Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas

Sumbangan atau donasi (dalam bahasa Inggris donation) merupakan pemberian umumnya berifat fisik dari perorangan atau badan hukum. Pemberian bersifat sukarela dengan tanpa imbalan bersifat keuntungan.

Sejak delapan tahun yang lalu, Yayasan Aksi Peduli Bangsa telah rutin mengirimkan bantuan pakaian layak pakai dan lainnya untuk masyarakat di pedalaman Mentawai. Pakaian ini dikirim untuk warga pedalaman yang susah mendapatkan pakaian, jarak ke pasar di kecamatan yang hanya dilewati dengan Kapal pompong dan harga di pasar yang mahal karena banyak barang di Mentawai diambil dari Padang. Pakaian diberikan ke semua orang di Pedalaman Mentawai, tidak melihat agama apakah Islam atau tidak, semuanya dapat pakaian.

Agar pakaian, buku dan lainnya tidak sia sia, bisa memanfaatkannya dengan memberikan pada orang lain. Bekas bagi kita, memang, tetapi Insya Allah bermanfaat bagi mereka. Pakaian dan buku akan menjadi teman baru bagi mereka. Selain itu, dengan menyumbang seperti ini berarti kita telah berinvestasi pada proyek akhirat sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti.

Saya pribadi ingin menyampaikan terima kasih kepada Jamaah Ustadz Arifin Jayadiningrat khususnya dan donatur pada umumnya yang sudah bersedia memberikan donasi Pakaian untuk Mentawai, semoga mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Hukum Memberikan Pakaian Bekas Layak Pakai

Secara umum, memberikan Pakaian layak pakai tidak hanya boleh, bahkan yang memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- kepada orang yang membutuhkannya adalah termasuk amalan kebaikan dan dia termasuk dari sebab meraih keberuntungan bagi pelakunya, Alloh Ta’ala berkata:

(وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩)

“Dan berbuatlah oleh kalian suatu kebaikan, semoga kalian beruntung”.

Adapun dalil menunjukan kebolehan memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- maka dia adalah hadits Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim.

أُهْدِيَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُلَّةُ سِيَرَاءَ ، فَبَعَثَ بِهَا إِلَيَّ فَلَبِسْتُهَا

“Dihadiahkan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pakaian sutra, lalu beliau kirimkan kepadaku, maka akupun memakainya”.

Dari ucapan Ali ini telah nampak bagi kita bahwa beliau telah mengenakan pakaian tersebut, setelah beliau kenakan maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengetahui, Ali berkata:

فَعَرَفْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِه ِ

“Maka aku mengetahui kemarahan wajahnya”.

Setelah itu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا ، إِنَّمَا بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُشَقِّقَهَا خُمُرًا بَيْنَ النِّسَاءِ

“Sesungguhnya aku tidak mengirim kepadamu supaya kamu memakainya, hanya saja aku kirimkan kepadamu sebagai pakaian dalam di antara para wanita”.

Hadits di atas juga mengajak kita untuk tidak berlebih lebihan dalam berpakaian seperti dengan memakai kain sutra. Bukan berarti Islam mengajak kepada kemiskinan, Islam menyuruh umatnya untuk bekerja, berusaha, berjihad yang semuanya menjauhkan diri dari bernikmat nikmat. Semoga amalan kita berupa donasi pakaian yang diberikan kepada saudara yang lebih membutuhkan diterima Allah SWT dan menjadi cadangan pahala di akhirat nanti.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman terkait pembagian pakaian layak pakai di lokasi bencana yaitu Banjir di Lebak, Banten pada tahun 2020 yang lalu dan Gempa Cianjur yang terjadi di bulan November 2022.

Pakaian Bekas di Banjir Lebak, Banten

Pada tanggal 11 Januari yang lalu, saya bersama teman-teman dari Aksi Peduli Bangsa dan Rumah Cinta Quran Bintaro berkunjung ke tempat terdampak banjir di Lebak Banten yang berdekatan dengan daerah Bogor atau lebih mudahnya di daerah setelah Pesantren Latansa.

Perjalanan ke tempat tujuan tidak terlalu susah dilalui mobil, dan kami bisa melihat di daerah pinggiran Sungai banyak rumah yang hancur terbawa Sungai, adapun dibagian tepi jalan, banyak jalan tertutup longsor tanah.

Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas
Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas

Kami kesana hanya membawa sedikit pakaian layak pakai yang sudah disortir sebelumnya. Lebih banyak membawa bahan makanan seperti beras, minyak, telor, susu dan bahan lainnya. Rumah Cinta Quran Bintaro membawa 200 box nasi kotak yang dibagikan kepada pengungsi dan relawan yang kami temukan disana.

Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas

Pemandangan miris saya temukan di daerah yang banyak menjadi posko bencana banjir, pakaian menjadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. Pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan.

Saya temukan, pakaian perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga bertumpuk-tumpuk dan dibiarkan saja di posko.

Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas

Hasil obrolan kami dengan relawan di tempat. Memang yang dibutuhkan adalah bahan pokok makanan seperti beras, ikan asin dan lilin untuk cahaya mereka di malam hari. Menurut saya, lilin ini sering diabaikan para donatur padahal akibat banjir dan longsor banyak tower listrik dan kabel yang terkena longsor.

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. Semoga kita selalu ingat bahwa lokasi bencana bukan tempat Buang pakaian bekas.

Pakaian Bekas di Gempa Cianjur

Pada kegiatan Aksi Peduli Bangsa di Gempa Cianjur, saya tidak mengikuti langsung karena APB mempunyai team yang memang tinggal di daerah Cianjur, namun berita-berita dari relawan APB terus update.

Di antaranya adalah banyaknya orang-orang yang memberi pakaian bekas tidak dipilah dan dipilih, seenaknya memberikan pakaian yang sudah tidak layak dipakai, ibarat buang pakaian ke lokasi bencana.

Seperti terlihat di video ini.

Adapun Aksi Peduli Bangsa telah membuat posko bencana gempa dan menyeleksi donasi pakaian layak pakai kemudian merapikannya sebelum diberikan kepada masyarakat terdampak gempat. Laporan kegiatan penyaluran bantuan dan donasi APB bica dicek di IG @aksipedulibangsa.

Terbit Januari 2020, diupdate pada November 2022

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

3 Comments

  1. Harusnya, perlu ada keterangan tambahan dari pihak panitia tentang kriteria pakaian bekas. Bukan yang sobek, bukan yang sangat lusuh, bukan yang sudah rusak kancing dan risletingnya. Malah kalau bisa sudah dicuci terlebih dahulu, disetrika, dimasukkan plastik seperti baru. Para korban adalah orang teraniaya, kan doanya makbul. Jangan sampai kita menganiaya mereka dengan memberi barang bekas yang jelek…:'(

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *