Pandangan Siti Musdah Mulia tentang Feminisme dan Homoseksual

Selain Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Dr. Musdah Mulia juga menjadi icon dalam perjuangan feminisme di Indonesia setelah dia dan teman-temannya dari Tim Pengarustamaan Gender[1] Departemen Agama menerbitkan buku CLD-KHI (Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam) dan mengatasnamakan Depag lalu buku “Islam menggugat Poligami”, yang kemudian diikuti buku “Perempuan dan Muslimah Reformis”.

Baca Selengkapnya

Pandangan Dr Nasaruddin Umar tentang Gender

Ia lahir di Ujung-Bone, 23 Juni 1959, menyelesaikan S1 di IAIN Alauddin Makasar dan melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana hingga memperoleh gelar doctor di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beberapa karya tulis tentang Islam dan Feminisme telah banyak diterbitkan di antaranya: Paradigma Baru Teologi Perempuan, Bias Gender dalam Penafsiran Kitab Suci, Argumen Kesetaraan: Perspektif al-Quran, Agama dan Seksualitas dan beberapa karya lain yang tersebar di beberapa media masa dan jurnal ilmiah.[1]

Baca Selengkapnya