Jangan Menyebarkan Gambar Sadis

Saat ini sedang ada krisis dan pembantaian di Rohingya. Biasanya banyak yang menginginkan melihat gambar korban. Namun saya menghimbau kepada seluruh aktifis blogger dan sosial media untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan (mem-forward) gambar-gambar yang berdarah-darah dan sadis.

Sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa seseorang justru menjadi bersikap sadis ketika melihat darah. Yang terjadi bukan simpati tetapi kemarahan yang lebih dekat dengan nafsu sadis. Daya nalar akan menurun ketika nafsu sadis lebih dikontrol oleh setan.

Pilihlah gambar yang menunjukkan kebiadaban sebuah perang, tetapi bukan tubuh yang tercabik-cabik. Bukan merahnya darah. Sebuah asap mengepul sudah mengena dihati. Hindarkan tontonan sadis pada anak-anak. Boleh saja memberikan bagaimana runtuhnya bangunan atau retaknya tanah akibat gempa. Tapi janganlah berlebihan.

Saya pun geram dengan kebiadaban pemerintah Myanmar. Tetapi kalau saja rekan-rekan setuju sebaiknya Blogger tidak ikut-ikutan menyebarkan kemarahan. Kemarahan bagaimanapun lebih tergiring oleh nafsu ketimbang ghiroh dalam membela kebenaran.

Mungkin banyak berita yang sifatnya benar dan sifatnya aspal (asli tapi palsu). Repotnya hal ini membuat keseluruhan berita dianggap sebagai hoax. Makanya lebih baik foto foto kejadian di Myanmar yg palsu agar tidak disertakan. Kegeraman umat Islam terhadap kejadian di Myanmar harus dapat dikendalikan. Namun juga jangan dikekang.

Banyak yang lalu sibuk bicara agar mengurusi Indonesia saja. Suatu hal yg baik. Namun sayangnya tidak konsisten. Pada saat ada berita bom bunuh diri di Perancis, Inggris, atau pembunuhan Hebdo, semua sibuk pasang tagar I am Charlie, I am France.

Sebaliknya umat muslimin juga harus lebih waspada. Banyak yg ingin negeri ini tidak rukun. Jadi harus benar benar mengelola informasi dengan baik. Termakan hoax adalah manusiawi. Siapa di era digital ini yg tidak termakan hoax? Makin kita melek internet, makin rentan kita memakan hoax.

Makanya tidak boleh emosional. Saring berita sebelum disebarkan.

Tinggalkan Balasan