Mudik VS I’tikaf

Seperti yang sebelumnya saya tulis, mungkin ini terakhir saya mudik akhir Ramadhan dengan beberapa alasan yang pernah saya sebutkan. Dan jujur, saya iri sekali dengan mereka yang bisa merampungkan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan, kapan ya saya bisa sampai full i’tikaf 10 hari Ramadahn, yup…kalau azam sudah tertanam insya Allah selalu akan ada jalan ke sana.

Ketika tersisa 3 hari untuk menyelesaikan i’tikaf di Masjid As-Salam kementrian PU, terpaksa harus berhenti karena mudik, ini pun karena permintaan orang tua di rumah, kata salah seorang ustadz “jika memang mudik itu membuat orang tua mu bahagia, maka mudiklah”. Nanti saya mau sampaikan ke orang tua, dengan alasan i’tikaf dan sengsaranya mudik, saya mau izin kalau tahun depan mudik lebaran ke 2 atau 3 saja.

Ada beberapa pilihan ketika mudik dan i’tikaf datang.

  • Jika aktivitas rutin sudah beres sebelum hari H-10, maka mudik saja dan lanjutkan i’tikaf di dekat rumah. Ini pernah saya lakukan ketika masij SMA di Cirebon, jadwal pulang di pertengahan Ramadhan,maka itikaf bisa dilakukan di rumah.
  • Jika suasana i’tikaf lebih kondusif, sebaiknya pulang atau mudik habis lebaran. Ini opsi yang mulai saya ambil tahun depan
  • Jika aktivitas rutin harus tetap dikerjakan (kerja atau kuliah), mudik gak bisa, itikaf bolong-bolong. Ini yang agak buruk ya..

I’tikaf…ini buat bekal saya, gak ada yang tahu jika tahun depan masih bertemu Ramadhan, jika bersua kembali wahai Ramadhan, akan saya manfaatkan dan optimalkana lagi. Semoga diberi umur panjang, amiin.

Doa Rasulullah menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan :

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

“Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi”

Ya Rahman, terimalah  seluruh amal ibadah kami  di Bulan Ramadhan ini

Ya Wasi’al Magfirah wal afwu.. ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami dan dosa orang-orang yang kami cintai dan sayangi karena Allah.

Ya Mujiibu adduaa, kabulkanlah seluruh doa-doa kami.

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *