Sehari di Pesantren Al-Aziz Bandung

Sebuah pesantren berdiri megah di daerah Bandung Barat, di jalan Gandrung, desa Jambudipa. Saya berkunjung bersama Farhan dan dua tamu dari Aljazair yang ingin studi banding pesantren di Indonesia dan salah satu yang dituju adalah pesantren Al-Aziz di Bandung.

Pesantren Al-Aziz berdiri tahun 2015 dan diresmikan langsung oleh mantan Gubernur Jabar, Bapak Ahmad Heryawan. Tanahnya milik salah satu konglomerat di Bandung, bapak Aziz Syarif yang kemudian memberikan wasiat kepada anaknya untuk mendirikan pesantren dan semua kebutuhan ditanggung oleh pihak Yayasan.

Salah satu misi dan cita-cita pesantren Al-Aziz adalah melahirkan siswa berkarakter qurani, berakhlak mulia, cerdas, memiliki jiwa kepemimpinan dan entrepreneurship.

Dari sisi tempat. Suasana di pesantren Al-Aziz cocok untuk menghafal Alquran karena tempatnya yang sejuk, jauh dari hingar bingar kota dan membuat suasana fokus menghafal, suasana dingin seperti pesantren di Bina Qolbu Bogor.

Selain tempat, beberapa kelebihan yang saya dapatkan adalah sebagai berikut:

  • Semua ustadz dan santri diwajibkan tidur lebih awal pada jam 8 malam dan bangun jam 3 pagi untuk shalat Tahajud.
  • Jam belajar malam dipindahkan pada jam 3 selepas shalat Tahajud atau mengulang hafalan Alquran.
  • Mambaca zikir pagi dan sore berjamaah setiap selesai shalat subuh dan shalat ashar.
  • Shalat dhuha dan tadabbur Alquran.
  • Makan dan mencuci sudah disiapkan pesantren sehingga santri lebih fokus belajar dan menghafal Alquran.
  • Kegiatan belajar mengajar tidak terpaku didalam kelas tetapi fleksibel dan bisa dimana saja.
  • Lab komputer yang lengkap dan koneksi wifi yang bagus.
  • Menerapkan pendidikan berbasis riset (project based learning) yang saat ini belum banyak diterapkan di Pesantren di Indonesia.
  • Menerapkan pendidikan berbasis entrepreneurship.
  • Tidak menerapkan hukuman kepada murid namun lebih kepada konsekuensi logis atas perbuatan santri yang mendorong tumbubnya kesadaran santri terhadap aturan pondok, bukan merasa dipaksa.

Semoga pengalaman ini bermanfaat dan membantu siapa saja yang ingin lebih mengenal pesantren Al-Aziz.

Insya Allah di pesantren Al-Aziz ini saya akan mengadakan penelitian untuk tesis saya dalam bidang pendidikan tentang ‘Reflective Practice dalam Pendidikan Agama Islam’. Reflective Practice bisa menjembatani model dua pesantren yang saat ini berkembang di Indonesia yaitu pesantren modern dan pesantren salaf dalam mengembangkan critical thinking dan reflective thinking. Semoga bisa berjalan dengan lancar, dimudahkan dan selesai tepat waktu.

Info lengkap ada di website pesantren Al-Aziz: http://al-aziz.sch.id

Foto kunjungan saya bersama dua teman dari Aljazair.

3 pemikiran pada “Sehari di Pesantren Al-Aziz Bandung”

Tinggalkan komentar