Nasib Guru di Pedalaman Indonesia

Dulu sampai sekarang, guru menjadi profesi yang sering diimpikan anak-anak. Namun, ternyata tak mudah untuk menjadi seorang guru. Setelah mengikuti pendidikan, guru harus beradaptasi mengajar sesuai dengan wilayah tempat ia ajar.

Salah satu lokasi tempat mengajar yang diperlukan ekstra kesabaran yakni di pedalaman.

Berikut adalah perjuangan guru-guru di pedalaman Indonesia.

1.  Gaji Sedikit

Gaji merupakan hal utama dalam sebuah pekerjaan. Namun, bagi guru di pedalaman,  mereka harus bersabar untuk mendapatkan gaji.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, guru lokal mempunyai cara tersendiri. Di daerah pantai, guru sering pergi berlayar untuk mendapatkan ikan. Di daerah pegunungan, guru sering berkebun untuk mendapatkan sayur-sayuran dan buah-buahan.

2.  Lokasi Sekolah Jauh

Guru-guru di Kec. Siberut Selatan harus menyusuri sungai mengendarai sampan untuk sampai ke sekolah atau berjalan berkilo-kilo untuk sampai ke sekolah, jalan yang ditempuh jelek dan berlumpur.

3.  Menguasai Bahasa Daerah

Saat awal mengajar, guru pendatang yang mengajar di Kec. Siberut Selatan sering ditertawakan oleh siswa. Lantaran guru berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan anak-anak terbiasa berbicara dengan bahasa daerah.

Maka dari itu, guru harus mengetahui bahasa daerah terlebih dahulu. Setelah itu baru dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.

4.  Membujuk Anak untuk Sekolah

Selain mengajar anak-anak, guru di pedalaman pun harus melakukan sosialisasi ke orangtua siswa mengenai pentingnya sekolah. Kadang-kadang banyak anak yang tiba-tiba tidak masuk ke sekolah lagi. Guru harus bertemu langsung ke rumah untuk mengetahui kondisi siswa.

Kadang anak-anak merasa malas, ingin ikut bekerja ke ladang, atau orangtuanya tidak memberikan dukungan untuk bersekolah. Di sinilah peran guru sangat diperlukan. Guru harus mensosialisasikan pentingnya bersekolah kepada siswa dan orangtuanya.

Baca juga:   Harapan untuk Pendidikan di Pedalaman Mentawai

5.  Jumlah Guru Sedikit di Satu Sekolah

Dalam satu sekolah, jumlah guru tidak sesuai dengan siswa. Di salah satu SD Dusun Buttui, Kec. Siberut Selatan, hanya mempunyai 4 orang guru. Guru di sana dituntut untuk bisa mengajar semua kelas. Bahkan, jika ada guru yang tidak masuk karena sakit, maka guru yang masuk harus menggantikannya dan mengajar beberapa kelas.

Segala perjuangan yang guru-guru lakukan di pedalaman Indonesia ini semata hanya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Sahabat, mari kita doakan guru-guru di pedalaman Indonesia agar mempunyai fasilitas mengajar yang lebih baik. Semoga perjuangan guru-guru di pedalaman menjadi amal jariyah dengan pahala yang tidak terputus sampai di akhirat kelak. Aamiin.

Jumal Ahmad/APB

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

2 Comments

  1. MasyaAllah semoga setiap langkahnya diberi pahala disisiNya dan semoga pemerintah HADIR di “dunia guru” (khususnya) daerah pedalaman, keep spirit and succes

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *