebaliknya.

Kami start dari Kawasan Bakti Bangsa jam 7 pagi. Jalan yang kami lewati adalah sungai yang jernih, bersih dan jalan yang berlumpur.

Sungai jernih di Buttui

Kami menyeberangi sungai yang jernih seperti di atas, sama sekali tidak ada air kotor dan air keruh. Bagi penduduk asli Mentawai, air itu sakral, air itu sumber hidup, air dibutuhkan untuk hidup, tanah tak bisa ditanami bila tak ada air. Karena itu, orang Mentawai tak mau mengotori air, tabu hukumnya buang air besar di sungai.

Jalanan berlumpur

Seperti di atas salah satu jalan berlumpur yang kami lewati, saya harus pakai sepatu boat untuk lewat jalan ini, sementara anak-anak Buttui dan Ust. Wandi di foto di atas tidak pakai alas sama sekali, bahkan anak Buttui bisa lari di atas jalanan berlumpur.

Kami sampai ke tempat tujuan yaitu Uma milik Aman Sasali sekitar jam 8-an, sampai disana kami bercakap-cakap, Aman memberikan makanan sagu untuk kami dan kami memberikan makanan kue-kue kecil dan permen untuk dimakan bersama.

Makanan Sagu yang diberikan keluarga Aman
Makanan kecil untuk dimakan bersama-sama

Pedalaman Mentawai memiliki solidaritas yang tinggi, mereka terbiasa berbagi kepada yang lain, kue kecil di atas dimakan bersama-sama dari yang tua sampai yang kecil.

Sekian sharing kali ini di Dusun Buttui, Pedalaman Mentawai.

Bersama Aman Sasali
Salah satu jalan di hulu Buttui

Tinggalkan komentar