PAUD dan SD di Dusun Buttui

Buttui adalah nama salah satu dusun yang ada di desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sekolah ini berdiri di atas tanah KBB (Kawasan Bakt Bangsa) milik Aksi Peduli Bangsa.

Penduduk di Buttui sangat membutuhkan uluran tangan-tangan pendidik, mereka masih belum mengenal dunia luar dan masih banyak penduduk yang menggunakan pakaian dari kulit pohon. Butuh uluran tangan para pendidik yang mengabdi kepada bangsa dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial bidang pendidikan demi pemerataan pendidikan di Indonesia.

Di tahun 2015 pemerintah membangun SDN di Buttui dan dipakai di tahun 2016 di tahun ajaran baru. Sekolah ini masih sangat kekurangan, baru ada 3 lokal kelas. Karena keterbatasan ruangan mereka terpaksa menjadikan satu ruangan dua kelas. SD ini belum memiliki kantor, perpustakaan, toilet, buku pelajaran pun masih menggunakan buku paket pegangan guru. 

Di tahun yang sama 2015, Aksi Peduli Bangsa membangun sekolah PAUD dan TK di dusun Buttui, karena jarak SD Buttui tidak terlalu jauh dengan komplek kawasan bakti bangsa, dan ada aturan dari pemerintah larangan membangun sekolah dengan jarak yang terlalu dekat, maka Aksi Peduli Bangsa membangun PAUD di Dusun Buttui. 

Kegiatan KBM sudah mulai di PAUD ini, bangunan kelasnya terbuat dari bahan baku yang sebagian besar dari alam Buttui berupa bambu, kayu kelapa dan tanah liat. Bambu dan kayu merupakan material yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi kokoh dan kuat. Meskipun serba kekurangan, kita melihat semangat guru guru disana sangat besar, karena pendidikan sangat penting. 

Salah seorang yang berjasa mengembangkan PAUD ini adalah Bapak Jujat Hermawan, S.Pd dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, meskipun alumni Biologi tapi memiliki perhatian besar dalam pendidikan anak usia dini, beliau lah yang telah berhasil menjadikan TK Tunas Bakti Bangsa salah satu yang terbaik dan percontohan di Kepulauan Mentawai.

Semoga ke depan, pembangunan aspek pendidikan di dusun Buttui akan lebih baik lagi dengan dukungan dari masyarakat Indonesia. Nantinya, pembangunan akan menular bukan hanya di daerah pedalaman dan tertinggal seperti Mentawai, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. 

Foto Kegiatan PAUD Tunas Bakti Bangsa

Tinggalkan komentar