Mengenal Penggagas Metode Pakistani (Sabak, Sabki, Manzil) – Berdasarkan Penelitian Skripsi

AHMADBINHANBAL.COM – Salah satu pengunjung blog saya yang menanyakan tentang siapa penggagas metode Tahfidz Pakistani yang menjadi tema penelitian skripsi saya beberapa tahun yang lalu. Ketika awal meneliti, belum banyak yang membahas tema ini sehingga saya mencoba mencari jawaban dari sumber sumber yang bisa saya dapatkan.

Berikut ini jawaban saya untuk pengunjung blog yang bertanya tersebut.

Beberapa pesantren sudah menerapkan metode ini seperti Pesantren Tahfidz Bina Qolbu, tempat saya mengajar Al-Qur’an dan Wadi Mubarak di puncak Bogor, pesantren Mush’ab bin Umair pesantren Usyaqil Quran di Bandung dan beberapa perguruan tinggi di Makasar.

Ketika saya mengajar dan menjadi musyrif tahfidz di pesantren Bina Qolbu saya melihat keunikan dari metode ini dan selanjutnya timbul keinginan untuk meneliti metode ini dari siapa atau dari mana. Dari hasil investigasi dan penelusuran saya dapatkan bahwa metode sabak, sabki dan manzil ini berasal dari Pakistan, dan anak anak disana memang terbiasa menggunakan metode ini. Akhirnya disebutlah metode Pakistani.

Metode Pakistani, berdasarkan sanadnya diambil dari Syaikh Maulana Dhiyaur Rahman dari Ma’had Sirajul Hidayah. Kemudian, dalam skirpsi saya, dengan referensi yang sangat minim saat itu, saya mendapatkan keterangan lebih dari penerapana Metode Pakistani dari Ust. Abbas Baci Miro dan Syekh Lokman Syadzly dari Malaysia.

Berikut biografi singkat dari mereka berdua.

Dr. Abbas Baco Miro - Metode Pakistani Sabak Sabki Manzil
Sumber foto: KPI FAI Unismuh Makassar

Dr. Abbas Baco Miro, Lc, Mengenalkan Metode Pakistani: Sabak, Sabki dan Manzil

Berdasarkan penelusuran investigasi kami, di Indonesia metode ini diperkenalkan oleh Dr. Abbas Baco Miro, Lc dari Makasar. Beliau adalah alumni pakistan yang menerapkan metode sabak, sabki dan manzil di pesantren beliau di daerah Makasar.

Abbas lahir diMakassar, 18 Oktober 1977, Alumni Ponpes Darul Aman Gombara Makassar 1996. Alumn Lembaga Penghafal Al-Qur’an, Harifur Hazara, NHWP, Pakistan 1998. Lc (S1), Tafsir – Hadis, International Islamic University, Islamabad, Pakistan 2002.

Alumni MA (S2) Hadist dan Ilmu-Ilmunya, di International Islamic University, Islamabad,Pakistan 2004. Alumn S3 Hukum Islam/Syariah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 2014. Sumber Suara Muhammadiyah ketika pengukuhan mengukuhkan Dr.KH. Abbas Baco Miro, Lc, MA, menjadi Kiyai pada Asrama Mahasiswa KH Djamaluddin Amien (Asmadina) Unismuh Makassar. (Baca)

Akademi Darul Huffaz Lokman Shazly
Syaikh Lokman Shazly, Pengasas Akademi Darul-Huffaz, Malaysia. (Sumber: www.darul-huffaz.com/founder-of-adh/)

Syaikh Lokman Shazly, Pengasas Akademi Darul-Huffaz, Malaysia

Di Malaysia, metode ini juga banyak diterapkan di pesantren tahfidz, salah satunya Akademi Darul Huffaz yang didirikan oleh Shaikh Nouman Syazly Syazarin. Beliau sering sekali melakukan jaulah ke berbagai negara sambil mengkhatamkan Alquran, pernah belajar tahfidz di Pakistan kemudian mendirikan ADH dengan menggunakan metode tahfiiz Sabak, Sabki, Manzil.

Berikut adalah keterangan dari Syaikh Lokman Syazly tentang metode Pakistani, penjelasan ini saya ambil dari salah satu artikel di website Akademi Darul Huffaz tentang Manual Pengajian Tahfiz Akademi Darul-Huffaz.

