Kepribadian Seseorang tidak Akan Berkembang Melalui Tekanan

Kepribadian dan kematangan akal berpikir secara kritis dan analitis tidak datang begitu saja. Diperlukan kemampuan akal untuk menimbang suatu maklumat dan ilmu serta mengintegrasikannya dengan perlahan dan dijahit sulam memaknai sebuah ilmu yang dicapai.

Buya Hamka pernah mengatakan dalam salah satu karya bukunya berjudul ‘Membentuk Peribadi Unggul’ yaitu “Kepribadian seseorang tidak akan berkembang melalui tekanan”.

Jika perkataan Buya Hamka ini dibaca tanpa melihat makna yang tersirat, kita akan jadikan hujah untuk tidak menerima ujian dan tekanan dalam kehidupan. Sedangkan dalam Al-Quran surat Al-Mulk, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah merumuskan garis kehidupan manusia adalah ujian siapa yang paling baik amalnya.

Ujian dan tekanan yang datang dalam hidup bukan bermaksud melemahkan seperti jika kita memahami secara literal kata Buya Hamka ‘tidak berkembang’. Akan tetapi, ujian yang dimaksud oleh Buya Hamka adalah proses adaptasi diri terhadap ujian tersebut, baik sebagai tekanan atau loncatan untuk mengarungi hidup dengan lebih baik.

Dari sini kita fahami, jika ujian kita anggap sebagai tekanan, secara tidak langsung kita merendahkan potensi diri untuk mengeksplorasi lebih banyak mutiara ilmu yang akan didapat dalam kehidupan. Sebaliknya, jika ujian kita anggap sebagai batu loncatan, secara tidak langsung kita menilainya sebagai anugerah, ujian sebagai anugerah demi anugerah dan menjadikan diri berjiwa besar menghadapi ujian.

Ada keadaan yang membedakan antara orang yang punya keimanan kepada Allah dan orang yang tidak punya keimanan kepada-Nya. Orang beriman senantiasa merasa kurang dan memiliki batasan diri, maka dia selalu mengikat dirinya kepada kekuasaan Allah dalam menghadapi ujian.

Orang yang bersandar kepada Allah menyadari bahwa  Allah yang menilai kita bukan manusia, “kehidupan ini diatur oleh Allah bukan tunduk dengan aturan manusia” , maka harus memegang prinsip hidup yang tegar tetap berbuat kebaikan. Tidak kandas hanya karena omongan orang. Tidak melempem hanya karena kritikan orang iri hati. Tetap berbuat positif untuk memakmurkan bumi. 

Jumal Ahmad | ahmadbinhanbal.com

Tinggalkan komentar