Kilas Tanah Palestina dari Masa ke Masa

PalestineQA menerbitkan video profokatif yang menjelaskan apa dan bagaimana kasus Palestina terjadi. Hanya berdurasi 10 menit dan menjelaskan semuanya. terjadi.

Video ini membahas serba serbi Palestina dari nama Palestina berasal dari mana, siapa para pendatang ke Palestina, Nabi -Nabi yang diutus di Palestina, kekuasaan yang berkuasa disana dan umat beragama yang hidup rukun di Palestina.

Bangsa Yahudi di Eropa mendapatkan persekusi akibat menguatnya nasionalisme disana, Yahudi internasional mulai berpikir untuk memindahkan warganya ke luar dari Eropa. Theodore Hertzl menulis buku yang menyarakan Yahudi membuat negara baru untuk memindahkan warga Yahudi. Ada beberapa negara yang disarankan yaitu Palestina, Uganda, Argentina dan Yahudi internasional kemudian memilih Palestina sebagai negara barunya.

Dokumentasi Imigrasai Yahudi ke Palestina

Zionis mengorganisir imigrasi warga Yahudi di dunia ke Palestina, disebutkan perbandingan awal populasi warga Palestina dan Israel tahun demi tahun, penduduk Israel yang awalnya hanya 3% kini berjumlah 78% dan itu dilakukan lewat prakarsa Inggris dan Amerika lewat perjanjian-perjanjian Internasional.

Salah satu perjanjian itu adalah Balfour pada tahun 1917 yang isinya Ingrris memberikan janji Yahudi membuat negara di tanah Palestina dan mendukung imigrasinya. Perjanjian ini didukung kuat pemerintah Amerika Serikat. Balfour sangat merugikan Palestina, sejak itu muncul imigrasi besar-besaran warga Yahudi sebanyak 35.000 orang dari tahun 1919-1923. Sejak saat itu imigran Yahudi terus bertambah dari yang awalnya hanya 3% saja menjadi 12%.

Tanah Palestina yang terus diambil menimbulkan perlawanan dari warga Palestina, ada sekitar 7 perlawanan Palestina yaitu Intifadhah (1920), perlawanan di Jafa, konferensi di Nabulus yang memboikot ekonomi zionis, didirikan Majlis Al-Islami Al-A’la oleh Mufti Al-Quds Al-Haj Amin Al-Husain (1922).

Tahun 1924-1931 terjadi migrasi Yahudi ke Palestina sebesar 78.000 orang yang menambah jumlah Yahudi menjadi 17%. Tahun 1932-1939 migrasi Yahudi ke Palestina sebesar 225.000 orang yang menambah jumlah Yahudi menjadi 30%.

Tahun 1936-1939 terjadi revolusi besar palestina (الثورة الفلسطينية الكبرى) melawan Yahudi dan Inggris yang tujuannya menolak perampasan tanah Palestina oleh Yahudi, ini merupakan aksi terbesar dari aksi-aksi Palestina sebelumnya. Selama revolusi ini, tahun 1937, Inggris membuat perjanjian Peel yang isinya membagi Palestina menjadi 3 bagian yaitu tanah Yahudi, tanah Palestina dan sebagian tanah Al-Quds di bawah kontrol Inggris. Paletina menolak proposal ini dan tidak terlaksana. Akhir revolusi tahun 1939, Inggris mengajukan proposal yang dikenal dengan nama MacDonald White Paper, isinya memberikan waktu imigrasi Yahudi selama 5 tahun lagi dan memberikan kemerdekaan kepada Palestina setelah 10 tahun. Zionis menolak proposal ini dan tidak terlaksana.

Tahun 1947, Inggris membagi tanah Palestina dan meminta persetujuan dewan PBB yang dikenal dengan resolusi 181. Resolusi ini membagi tanah Palestina menjadi dua, daerah Palestina daerah Yahudi, kemudian daerah masjid Al-Quds.

Tahun 1948, terjadi peperangan antara Arab dan Yahudi/Zionis, yang kemudian dimenangkan Yahudi dan hasil akhirnya Zionis menguasai 78% tanah Palestina. Selanjutnya negara Israel resmi didirikan dengan persetujuan Amerika dan Inggris, tahun setelahnya Israel masuk anggota PBB.

Jika bisa disimpulkan bahwa faktor utama kasus Palestina adalah datangnya imigran besar besaran Yahudi dari seluruh dunia dan keinginan mereka mendirikan negara tanpa mempedulikan nasib penduduk asli. Kemudian agresi ini diperkuat Inggris dan Amerika yang punya andil besar dalam kasus Palestina.

Silahkan disimak video di tautan ini.

Fidel Castro pernah ditanya tentang perundingan Palestina dan Israel. Kemudian ia menjawab,

“Saya tak mengerti perundingan seperti ini. Kalau saya, maka saya akan berunding dengan Yahudi, dengan cara apa mereka ingin hengkang (dari Palestina), apakah lewat darat, laut, atau udara”.

Pernyataan lain Fidel Castro tentang Palestina

“Serangan Israel di Gaza adalah fasisme dalam bentuk baru, sungguh menjijikkan!

Menghadapi Yahudi tidak bisa seperti seseorang yang berteriak dalam drum, hanya menang pekak telinga. Harus diubah kepada arah yang lebih baik lagi dengan mempelajari motivasi dan metodologi musuh-musuh Islam, mengenal cara kerja dan cara berpikir mereka, memiliki data akurat tentang mereka kemudian membuat barikade kuat umat. Pemaparan lengkap bisa disimat di Slideshare ini.

Sumber: Palestine QA; di http://www.palqa.com/amp/

Tinggalkan komentar