Al-Quran Sebagai Penawar Epilepsi

Saya dan Santri yang Epilepsi

Saya ingin mengenang kembali ketika beberapa tahun yang lalu diberikan kesempatan untuk mengajarkan Al-Quran di salah satu pesantren di puncak Bogor. Tempat ini sangat spesial karena saya dipertemukan oleh Allah dengan orang-orang yang spesial. Bagaimana tidak, mereka yang berasal dari keluarga berkekurangan bahkan sebagian mengalami sakit yang sepertinya tidak mungkin bisa menghafal Al-Quran.

Mengingat mereka dan semangat mereka menghafal Al-Quran selalu menjadi pelecut agar diri ini lebih semangat lagi menjaga hafalan Al-Quran, dan sengaja saya tuliskan kembali agar pembaca yang mungkin juga sedang menghafal Al-Quran juga bisa tergugah untuk berjuang menyelesaikan dan menjaga hafalan Al-Qurannya.

Saya tidak akan pernah lupa dengan dia, seorang anak laki laki yang tegar menghadapi hidup, mau menghafal Al-Quran meskipun dia sedang sakit epilepsi. Ya, dia sedang sakit epilepsi, kita pasti heran dan terkagum, menghafal itu menggunakan otak, lalu bagaimana bisa menghafal jika otak kita terganggu, apalagi epilepsi dimana otak mengalami gangguan karena pelepasan muatan listrik yang tidak terkontrol.

Duhai, besarnya nikmat Allah baru akan terasa ketika nikmat itu telah tiada. Seperti santri saya ini, saya tidak menyangka bahwa dibalik sifat pendiam dan senyumnya, dia sudah dari SD menderita epilepsi.

Penyakit ini dia derita karena perlakuan kurang baik yang dulu pernah diterima dari ibu tirinya, sampai akhirnya bapak dan ibu tirinya sadar akan kesalahan mereka, kemudian mereka masukkan santri saya ini di pesantren untuk belajar agama dan menyembuhkan penyakitnya.

Ketika penyakit epilepsinya kambuh, dia harus minum obat anti kejang setiap hari seperti fenobarbital atau diazepam, masalah akan timbul ketika obatnya habis, kadang dalam semalam dia bisa kejang (santri menyebutnya kumat) sampai tiga kali dalam semalam dan dengan tidak sadar menjedotkan kepalanya berkali-kali ke lantai sampai kepalanya bentol-bentol, pernah dalam sehari dia kumat sampai delapan kali dan bikin saya sampai menangis ketika itu lantaran ingat dengan perjuangan anak ini untuk menghafal Al-Quran.

Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik.

Epilepsi sangat mempengaruhi perkembangan otak anak, karena otak yang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari luar dan dari dalam tubuh.

Umumnya anak epilepsi akan terganggu fungsi kognitifnya, yaitu kemampuan belajar, menerima informasi dan mengelola informasi dari lingkungan. Juga kesulitan dalam memusatkan perhatian dan dan mengingat.

Maka yang saya cobakan kepada santri saya ini, sesuai arahan yang saya baca di artikel artikel tentang epilepsi yaitu dengan menstimulasi fungsi kognitifnya melalui latihan fisik seperti jalan pagi menglilingi vila dan latihan otak dengan menghafal Al-Quran.

Secara intens saya temani mereka menghafal Al-Quran. Saya gunakan metode Sabak, Sabki dan Manzil untuk mengontrol hafalan santri. Sebelum subuh, jam 3 pagi kami sudah membangunkan santri untuk menyiapkan hafalan yang akan disetorkan nanti habis subuh (Hafalan Baru/Sabak).

Habis subuh kami team asatidz menerima setoran hafalan dari santri sampai jam tujuh pagi. Kemudian jam sepuluh kami berkumpul lagi di masjid untuk mengulang hafalan yang sudah disetorkan kemarin dan diseotorkan tadi pagi (Hafalan kemarin +hari ini/ Sabki)

Siang hari mereka tidur siang, dan habis ashar kami berkumpul lagi di masjid, disini semua santri saling mengulang hafalan satu juz yang pernah mereka hafalkan, istilahnya Manzil. Dan pada malam hari setelah shalat Isya, santri berkumpul lagi di masjid sampai jam sembilan untuk menyiapkan hafalan mereka besok.

Maka kurang lebih empat kali pertemuan untuk menghafal Al-Quran, dengan pertemuan yang intens ini, santri selalu dikondisikan untuk dekat dengan Al-Quran.

Mengobati Epilepsi dengan Al-Quran

Saya sering menyampaikan kepada santri yang sedang sakit epilepsi untuk menanamkan keyakinan bahwa penyakitnya akan sembuh dengan Al-Quran. Allah Swt menyatakan bahwa di dalam Al-Quran terdapat obat penawar bagi orang-orang yang beriman. Bukan saja untuk mengatasi penyakit ruhani, akan tetapi juga untuk mengobati penyakit jasmani. Obat itu begitu dekat dengan kita. Kesembuhan dengan Al-Quran bukan hanya teori, dan saya akan membuktikannya.

Untuk memberi motivasi kepadanya, sering saya bacakan hadits dari Rasulullah Saw yang menceritakan seorang wanita yang datang kepada Rasulullah SAW. Wanita itu meminta didoakan Rasulullah agar bisa sembuh dari penyakit epilepsi yang dideritanya.

Sebenarnya, bisa saja Rasulullah mendoakan wanita itu dan tentu sudah pasti dikabulkan Allah SWT. Tapi, Rasulullah memberikannya sebuah tawaran. “Jika engkau mau, engkau bisa bersabar dan bagimu surga. Tapi, jika engkau mau sehat, aku akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu,” sabda Rasulullah.

Ternyata, wanita itu memilih untuk bersabar. “Aku pilih bersabar. Tapi, doakanlah aku, ketika penyakit epilepsiku kambuh, jangan sampai auratku tersingkap,” tuturnya. Kemudian, Rasulullah pun mendoakannya. (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini terus saya tanamkan padanya untuk menjadi motivasi bersabar dengan ujian Allah.

Satu hal yang saya kagumi dari santri ini adalah semangat dan perjuangannya dalam menghafal Al-Quran, setiap apa yang disuruh oleh ustadz atau target hafalan yang diminta oleh ustadz selalu dia penuhi, bahkan sekalipun malamnya dia harus berjibaku melawan penyakitnya itu, pagi hari dia masih bisa mendatangi saya dan setoran hafalan hari itu kepada saya.

Wahid Abdusasalam Bali dalam bukunya ‘Wiqaayatul Insaan’ membahas tentang Epilepsi dan menyebutkan hadis dimana Abdullah bin Mas’ud mengobati seseorang yang terkena epilepsi dengan memperdengarkan bacaan Al-Quran dan cara tersebut disetujui Nabi Muhamad Saw. Diriwayatkan dari Abu Ya’la dari Hanash Ash-Shanáani bahwa Ibnu Mas’ud membacakan Al-Quran kepada seseorang yang terkena epilepsi. Ketika Nabi bertanya sura apa yang beliau baca. Ibnu Mas’ud menjawab ayat terakhir dari surat Al-Mukminun dari ayat أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا sampai akhir surat. Nabi mengatakan, sekiranya ayat ini dibacakan kepada gunung, niscaya bisa hancur’. (Al-Haistami mengatakan dalam hadis ini ada Ibnu Lahi’ah yang dikenal dhaid namun statusnya menjadi hasan karena perawi lainnya shahih)

Menurut Ibnu Qayyim, Ibnu Taimiyyah biasa mengobati orang yang terkena epilepsi dan mengeluarkan setan yang ada di tubuh pasien. Jika setan itu sulit disuruh keluar, terkadang syaikhul Islam menggunakan pukulan. Setelah itu, pasien akan sadarkan diri dan tidak merasa sakit sedikitpun.

Dan terkadang Ibnu Taimiyyah mengirimkan orang untuk berkomunikasi dengan setan yang merasuk dalam tubuh penderita epilepsi. Utusan itu akan berkata, ‘Syaikh berpesan kepadamu, keluarlah, jasad ini tidak halal bagimu. Maka pasienpun langsung sadarkan diri.

Menurut Ibnu Qayyim, Syaikhul Islam sering membacakan ayat surat all-Mukninun ayat 15. Selain itu, beliau juga biasa mengobati epilepsi dengan ayat kursi, meminta pasein banyak membacanya ditambah surat mauízatain (surat an-Nas dan al-Falaq).

Alhamdulillah dengan Al-Quran, obat herbal dan cara cara penyembuhan epilepsi yang saya baca, berpengaruh kepada santri saya, di akhir kelas tiga SMP, dia sudah sembuh meskipun belum total dan akan meneruskan belajarnya di pesantren daerah Bogor kota.

Saya hilang kontak dengan beberapa santri saya, termasuk yang pernah sakit epilepsi ini, saya hanya berdoa agar dia diistiqamahkan dalam menghafal Al-Quran.

Semoga menjadi inspirasi dan semangat untuk menjaga dan menghafal Al-Quran.

Doa untuk Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Berikut adalah doa-doa yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit secara umum termasuk penyakit Epilepsi.

Sebelum berdoa kepada Allah Swt meminta kesembuhan disyariatkan memperbanyak doa shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan membaca asma-asma Allah yang agung (ismul a’dham) yang dimana suatu doa diirigin dengan ismul a’dham akan diijabahi oleh Allah Swt sesuai dengan kehendak-Nya.

حَسْبِ اللهُ لا إله إلا هو،عليه توكلت وهوربَ العرش        

Hasbiyallahu laa ilaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘adziim

“Cukuplah bagiku Allah, Tiada Tuhan selain-Nya, kepada-Nya aku bertawakal dan Dialah pemilik Arsy yang Agung.”

أَعُوذُ بِِاللهِ وَقُدرَتِههِ مِن شَرِّّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِِرُ

A’uudzu billaahi wa qudratihii min syarri maa ajidu wa uhaadziru

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaannya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

“Allohumma innii i’udzu bika minashshomami wal bukmi wal junuuni wal judzaami qal baroshi wa sayyiil asqoom”

“Ya Alloh, Sesungguhnya aku berlindung kepada Mu adri tuli, bisu, gila, kusta/lepra, sopak, & penyakit-penyakit yang ganas lainnya.”

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman

“Wahai Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Sumber Bacaan:

Muhammad Abdul Ghoffar, Penyembuhan dengan Doa & Zikir Rasulullah Saw, Jakarta: Al-Mahira, Cet. 1, 2006. (GBook)

Abdul Mun’im Qindil, The Healing Book: Mengungkap Kandungan Medis Al-Qur’an, Yogyakarta: Qudsi Media, 5 Feb 2018. (GBook)

Wahid Abdussalam Bali, MAN’S PROTECTION AGAINST JINN AND SATAN: وقاية الإنسان من الجن والشيطان [إنكليزي/عربي]. Libanon: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyyah, Cet. 4, 2014. (GBook)

Penelitian Jumal Ahmad tentang Efektivitas Metode Pakistani di Pesantren Tahfidz Bina Qolbu. (pdf)

24 pemikiran pada “Al-Quran Sebagai Penawar Epilepsi”


  1. https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsAssalamu’ alaykum anak sy baru sja menderita penykit epilepsi ketka usiax 18 thn.ini.sy sangat sedih sdh 4 x kambuh skg lgi komsumsi obt doktet yg hrs diminum slma 2 thn.dia blm ditrima dipesantren krn pesantren minta ank yg sehat.jadi skg dirmh dulu menghafal qur’anx mudah2 an terapi qur’an dgn izin Allah SWT epilepsi yg diserita ankx sy bisa sembuh.wassalam.mhn doax ustax ank sy namax moh rezky al’gifahri

  2. Waalaikum Salam wr wb.
    Yakin bu, dengan kekuatan Al-Quran anak ibu, Rezky Al-Ghifari akan sembuh dan menjadi anak shalih, insya Allah saya dan pembaca blog ini mendoakan ananda lekas sembuh dengan izin Allah.
    Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.

  3. Waalaikum Salam wr wb.
    Terima kasih atas komennya di blog sederhana ini.

    Selanjutnya, kami doakan agar Putri dan ibu besrta keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam melaksanakan segala ikhtiar untuk si putri tercinta.

    Saya sarankan agar ibu melakukannya segala cara yang bisa dilakukan, seperti dengan memeriksakan Putri anda ke dokter untuk mendapatkan Obat anti Epilepsi (OAE) yang pemberian dosisnya menurut petunjuk dokter.

    Atau menggunkan diagnosa holistik dan analisa tepat yaitu dengan:
    1. Akupunktur, bermanfaat dalam menstimulasi-memperbaiki saraf Otak melalui titik meridian otak, berfungsi sebagai anestesi alami, membantu relasasi saraf otak, membangun metabolism dan perbaikan fungsi organ tubuh
    2. Bekam atau hijamah-atau cupping blood, berfungsi mengeluarkan sel darah yang rusak atau mengeluarkan toksin yang mungkin ada dalam darah, mencegah penggumpalan darah, memperbaiki organ tubuh dan bekam pada titik kepala dapat memperbaiki fungsi jaringan syaraf otak.
    3. Herbalogi, yaitu terapi herbal yang bermanfaat dalam pendampingan-penyembuhan dengan fokus efektifitas herbal : herbal memperbaiki dan nutrisi untuk saraf otak
    4. Ruqyah syariah atau Qur’ an Healing adalah metode terapi mendengarkan Ayat suci Al Qur’ an yang berfungsi stimulasi otak secara simultan. Dalam hal ini ibu cukup memperdengarkan bacaan kepada Putri anda secara rutin jika dia tidak berkenan membacanya.

    Diatas semua itu, hendaknya ibu meyakini sepenuhnya bahwa sehat dan sakit berada dalam ketentuan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sangat banyak hikmah serta keutamaan di dalamnya bagi mereka yang bersabar dengan mengharap pahala Allah Ta’ala semata. Teruslah memohon kesembuhan pada Allah Ta’ala dan janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kesabaran dan kesembuhan pada sang Putri tercinta.

    Terakhir, biasakan membacakan doa kesembuha ini kepada sang Putri dengan didahului membaca Al-Fatihah,
    dengan mengusapkan tangan kanan kemudian berdoa dengan doa berikut:

    اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذهِبِ البَأسَ اشفِ أَنتَ الشَّافِيء لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahuma rabbannas, adz-hibil ba’sa isyfi antasy-syafi laa syifa’a illa syifa’uka, syifa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan Manusia, hilangkanlah rasa sakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari Mu. Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakit apapun.”


  4. https://polldaddy.com/js/rating/rating.js
    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsAssalamualaikum ustadz…anak sy,perempuan mulai umur 1 thn mulai kejang demam..stiap demam slalu kejang. D ktika usia lebih kurang 6 thn dia mulai mngidap epilepsi..brbagai usaha medis,herbal,pengobatan altrnatif udh sy coba namun hasilnya nihil,bahkan brtambah parah..skrang ini slain medis,herbal,,pngobatan alternatif sy jg slalu mmbacakn ayat2 pnyembuh/syifa baca qur’an,yasin 41 yg sy tujukn u/kesembuhannya n ,,ttapi sianaknya sndiri kurang mau klw sy suruh baca apalagi mnghafal qur’an. Krn dia slalu kejang emosinya agak trganggu,mau menang sndiri d sulit utk brsosialisai dg lingkungannya..apa yg hrs sy lakukan lg ustadz??mohon maaf sbelumnya wasslm…

  5. Belum ada doa yang khusus untuk penyakit Epilepsi tapi anda bisa menggunakan doa umum yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw kepada orang yang sakit.

    Pertama, baca dulu shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dengan bacaan shalawat yang anda mampu.

    Syaikh AlHuwaini terus membacakan shalawat ketika beliau sakit: https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2017/04/10/terus-bershalawat-ketika-sakit/

    kemudian membaca doa berikut. Ini adalah salah satu doa kesembuhan yang dibaca Rasulullah SAW untuk keluarganya sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.

    Doa ini adalah doa kesembuhan Nabi Ayyus As

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

    Sakit pun memiliki hikmah: https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2016/11/24/hikmah-sakit/

  6. Assalamualaikum.wr.wb Saya seorang Ayah dari seorang anak yang baru berusia 4tahun dan mengidap epilepsi, selama ini saya hanya berobat ke dokter dan diberikan obat sesuai resep dari dokter. Saya sangat sedih ketika mendengar penjelasan dokter dari hasil EEG bahwa anak saya terkena epilepsi, namun anak saya yang ini tidak mengalami kejang hanya sering menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang “keselek menelan makanan” dalam sehari bisa lebih dari 15 kali rasa itu yang dia rasakan. Pertanyaannya Adalah Traphy Medis Lewat Al-Qur’an selain metode menghafal dikarenakan anak saya masih kecil..?

  7. Terima kasih bisa berbagi ilmu, kebetulan anak saya juga epilepsi sejak umur 18 bulan sampai saat ini sudah berumur 3,5 tahun

  8. Sering diperdengarkan ayat-ayat Ruqyah karena Alquran itu mukjizat, Alquran juga sebagai penyembuh penyakit di dalam dan diluar.

    Meskipun masih kecil, Pengaruh Alquran tetap akan terasa.

  9. Seperti jawaban kami untuk teman pembaca sebelumnya, sila perbanyak membacakan atau memperdengarkan secara rutin bacaan-bacaan ruqyah.

    Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata ketika memberikan komentar terhadap hadits yang menyebutkan tentang wanita yang menderita ayan (epilepsi) yang kami sebutkan di artikel di atas.

    “Dalam hadits ini ada dalil bahwa pengobatan seluruh penyakit dengan doa dan bersandar kepada Allah SWT adalah lebih manjur serta lebih bermanfaat daripada dengan obat-obatan. Pengaruh dan khasiatnya bagi tubuh pun lebih besar daripada pengaruh obat-obatan jasmani”.

    Ini sebagai penjelasan ulama yang menguatkan kekhasan pengobatan dengan Metode Nabi (Think Nabawi), di antaranya melalui Ruqyah Syar’iyyah.

  10. Alhamdulillah terima kasih banyak manfaat kpd saya..sbb ibu saya dah lama kena sakit ni dr adik yg bungsu.dan km baru perasan ketika kami menjaha dia dlm uzur sakit.

  11. Kalo sy Skt dr usia bayi 9bulan n di usia 8 tahun Skt sy mulai merasakan nikmat ada aja yg mengajak sakit, setelah itu sy rasakan ketakutan mati(sebelumnya ada dialam lain hingga saat ini) itupun kalo sy niat memperbaiki diri dlm suasana agama, berbeda kalo sy ada suasana berfoya-foya (itupun selalu)

  12. Kebesaran allah swt melalui doa dan perantara saya sejak umur 18 thn dibangku sma mrngalami peyakit epilepsi hdp sellui dijahui dan dihina hampir putus assa hidup ,,, melalui pelajaran agama allah swt alhamdhulilah walaupun saya msh kabuh tp tetep srmangat nrima keadaan yg ditakdirkan allah swt,,,dgn kuasa allah saya sendiri diberi nikmat puya istri dan anak bahkan diberi usaha diproperti yg bs menghendel beberpa pekerja2 yg menemani ku dalam usaha menafkahi keluarga … semua ku krmbalikan allah tak akan memberikan kekurangan musibah diatas kemampuan kita ??gimana kita bs untuk MRNJADI MANUSIA YG BERSYUKUR

  13. Ya Allah angkatlah penyakit’ hamba mu.ini dari kejang” dan jauh kan dari penyakit’ ini agar hamba bisa membahagiakan ke dua orang tua hamba… mohon doa ya Rabb…. aminnn, amin ya rabbal Allah minn

  14. Ya Allah sembuhkan lah cepat hamba dari penyakit epilepsi ini , agar supaya hamba dapat mudah beraktivitas dan menolong kedua orang tua hamba …
    Aamiin aamiin ya rabbal’alamiin …

  15. Terima kasih ustadz Jumal ahmad
    Penjelasannya Sangat membantu sekali
    Terutama bagi kami, seorang ibu yang memiliki anak yg bergejala epilepsi.
    Memberikan semangat utk membantu anak dalam penyembuhan melalui Alquran.
    Penjelasan ttg Alquran ini memberikan pula harapan ditengah ke pedihan dan kehancuran hati dr seorang ibu yg melihat anak nya bergejala epilepsi.
    Allah memang Maha baik.
    Al quran selalu menjadi penawar dlm sakit apa pun.
    Alquran pula pemberi semangat hidup.
    Alquran pun pembersih noda dihati.
    Memang Sudah sejak lama Suami saya yakin bahwa Alquran adalah penyembuh dan penawar sakit manusia.
    Tp penjelasan dr ustazd semakin membantu memperjelas ttg Alquran

    Terima kasih

  16. Alhamdulillah, terharu dengan tulisan Ibu, semoga ananda/adinda diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT. Al-Quran adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad, mukjizatnya bisa diluar akal dan kemampuan manusia, maka terus tanamkan keyakinan dan kecintaan kepada Al-Quran.

    Tolong teruskan membaca doa mencintai Al-Quran berikut;

    اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ وَنُورَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

    “Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putra dari hamba-Mu, putra dari umatmu. Ubun-ubunku ada di genggam-Mu, menerima segala keputusan-Mu, dan memandang adil apa saja hukum-Mu. Aku memohon dengan asma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-Quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku”.

    Maka pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya. Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya?”. Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”. (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

    Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”. Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”. (HR. Hakim)

    Selengkapnya di tautan ini:
    https://ahmadbinhanbal.com/doa-mencintai-al-quran/

Tinggalkan Balasan