Resensi Film Animasi Bilal: New Breed of Hero

Satu minggu setelah penayangan Animasi Bilal di US. Banyak tanggapan bagus muncul dari para pemirsa yang filmya dibuat mirip buatan Hollywood, namun ada juga kritikan dari kalangan umat Islam yang menganggap konten film Bilal jauh dari kisah Bilal sesungguhnya bahkan bernada liberal.

Zeena Alkurdi menyebut beberapa kritikan film Bilal yaitu:

  1. Bilal Bin Rabah adalah Sahabat Rasulullah SAW yang terkenal dengan suara azannya yang merdu, di dalam film ini, sama sekali Bilal tidak mengumandangkan Azan.
  2. Selama film berlangsung tidak disebutkan nama Allah atau nama Rasulullah SAW sama sekali, padahal Bilal adalah salah satu sahabat beliau yg paling dekat, bahkan Allah sudah menjaminnya masuk surga saat Bilal masih hidup.
  3. Ketika adegan penyiksaan Bilal yang ditindih oleh batu, Bilal mengucapkan ” Aku ingin kebebasan / I want a freedom ” seharusnya dalam Sirah, Bilal Mengucapkan ” Ahad, Ahad, Ahad ” Kalimat Tauhid yang mengakui Allah itu Esa.
  4. Malaikat di gambarkan seperti sosok Kuda putih
  5. Adik Bilal yang wanita tidak berhijab, berpakaian terbuka , penuh aksesoris dan make up.
  6. Slogan Quote film ini ditekankan kata-kata ibu Bilal “Being a great man is living whithout a chain “menjadi orang besar artinya hidup tanpa ikatan belenggu” artinya Hidup Bebas dari semua aturan.

Jamel A Sayed mengkritik film ini yang menampilkan Bilal dengan paras dan warna kulit yang bagus seperti wajah artis hollywood, sementara Ulama menyebutkan ciri Bilal bertubuh tinggi dan berkulit hitam. Lalu dia menulis pertanyaan, apa salahnya dengan warna kulit hitam?

Hikmah yang bisa kita ambil dari hal ini bahwa mengajarkan kisah para sahabat yg benar adalah dari buku-buku Sirah asli dan bukan hanya lewat film saja. Atau hendaknya orang tua mengajak anak anak membaca kisah Bilal sebelum melihat film ini.

Segala sesuatu yang sudah masuk entertainmen pasti sudah dirubah rubah dengan tujuan duniawi. Film Bilal ini bukan bagian dari syiar Islam. Film ini hanya menggambarkan sosok seorang pemuda yang pemberani demi mendapatkan keadilan dan kebebasan.

Film ini sama sekali tidak mengisahkan bagaimana keimanan Bilal, bagaimana kecintaan Bilal kepada Rasulullah, bagaimana indahnya suara Bilal saat mengumandangkan azan menyeru umat Islam untuk menunaikan sholat. Sama seperti film-film lainya yang seolah menceritakan kisah para Nabi tapi ternyata bukan.

Meski demikian, terdapat beberapa nilai positif dari animasi ini sebagaimana disampaikan oleh Ust. Fahmi Zubir yang tinggal di Amerika Serikat.

1. Nilai Dakwah
Sifat dakwah itu bertahap, pelan-pena dan banyak tantangan. Film Bilal ini menghadirkan bentuk dakwah di dunia Entertainment dengan cara mengenalkan sosok Sahabat secara sofrt, ditonton banyak non muslim.

2. Human Right
Pesan film ini fokusnya pada “Human Right”, equality, freedom dan Hidden message-nya bahwa Islam itu justice, memperjuangkan equality.

3. Nilai Tauhid
Meski sangat soft, performa Tauhid disampaikan tapi sangat kental seperti simbol Ka’bah, penyebutan nama Ahad. Gerakan adzan, meski suara adzan tidak didengarkan tapi bentuknya teks.

4. Wajah Islam damai
Terlepas ijtihad yang mungkin tidak setuju, performa wajah-wajah Sahabat Rasul digambarkan sejuk dan damai yang penuh wajah berseri-seri. sementara wajah rasis itu garang-garang.

5. Sopan tidak Glamor
Film ini tidak menampilkan performa perempuan-perempuan jalang yang kebanyakan pelengkap suasana tiran. Sekali lagi, film ini segmennya non muslim, jadi sedikit message-nya dan common sense tanpa ada yang bertentangan dengan Islam.

Sekian. []

13 pemikiran pada “Resensi Film Animasi Bilal: New Breed of Hero”


  1. https://polldaddy.com/js/rating/rating.js
    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js
    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsAfwan jika saya kurang sependapat soal poin2 di atas stelah menonton filmnya. Filmnya tidaklah semelenceng itu, hanya saja banyak bagian penting yg tidak diceritakan.
    1. seperti yg sudah saya bilang tadi, waktu ditindih batu Bilal jelas2 menyebut kata “Ahad ahad ahad” sambil mengacungkan telunjuknya. Itu sudah menunjukkan keimanan Bilal
    2. Saya masih dengar ada kata-kata Allah dan Rasulullah walaupun cma sekelabat. Bahkan asmaul husna dan doa2 berserah diri Bilal pun ada.
    3. Ada saat dimana setelah Bilal dibebaskan ada kata2, Rasulullah memanggilmu, lalu dia pun naik ke atas Ka’bah dan azan walaupun suara azannya hanya sbentar.
    4. Adik bilal belom berhijab mnurutku karena dia blom dapat hidayah islam spenuhnya mngingat dia adalah budak belian yang belom bnyak blajar islam pada saat itu apalgi dia hidup ditengah2 org jahiliyah penymbah berhala
    5. Memang sangat disayangkan bagian Rosulullah tdak diceritakan seolah Rosulullah tidak punya andil dalm ksah Bilal pdahal Bilal dan Rosulullah ckup dekat. Tapi ini hanya perkiraan saya saja, dalam cerita ini bagian Rosulullah ditiadakan mngingat bagian itu adalah bagian syariat, gak bsa smbarangan yg ada klo bwa2 Rosulullah terlalu jauh malah trjadi kontroversi yang lbih besar lgi. Film ini hanya mnceritakan sudut pandang kehidupan Bilal dalam memperjuangkan kemerdekaan budak dan bagaimana dia tetap beriman kepada Allah dan menjadi manusia mulia, ntar klo nyeritain tntang Rosulullah maka cakupannya bakal lbih jauh lagi.
    6. “Being a great man is living whithout a chain” bkan berarti bebas aturan. tlong jangan lngsung diasumsikan sperti itu, tpi maksudnya khidupan seorang budak itu terikat, mreka hidup dan mlakukan sgala sesuatu atas kmauan tuannya. Bahkan bukankah dalam islam jg ada kata “Membebaskan budak”? apakah membebaskan budak artinyaa membebaskan mreka dari sgala aturan trmasuk aturan Allah?? tentulah tdak dmikian.
    7. Bilal smpat kok mengumandangkan azan scara lantang di bagian akhir film, difilm ini jelas Bilal mngumandangkan azan dan mempedengarkan suara indahnya, jdi bukannya tidak ada kan??
    jadi mohon dikoreksi lagi review ini, walaupun saya jg ckup kecewa sama esensi critanya, tpi stidaknya film ini msih brada dalan koridor pro islam dan sjarah, yg namanya film gak mngkin harus diceritakan smua detailnya, dan smua org tau film gak bsa dipercaya 100% film tetaplah mngandung fiksi dan pasti tetaplah ada sisi hiburan namun yang terpenting adalah nilai moral yg terkandung di dalamnya, bahwa smua manusia sama di mata Allah, trgantung keimanannya. Seorang budak yg dianggap rendah sperti Bilal pun mnjadi muazin prtama dan mnjadi salah satu pnghuni surga.

  2. Mohon maaf..
    Kami menuliskan review ini sebelum muncul video full dari serial film, dan tidak mengarang asal asalan tetapi berdasarkan sumber review lain.

    Insya Allah koreksian dan tanggapan pembaca bisa mewakili koreksian tulisan ini.

    Terima kasih.

  3. Ada alternatif film bagus tentang Para Sahabat Nabi.

    Salah satu TV Timur Tengah di Bahrain akan menayangkan serial kartun Islam tentang para Sahabat Nabi Muhammad Saw dalam bahasa Arab pada bulan Ramadhan tahun ini. Ada sekitar 30 serial dengan durasi setiap video 10 menit. 

    Serial ini cocok ditonton untuk anak anak di atas 5 tahun, untuk mengenalkan mereka para sahabat nabi yang masyhur dan dikenal dalam sejarah islam. Beberapa nama Sahabat dalam serial ini seperti: Zaid bin Haristah, Bilal bin Rabah, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan lainnya. 

    Link:
    https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2017/05/22/serial-ramadhan-2017-kartun-islami-rijaal-haular-rasuul/

  4. dianjurkan nonton yang versi arabnya (ada di web indoxxi) karena kalau yang versi inggrisnya ada beberapa pengurangan/perbedaan adegan, seperti kalau di VERSI INGGRIS bilal tidak azan , nama Allah dan Rasulullah tidak disebut serta saat di tindih batu bilal tidak mengatakan “ahad, ahad” namun di VERSI ORI (arab) bilal azan kok, nama Allah dan Rasulullah juga disebutkan beberapa kali serta bilal juga megatakan “ahad,ahad” ketika ditindih.

    Di sini saya cuma mau meluruskan saja tentang film ini karena film ini sebenarnya sangat bagus namun karena di versi inggris-nya itu ada beberapa yang diubah jadinya perspektif orang-orang jadi jelek deh 🙁😞.

Tinggalkan komentar