Awas! Kenali Taktik Dan Strategi Missionaris Berikut

8 DALILSebagai agama maupun pemerintahan,Islam jelas berdasarkan wahyu Ilahi Rabbi. Islam mewajibkan kita hidup rukun, tolong menolong, tenggang rasa dan adil terhadap semua orang, baik terhadap sesamamuslim maupun terhadap non muslim. Islam tidak memaksa orang agar masuk ke dalamnya.Islam harus diterima dengan kesadaran dan keikhlasan.Inilah yang merupakan fondasi sikap umat Islam dimanapun berada.Hal ini amat berbeda dengan sikap yang dipatri musuh-musuh Islam.Mereka senantiasa hendak memaksa agama dan ideologinya kepada kaum muslimin dengan berbagai tipu daya bahkan dengan kekerasan senjata, seperti yang terjadi di Hungaria, Yunani, Albania, Rusia dan negeri kita tercinta Indonesia.

Baca Selengkapnya

Taktik Awal Kristenisasi Barat

Dari dahulu kegiatan para Misionaris memang luar biasa. Dengan gigih mereka mengadakan berbagai konfrensi yang bertujuan hendak mengkristenkan Islam. Taring-taring mereka tak henti-hentinya menggigit dan mengoyak kaum muslimin. Dengan berbagai upaya mereka tak putus-putusnya mengkristenkan dunia kaum muslimin. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mengingkari kebesaran toleransi Islam dalam sepanjang sejaranya dan dalam perlakuan Islam … Baca Selengkapnya

Realita Umat Islam Hari Ini

Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam. Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang … Baca Selengkapnya

Siapa Yahudi?

Siapa YahudiNama Yahudi barangkali diambil dari Yehuda. Yehuda adalah salah seorang putra nabi Yakub (Kejadian 29: 22) yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal (1 Raja-Raja 12). Sedangkan nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan (Kejadian 32:28). Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 17:7-23).

Baca Selengkapnya

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 15-16: Kesesatan Aqidah Kaum Nasrani

Asbabun Nuzul Ibnu Jarir Ath-Thabari meriwayatkan dari Ikrimah bahwa Nabi saw pernah didatangi sekelompok orang Yahudi yang bertanya tentang rajam, lalu nabi bertanya: siapakah di antara kalian yang paling banyak ilmunya? Lalu mereka menunjuk Ibnu Shuriya, dia bersumpah dengan dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, yang telah menganggkat gunung Thursina dan member perjanjian-perjanjian atas … Baca Selengkapnya

Mengapa kita menolak Sekulerisme?

Pengertian Sekularisme

Sekularisme (secularism) secara etimologis menurut Larry E. Shiner berasal dari bahasa Latin saeculum yang aslinya berarti “zaman sekarang ini” (the present age). Kemudian dalam perspektif religius saeculum dapat mempunyai makna netral, yaitu “sepanjang waktu yang tak terukur” dan dapat pula mempunyai makna negatif yaitu “dunia ini”, yang dikuasai oleh setan (Lihat: Larry E. Shinner, “The Concept of Secularization in Empirical Research”, dalam William M. Newman, The Social Meanings of Religion, (Chicago : Rand McNally College Publishing Company, 1974), hal. 304-324.)

Pada abad ke-19, tepatnya tahun 1864 M, George Jacob Holyoke menggunakan istilah sekularisme dalam arti filsafat praktis untuk manusia yang menafsirkan dan mengorganisir kehidupan tanpa bersumber dari supernatural. Setelah itu, pengertian sekularisme secara terminologis mengacu kepada doktrin atau praktik yang menafikan peran agama dalam fungsi-fungsi negara. Dalam Webster Dictionary sekularisme didefinisikan sebagai:

A system of doctrines and practices that rejects any form of religious faith and worship.”(Sebuah sistem doktrin dan praktik yang menolak bentuk apa pun dari keimanan dan upacara ritual keagamaan)
Atau sebagai:
The belief that religion and ecclesiastical affairs should not enter into the function of the state especially into public education.” (Sebuah kepercayaan bahwa agama dan ajaran-ajaran gereja tidak boleh memasuki fungsi negara, khususnya dalam pendidikan publik).

Baca Selengkapnya