Kenangan Bersama Dr. Ahmad Zain An-Najah

Salah satu kebiasaan para ulama adalah menulis biografi guru-guru mereka, saya juga ingin menulis biografi salah satu guru saya yang telah banyak merubah pola pikir dan pandangan hidup saya, beliau adalah Dr. Ahmad Zain An-Najah.

Pertama kali bertemu dengan beliau ketika ada pshicotest di Pesantren Tinggi Al-Islam, saya merasa heran karena rupanya direktur al-Islam ini bertubuh pendek, jauh dari perkiraan saya awalnya. Dan saya bertambah heran lagi setelah lebih banyak mengenal kedalaman dan luasnya ilmu beliau.

Semasa kuliah saya menganggap beliau sebagai motivator, terkadang beliau bercerita di kelas tentang pengalamannya berjuang menuntut ilmu di Universitas Islam tertua di dunia, Al-Azhar, atau membacakan dan membahas artikel motivasi dari internet lewat laptopnya.

Beliau juga orang yang kreatif, beliaulah orang kedua bagi saya setelah Bapak Romi Satrio Wahono yang memberi semangat kepada saya lewat tulisan-tulisannya untuk menjlentrehkan ilmu pengetahuan lewat aktifitas bloging. Ketika itu beliau mengharuskan setiap mahasiswa untuk membuat acount blog, baik blogspot atau wordpress, dan saya membuat blog wordpress ini yang alhamdulillah tetap saya kelola sampai sekarang.

Beliau juga orang yang nyentrik, contohnya saja dalam membuat karya tulis atau project paper, ia tikda setuju dengan model indonesia yang tidak komprehensif katanya, karya tulis indonesia intinya hanya ada di bab terakhir saja. Ia lebih suka model karya tulis arab yang meletakkan latar belakang dan sebagainya sebagai pendahuluan, dan bab pertama sudah masuk ke dalam isi pembahasan.

Bahasanya jelas, tidak membingungkan pendengar dengan perbedaan fiqih, dan humoris sehingga pendengarnya tidak merasa bosan dengan kuliahnya.

Saya punya pengalaman menjadi asisten beliau selama beberapa waktu selepas dari Al-Islam dan tinggal di rumahnya. Rumahnya sederhana namun di ruang tamunya berjejer tiga lemari besar berisi kitab-kitab Arab, beliau seorang pemberani karena beliau berani mengendaro mobil sendiri dan pergi mengisi taklim sendiri. Beliau pun termasuk orang tua yang baik dan memiliki perhatian besar terhadap pendidikan anak. []

Jumal Ahmad

2 pemikiran pada “Kenangan Bersama Dr. Ahmad Zain An-Najah”

Tinggalkan komentar