Lailatul Qadar di Luar Ramadan

Video di atas adalah cuplikan kajian Dai Mesir bernama Khalid Aljundi yang ditayangkan di TV MDC. Khalid menyebutkan pendapat Abu Hanifah yang berbeda dengan pendapat imam mazhab lain yaitu Syafii, Malik dan Ahmad bahwa Lailatul Qadar bisa didapatkan sepanjang tahun, bukan hanya di bulan Ramadan.

Menurut Aljundi, kemuliaan dan berkah Ramadan yang datang untuk manusia akan terus dirasakan selama manusia meyakini dan terus mengikat diri kepada Allah. Bisa jadi seseorang menggunakan malamnya untuk mendekat pada Allah dengan berdoa, taat dan shalat lalu Allah menerima doanya dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Apa saja yang kita lakukan untuk mendekat kepada Allah menjadi Lailatul Qadar baginya.

Pendapat ini memahami bahwa lailatul qadar adalah setiap malam yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Malam pendekatan itu tentu tidak hanya terjadi pada bulan Ramadhan, tapi juga bisa terjadi pada bulan lain.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rahmat Allah turun tiap malam ke dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Kukabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Kuberi; siapa yang mohon ampun kepada-Ku, akan Kuampuni,” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan rahmat Allah SWT turun tiap hari, khususnya di pertengahan malam. Sebab itu, dianjurkan memperbanyak ibadah pada pertengahan malam.

Menurut Hamka, manusia bisa memperoleh suasana tentram dan damai, serta terkabulnya doa seperti yang ada pada malam Lailatul Qadar. Beliau mendalilkan ini dengan firman Allah berikut:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٣٠

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Qs. Fusshilat [42]: 30)

Hamka memberikan kesimpulan bahwa suasana Lailatul Qadar pun ada di luar Ramadan. Suasana itu adalah anugerah Ilahi kepada hamba-Nya.

Hamka berpendapat bahwa Amirul Mukminin, Umar bin Khattab mendapat Lailatul Qadr di luar Ramadhan. Pada suatu malam yang kata Hamka menentukan arah hidup manusia yang awalnya benci dan ingin membunuh Rasul berubah memeluk Islam. Umar peroleh usai membaca surah Thaha. Selain Umar, orang shaleh seperti Fudhail bin Iyyadl dan Syeikh Muhammad Jamil Jambek memperoleh anugerah yang nilainya lebih 1000 bulan.

Tentang kisah Fudhail bin Iyadh, Hamka menyebutkan pada malam Qadr itu malaikat hadir membisikkan kebaikan kepadanya, sehingga ia merasa tenang dan damai dalam “pelukan” Tuhan. Malam tersebut merupakan titik awal dari penetapan Allah bagi perjalanan hidupnya yang tadinya buruk menjadi baik.

Jangan berpisah dengan Ramadan.  Sepanjang tahun bersama dan setiap malam adalah Lailatul Qadar. Ramadan bukan sebuah bulan, akan tetapi pola hidup dan awal perubahan. Berikan kesempatan Ramadan untuk hidup bersama sepanjang tahun, “Dan sembahlah Rabb-mu sampai datang kematian kepadamu” (Qs. Al-Hijr: 99)

Sumber:

Hamka, Renungan Tasawuf, 2002, hal 73-76, dan 83.

YouTube

4 pemikiran pada “Lailatul Qadar di Luar Ramadan”

  1. Ya mas Def.
    Perbedaan kedua pendapat ini terletak pada pendefinisian lailatul qadar itu sendiri. Kalau yang dimaksud lailatul qadar adalah malam pendekatan diri, maka itu bisa saja terjadi pada bulan yang lain, karena Allah SWT selalu membuka pintu rahmat-Nya.

    Adapun kalau yang dimaksud lailatul qadar adalah bulan yang paling mulia dibanding seribu bulan, sebagaimana dipahami banyak orang, maka kemungkinan besar hanya terjadi di bulan Ramadhan. 

    Lailatul Qadar dengan pengertian dan cara mencarinya hanya bisa didapatkan oleh orang Muslim. Dan apakah non muslim bisa mendapatkan dengan yang semisalnya sepertinya perlu kajian yang mendalam.

  2. Assalamualaikum wr.wb,

    jumal ahmad yg dimuliakan Allah.

    Rahasia Lailatul Qadar,

    (1). إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
    Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.

    (2). وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
    Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

    (3). لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
    Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
    .
    siapakah yg lebih baik dari pada cahaya seribu bulan?
    sudah tentu cahaya Allah S.W.T, mengapa kebanyakan muslim tidak mengerti?
    bukankah Allah adalah cahaya di atas cahaya?
    bukankah alquran itu adalah cahaya?
    bukankah cahaya (firman) itu telah masuk dalam hati rasulallah agar disampaikan kepada ummatnya?
    alquran adalah rahmat dan rahmat itu juga dalam bentuk pengampunan dan sebagainya.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

Tinggalkan komentar