Pentingnya Pemerataan Beasiswa Bagi Anak Pedalaman

Bagi sebagian orang, mendapatkan beasiswa adalah hal yang luar biasa. Sesuai namanya, beasiswa diberikan dalam bentuk bantuan untuk pendidikan. Entah itu dalam bentuk materi hingga dalam bentuk bantuan peralatan sekolah. Tetapi ternyata, beasiswa pendidikan yang ada terkadang distribusinya tidak merata bahkan banyak di pelosok negeri sana, anak-anak sekolah sama sekali tidak mendapatkan beasiswa. Jangankan beasiswa, bantuan buku mata pelajaran sekolah pun bisa dikatakan sangat minim. Inilah potret dari pemerataan beasiswa yang tidak terjadi dipelosok negeri.

Peran serta penyebaran informasi beasiswa beserta peralatan penunjang yang belum merata antara perkotaan dan desa juga turut andil dalam proses pemerataan beasiswa. Terkadang beberapa beasiswa memiliki tenggang waktu tertentu untuk memenuhi segala dokumen yang dipersyaratkan. 

Berada di perkotaan mungkin proses mengumpulkan persyaratan tersebut sangat gampang dan tidak sulit, tetapi sangat berbeda jika berada di pedesaan. Sebagai contoh, keberadaan mesin fotocopy untuk menduplikat dokumen yang dibutuhkan sangat mudah ditemukan di perkotaan tetapi di pedesaan mungkin harus menuju kecamatan terlebih dahulu baru bisa menemukan mesin fotocopy. Padahal bisa jadi jarak ke kecamatan butuh waktu tempuh yang lama dan effort yang luar biasa besar.

Terlepas dari kendala itu semua,keberadaan beasiswa pastinya akan membantu kelancaran proses pendidikan sehingga mau tidak mau, proses penyebaran beasiswa secara merata ke seluruh pelosok negeri sangat penting. Ada beberapa alasan utama pentingnya penyebaran beasiswa, antara lain sebagai berikut:

Pemerataan beasiswa bisa menumbuhkan semangat belajar

Tidak bisa dipungkiri lagi, keberadaan beasiswa khususnya beasiswa pendidikan akan menumbuhkan semangat belajar para penerimanya. Hal ini dikarenakan adanya persyaratan nilai akademik bagi mereka yang ingin tetap mendapatkan beasiswa pada periode berikutnya. 

Persyaratan tersebut menjadi motivasi mengapa beasiswa penting untuk disama-ratakan pembagiannya dari ibukota negara hingga pelosok negeri demi menumbuhkan semangat belajar siswa. Ketika semangat belajar siswa meningkat maka angka putus sekolah pun bertahap akan berkurang.

Motivasi untuk tetap sekolah

Di beberapa pelosok negeri, pendidikan hanya sebatas tempat untuk belajar membaca dan menulis, sehingga ketika lulus sekolah dasar maka motivasi untuk lanjut sekolah sudah tidak ada lagi. Apalagi, jika didukung dengan kondisi ekonomi keluarga siswa yang tidak mampu, sehingga melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi sangat sulit. 

Disinilah letak pentingnya beasiswa. Jika beasiswa merata hingga pelosok negeri maka motivasi untuk tetap sekolah pasti akan muncul meskipun berasal dari keluarga ekonomi lemah. Dana bantuan yang diperoleh pastinya akan meringankan beban keluarga untuk proses pendaftaran hingga biaya hidup untuk melanjutkan sekolah.

Membantu mengurangi beban keluarga

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa “pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,95 juta orang dengan sebaran paling tinggi masih berada di daerah pedesaan”. 

Data tersebut menunjukkan bahwa seharusnya besaran beasiswa pendidikan lebih banyak diberikan kepada mereka yang berada di pedesaan. Sebagai dana bantuan, beasiswa pun secara langsung maupun tidak langsung akan turut membantu mengurangi beban keluarga untuk tidak lagi mengeluarkan biaya pendidikan buat anaknya.

Membantu investasi masa depan

Banyak yang tidak menyadari bahwa sekolah merupakan salah satu investasi masa depan. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi memang membutuhkan proses dan waktu yang lama. Keberadaan beasiswa pendidikan akan sangat membantu sebagai bagian dari investasi masa depan tersebut. 

Sebagai investasi, hasilnya pun akan dinikmati kelak. Bisa jadi, setelah anak menyelesaikan pendidikan dengan beasiswa maka taraf hidup keluarga yang awalnya berada dibawah garis kemiskinan akan berubah ke arah yang lebih bermartabat.

Selain alasan di atas, manfaat dari beasiswa pendidikan bagi anak pedalaman seperti di Mentawai adalah potong generasi, dimana untuk mengajarkan perilaku baik, tidak makan babi dan selalu sembahyang lebih mudah diajarkan kepada anak-anak. Kelak merekalah yang akan membangun dusun atau desa mereka sendiri.

Jumal Ahmad/APB

Tinggalkan komentar