Tuntunan Al-Quran dalam Menggunakan Media Sosial

Dalam Alquran ditemukan beberapa kata kunci tentang komunikasi negatif. Kata kunci ini pada saat yang sama juga mengisyaratkan tentang pentingnya sikap hati- hati, mawas diri dan cerdas literasi tentang media sosial.

Pertama, qaul zur yang berarti perkataan buruk atau kesaksian palsu. Termasuk dalam kategori ini adalah memperindah suatu kebohongan atau tazyin al-kizb.

Dalam Alquran QS Al-Hajj ayat 30, perintah menjauhi qaul zur tersebut disampaikan bersamaan dengan larangan menyembah berhala. Kesaksian palsu merupakan dosa besar, sama dengan dosa syirik.

Kedua, tajassus dan ghibah. Tajassus berarti mencari-cari kesalahan orang lain. Sementara ghibah adalah membicarakan aib atau keburukan orang lain.

Berdasarkan QS Al-Hujurat ayat 12, para ulama sepakat bahwa mencari kesalahan orang lain dan menggunjing itu termasuk dosa besar dan para pelakunya harus segera bertaubat dan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Ketiga, namimah atau mengadu domba. Maksudnya adalah membawa satu berita kepada pihak lain dengan maksud untuk mengadu domba dengan pihak lain. Kata kunci ini berkaitan dengan kata kunci pertama karena biasanya berita yang dibawa adalah berita bohong.

Namimah juga bisa berarti provokasi untuk tujuan tertentu. Sebaiknya kita berhati-hati ketika mendapatkan berita melalui media sosial. Jangan buru-buru men-share berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Jika diketahui kebenarannya perlu ditimbang apakah apakah berita tersebut mendapatkan manfaat atau justru mendatangkan madarat.

Keempat, sukhriyah yang berarti merendahkan atau mengolok-ngolok orang lain. QS Al-Hujurat ayat 11 melarang orang beriman laki-laki atau perempuan mengolok-olok satu dengan yang lainnya. Boleh jadi yang diolok-olok lebih mulia di sisi Allah.

Sumber:

NU Online, Orasi Ilmiah Prof. Dr. Huzaemah T Yanggo di IIQ

***

Hari ini sedang digalakkan tagar #bijakbersosmed dan saya sangat mendukung langkah ini, dimana media sosial hendaknya digunakan sebagai media informasi dan hal positif dan jauh dari isu sara dan hal negatif.

Al-Qur’an sangat menaruh perhatian besar pada penyebaran berita/informasi yang negatif dari seseorang atau kelompok kepada yang lain.

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur:19)

Ayat ini adalah ancaman bagi orang-orang yang hobi dan senang menyebar aib orang lain (baik itu benar, apalagi kalau itu bohong/fitnah). Dan ancaman Allah dalam ayat ini sangatlah tegas, “mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”

Kita menganggapnya hal remeh padahal itu besar di sisi Allah.

Semoga jari jari kita bisa terhindar dari terbiasa menyebarkan berita negatif dan bohong, karena sungguh akan mendapatkan azab pedih di dunia dan akhirat.

Tinggalkan komentar