Hasil gambar untuk sheikh lokman shazly sabaq sabki manzil

Metode pakistani Metode ini membantu santri menghafal dan menjaga hafalan al-Quran. Dengan metode ini lebih teratur mengatur jadwal santri. Sabak adalah hafalan baru, Sabki adalah hafalan yang kemarin kita hafalkan. Manzil adalah hafalan 1 Juz yang telah lewat.

Metode ini adalah aplikasi dari metode yang diterapkan di Pakistan dalam menghafal Alquran. Sabak adalah penambahan hafalan baru yang wajib disetorkan santri setiap harinya, Sabak yang telah dihafalkan kemudian disetorkan kembali dalam bentuk gabungan dari beberapa Sabak yang mana belum mencapai satu juz, hal ini kita sebut Sabki. Sedangkan, Manzil adalah hafalan Sabqi yang telah mencapai satu juz kemudian disetorkan setiap harinya kepada pengampu halāqahnya masing-masing.

Agar lebih jelas mungkin bisa saya gambarkan kegiatan harian di bina qolbu dalam menerapkan metode pakistani.

  1. Dari sebelum subuh sampai jam 7 pagi : Sabak atau hafalan baru. Santri menyetorkan hafalan barunya kepada ustadz, bagi yang belum baik bacaannya maka diberi pengantar tahsin dulu, belum sampai menghafal.
  2. Jam 9 pagi sampai dhuhur : Sabki, santri menyetorkan hafalan yang kemarin dihafal minimal 1 halaman.
  3. Ashar sampai jam 5 : Manzil, santri menyetorkan hafalan 1 juz yg sudah dihafal, biasanya dimulai dari juz yang termudah seperti juz amma atau juz tabarak sampai hafalan mereka baik.
  4. Isya sampai jam 9 : Persiapan.hafalan untuk besok.

Selama itu, ustadz harus terus menemani santri agar bisa terus mengontrol hafalan santri. Memang dengan metode ini sangat terasa berat bagi santri atau ustadznya, santri dituntut untuk terus mengulang hafalan dan ustadz tahfidz dituntut tidak egois, mau menemani santri menghafal al-quran.

Demikian yang bisa saya jawab. Terima kasih. Full text skirpsi saya tentang Metode Pakistani di Bogor bisa dibaca di tautan ini.

Baca juga artikel di website ini tentang Metode Pakistani;

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

3 Comments

  1. Assalamualaikum kak
    Mohon maaf sebelumnya, saya sekarang sedang proses garap skripsi dan kebetulan saya liat skripsi kakak, sama saya di jadikan judul, dan Alhamdulillah di terima, tapi Sekarang saya kesusahan mencari referensi, mungkin kakak bisa kasih tau refrensi dari skripsi kakak,

  2. Alhamdulillah, terima kasih telah ikut andil dalam mengembangkan penelitian metode menghafal Al-Qur’an semoga menjadi amal jariyah. Skripsi saya dilakukan di tahun 2013 lalu, termasuk penelitian awal di pembahasan ini dan bisa dijadikan referensi sebagai penelitian sebelumnya untuk menunjukkan kontinutas dan perbedaan yang didapatkan dari penelitian sebelumnya dan penelitian Anda.

    Untuk referensi memang susag didapat, dulu lebih banyak lagi, namun sekarang penelitian serupa sudah banyak dilakukan, coba gunakan Google Scholar, Academia Edu atau ResearchGate untuk mengetahui penelitian sebelumnya dan referensi yang digunakan.

    Skripsi lengkap saya, jika ingin dilihat referensi yang masih minim, bisa dicek di https://www.researchgate.net/publication/336890090_Penerapan_Metode_Pakistani_Dalam_Meningkatkan_Efektivitas_Pembelajaran_Tahfidhul_Quran_di_Pondok_Pesantren_Bina_Qolbu_Kecamatan_Cisarua_Kabupaten_Bogor

    Terima kasih
    Semoga sukses dengan Skripsinya, IIn Lina Ekawati.

  3. Assalamualaikum kak maaf mengganggu waktu nya
    Saya mau nanya lagi ciri-ciri dari metode pakistani itu bagaimana kak?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID