Pengalaman Wisuda Online SPs UIN Jakarta

Hari ini saya mengikuti wisuda UIN Jakarta yang dilaksanakan secara daring. Proses terakhir dari rangkaian belajar saya selama di program pasca UIN Jakarta.

Wisuda online UIN Jakarta ke -118 kali ini tidak ada riuh sorak sorai wisudawan dan orang tua yang menemani proses wisuda seperti yang dirasakan ketika wisuda sarjana S1 dahulu. Walau demikian, rasa terima kasih saya sampaikan sedalam dalamnya kepada kedua orang tua yang selalu mendukung langkah sampai tahap ini.

Wisuda ini menjadi monumental karena semua mahasiswa yang lulus setelah Desember 2020 akan memiliki PIN (Penomoran Ijazah Nasinal) dengan syarat mahasiswa harus wisuda dalam batas studi tidak boleh diluar studi, IPK dll ada persyaratan tertentu, tidak boleh promosi terus wisuda diundur-undur karena ada batasnya

PIN merupakan proses penomoran ijazah dengan menggunakan sistem untuk menghasilkan nomor ijazah yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti dan berlaku secara nasional. PIN juga langsung terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), untuk mekanismenya, begitu mahasiswa selesai kuliah langsung dikasih PIN. Jadi begitu PIN dibuka, secara otomatis nomor ijazah masuk pada PDPT.

Nomor yang diterbitkan tersebut disebut dengan Nomor Ijazah Nasional yang terdiri dari 15 digit angka berupa 5 digit kode program studi, 4 digit tahun lulus, dan 5 digit nomor urut serta 1 digit untuk Check Digit, ijazah yang dikeluarkan oleh aplikasi PIN. Surat edaran kemenristek dikti bisa dibaca di tautan ini.

Hari Kamis kemarin saya mengikuti prosesi Gladi resik secara online, beberapa poin dari panitia penyelenggara dalam prosesi wisuda di antaranya:

  • ‌Registrasi mulai Pukul 06 pagi.
  • Registrasi dengan menggunakan kode fakultas dan nama.
  • ‌Duduk dengan tertib dan rapi menghadap kamera.
  • ‌Mengikuti rangkaian acara sejak awal sampai akhir.
  • ‌Didampingi keluarga atau wali dengan pakaian rapi dan sopan.
  • ‌Tempat tidak gaduh.
  • ‌Warna background putih atau yang cerah, hindari wisuda dengan bc yang tidak layak.
  • ‌wajib berdiri ketika Indo merdeka, nyanyidan himne.
  • ‌cara duduk jg terlalu ke depan atau ke belakang.
  • ‌pemindahan kuncir, setelah pelantikan setelah selesai melantik dengan MC, kuncir dari posisi Kanan ke Kiri. Yang memindahkan adalah pendamping atau orang tua.

Terkait registrasi wisuda ke Zoom pada tanggal dimulainya wisuda online yaitu 14 November 2020, jam 06.00 pagi saya sudah dan teman wisuda lain sudah masuk ruang zoom, namun ruang Zoom belum dibuka sampai jam 08.00 pagi.

Data Bagian Akademik menyebutkan, Wisuda virtual bertema “Peluang dan Tantangan Kerja Generasi Millenial di Era New Normal” diikuti oleh 934 orang bakal diwisuda yang masing-masing berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 177 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 61 orang, dan Fakultas Ushuluddin 72 orang. Lalu, Fakultas Syariah dan Hukum 115 orang dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi 104 orang. Selanjutnya, Fakultas Dirasat Islamiyah 12 orang, Fakultas Psikologi 65 orang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis 67 orang. Kemudian, Fakultas Sains dan Teknologi 75 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 66 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 48 orang, Fakultas Kedokteran 2 orang, dan Sekolah Pascasarjana 70 orang.

Selesai wisuda ini, bagi mahasiswa Magister di SPs yang ingin mengambil ijazah, ada beberapa persyaratan pengambilan yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Bukti perbaikan tesis/disertasi.
  2. Tanda terima penyerahan tesis/disertasi yang sudah dijadikan buku ber-ISBN dari perpustakaan dan para penguji dan pembimbing.
  3. Tanda terima penyerahan file PDF tesis/disertasi dari perpustakaan.
  4. Draft artikel jurnal yang diprint dan sudah disetujui ketua program magister atau doktor.
  5. Surat rekomendasi ketua SPs kepada bagian akademik bahwa poin-poin di atas sudah dipenuhi.

Saat ini saya sedang menyiapkan makalah untuk jurnal, mohon doanya agar dimudahkan.

Tinggalkan komentar