Kritik Untuk Grup Debu

image

Pertama kali dengar lagu Debu waktu saya masih SMA di Cirebon, waktu itu saya dan teman-teman mendapatkan undangan untuk menghadiri acara santunan anak yatim dan dhuafa se kota Cirebon, salah satunya pesantren kami. Waktu itu di pesantren saya biasa mendengar lagu religi berbahasa Arab yang bermuansa semangat dan perjuangan.

Kemudian saya baru lihat lagi semalam di acara LoveLifeLead di Ciputra Artpreneur yang diadakan oleh ISN, ketika saya melihat performa grup Debu (kumpulan pemusik yg didominasi imigran asal AS) di acara itu, saya agak pusing dengan syair-syairnnya karena kurang membumi dan sulit dipahami menurut saya. Selain itu nuansa sufistik sangat kental di lagu Debu.

Baca Selengkapnya