Memahami Metode Tafsir Yang Benar

Memahami Metode Tafsir Yang BenarSebagian orang berpendapat bahwa penafsiran ulama terdahulu terhadap Al Qur’an sudah tidak sesuai dengan konteks dan kondisi sekarang. Karenanya, perlu ada penafsiran ulang terhadap ayat-ayat Al Qur’an agar sesuai dengan konteks kekinian. Dasar mereka. kaidah ushul fiqih yang berbunyi, “Alhukmu yataghoiyaru bi taghoiyuril amkinati wal azminati (Hukum itu berubah berdasarkan perubahan tempat dan jaman).”

Berdasar kaidah ini mereka berpendapat bahwa upaya tafsir ulang, walau terhadap ayat-ayat muhkamat sekalipun, dianggap sebagai dinamisasi ayat-ayat Al Qur’an dan prestasi akal yang brilyan.

Imam Asy-Saukani, Pengarang Tafsir Fathul Qadir

Imam Asy-Saukani, Pengarang Tafsir Fathul QadirNama Mufassir

Imam Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Abdullah asy-Syawkani, ash-Shan’ani, al-Qadhi.

Nama Kitab

Fath-hul Qadiir al-Jaami’ Bayna Fannay ar-Riwaayah Wa ad-Diraayah Min ‘Ilm at-Tafsiir.

Baca Selengkapnya

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Pengarang Tafsir As-Sa’di

Tafsir As-Sa'diNama Mufassir

Beliau adalah Abu ‘Abdillah, ‘Abdurrahman bin Nashir bin ‘Abdullah bin Nashir as-Sa’dy at-Tamimy al-Qashimy, al-‘Allamah, seorang Mufassir dan ahli fiqih, pengarang banyak buku. (Untuk melihat biografinya, silahkan baca: Masyaahiir ‘Ulamaa` Najd, h.392; Mu’jam al-Mufassiriin, Jld.I, h.279)

 

Nama Kitab

Tafysiir al-Kariim ar-Rahmaan Fii Tafsiir Kalaam al-Mannaan.

Baca Selengkapnya