Doa Perlindungan Saat Angin Bertiup Kencang

Doa Perlindungan Saat Angin Bertiup Kencang – Postingan sebelumnya kami menyampaikan doa dari Nabi Muhamad SAW ketika hujan turun dengan deras atau ketika banjir. Namun cuaca hari ini dan beberapa hari ke depan nampaknya akan lebih ekstrem. BMKG menyebutkan wilayah Jakarta dan Jawa Barat harus siaga terhadap cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat yang disertai angin kencang.

Maka ahmadbinhanbal.com mencoba menambahkan doa perlindungan ketika angin kencang mulai muncul. Kami menegaskan bahwa angin bertiup demikian dengan ketentuan Allah SWT maka kita meminta Perlindungan hanya kepada Allah dengan mengucapkan zikir dan doa seperti yang diajarkan Nabi SAW.

Beberapa masyarakat kita yang awam, masih ada yang percaya dengan ilmu ghaib yang bisa meredakan badai, dan dalam tata caranya menggunakan cara yang tidak syar’i seperti dengan menulis permulaan surat dalam Al Qur’an pada pecahan genting atau pecahan papan atau pada batu. Kemudian lemparkan ke arah ombak yang menggunung, maka badai akan reda.

Apa yang perlu kita lakukan saat angin bertiup kencang adalah berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah Swt, bukan percaya pada ilmu ghaib atau malah mencela dan mencaci-makinya. Betapapun kencangnya anign yang berhembus, kita harus tetap menjaga lisan kita dari segala bentuk cacian dan makian.

Rasulullah Saw melarang keras perbuatan mencaci maki angin dan mengajarkan kita agar berdoa meminta kebaikannya dan berlindung dari keburukannya. Rasulullah Saw bersabda:

الرِّيحُ من رَوْحِ الله، تأتي بالرَّحمة، وتأتي بالعَذَاب، فإذا رَأَيْتُمُوهَا فَلاَ تَسُبُّوهَا، وسَلُوا الله خَيرها، واسْتَعِيذُوا بالله من شرِّها

“Hembusan angin adalah rahmat Allah, terkadang mendatangkan rahmat dan terkadang mendatangkan siksa. Apabila kalian merasakannya maka janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allah kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya”. (Hadis sahih – Diriwayatkan oleh Nasā`i).

Rasulullah Saw selalu menghimbau orang beriman supaya senantiasa ingat kepada Allah agar mereka selalu dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Allah. Azab yang telah menimpa kaum terdahulu disebabkan kesalahan mereka. Maka Nabi ketika melihat angin kencang segera memohon perlindungan kepada Allah agar menurunkan kasih sayang-Nya agar angin yang sedang bertiup kencang tidak menjadi azab.

Saat melihat dan merasakan angin bertiup kencang, hendaklah kita mengucapkan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw berikut:

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila angin bertiup kencang beliau berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa fii haa wa khaira maa ursilat bihi wa a-uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fii haa wa syarri maa ursilat bihi”

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim, no. 2122)

Doa saat angin bertiup kencang
Doa saat angin bertiup kencang

Dari Ubai bin Ka’ab dengan redaksi lain. Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian mencaci angin. Lalu apabila engkau melihat yang tidak menyenangkan, maka berdoalah:

اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيْحَ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيْحَ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ

“Allahumma inni as-aluka min khairi haa-dzihihiirih wa khairi maa fiihaa wa khairi maa umirat bihi wa na-uudzubika min syarri haa-dzihiirrih wa syarri maa fiihaa wa syarri maa umirat bihi”

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Al-Tirmidzi)

Doa perlindungan saat angin bertiup kencang

Doa Lain Saat Angin Bertiup Kencang. Dari Salamah bin ‘Amr bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Nabi Saw apabila angin bertiup kencang, beliau Saw berdoa:

اللّهُمَّ لَقْحًا لاَ عَقِيْمًا

Allahumma laqihan laa ‘aqiima.

Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air, bukan membawa kegersangan [Al Adabul Mufrad]

Laqhan artinya angin yang membawa air, seperti punuk unta yang selalu membawa air. Dalam surat Al-Hijr disebutkan ayat وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ yang artinya “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan” maksudnya membawa awan, tanaman dan sebagainya.

laa ‘aqiima artinya angin yang tidak membawa air, seperti hewan mandul yang tidak memiliki anak.

Doa perlindungan saat angin bertiup kencang

Disebutkan hadis riwayat Abdullah bin Abbas, bahwa tidaklah angin bertiup kencang, ketika Nabi Muhammad Saw dalam kendaraannya kemudian membaca.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً، وَلَا تَجْعَلْهَا عَذابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْها رِيْحًا

ALLOHUMMAJ’ALHA RO_HMATAN WALAA TAJ’ALHA ‘ADZAABAN, ALLOHUMAJ’ALHA RIYAA_HAN WALAA TAJ’ALHA RII_HAN.

“Ya Allah jadikan angin ini sebagai rahmat dan jangan jadikan sebagai adzab. Ya Allah jadikan angin ini pembawa berita gembira, dan jangan jadikan angin ini pembawa azab.” (HR. Asy-Syafii, berdasar kitab Al-Adzkaar An-Nawawi halaman 163)

Doa ini mengandung makna yang agung, redaksinya bisa kita temukan dalam ayat Al-Quran. Kata رِيْحًا sering berkonotasi azab, seperti dalam surat Al-Qamar ayat 19, {إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا}, Surat Az-Zariyat ayat 41 {أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ العَقِيمَ}, Surat Al-Hijr ayat 22 {وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ}. Dan berkonotasi baik dalam surat Ar-Rum ayat 46 {وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ}.

Maka dengan ayat ini menjadi jelas makna permohonan yang terkandung dalam hadits yaitu Ya Allah jadikan angin ini pembawa berita gembira, kebahagiaan dan ketenangan sebagaimana Engkau sampaikan dalam kitab-Mu dan jangan jadikan angin ini pembawa azab dan kejahatan, sebagaimana Engkau sampaikan dalam kitab-Mu.

Baca keterangan IslamWeb di link ini.

Doa perlindungan saat angin bertiup kencang

Membaca doa-doa di atas, kita akan disadarkan oleh keimanan dan ketauhidan kita bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menciptakan angin, Dia yang mendatangkan angin dan Dia pula yang mengendalikannya. Karena itu, hendaknya kita hanya kembali pada-Nya, meminta kebaikan, dan memohon perlindungan kepada-Nya. Sebab hanya Dia lah yang sanggup mendatangkan kebaikan dan menyingkirkan malapetaka.

Selain membaca doa tersebut, kita dianjurkan untuk membaca Mu’awidzatain yaitu surat Alfalaq dan surat Al-Annas.

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra berkata, “Suatu saat, aku berjalan bersama Rasulullah saw di tempat antara Juhfah dan Abwa’. Tiba-tiba kami diselimuti angin dan gelap yang pekat. Maka Rasulullah berta’awudz ‘Qula’uudzu birabbil falaq dan Qula’uudzi birabbin nas. Kemudian beliau bersabda, ‘Hai Uqbah, mintalah perlindungan dengan keduanya. Tidak ada seorang pun yang berlindung (lebih baik) seperti keduanya“. (HR. Ubnu Mardawaih, Baihaqi, dan Hakim menshahihkannya).

Muawizatain-surat annas dan alfalaq
Muawizatain-surat annas dan alfalaq

Berdasarkan hadis Uqbah di atas, kita bisa membaca Mau’izatain bukan hanya saat angin kencang, tetapi juga dalam keadaan gelap atau perasaan takut lainnya. Membaca mauizatain bersama doa ma’stur lainnya untuk menjaga diri ketika pagi hari dan sore hari.

Sebagaimana pertanyaan di twitter kepada akun Al-Istisyarat Al-Hadiitsah

Terima kasih.

[Jumal Ahmad]

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

5 Comments

  1. Betul, demikian indahnya Islam, semua ada doa sebagai bentuk kontak transedental dengan Tuhan, apa yang kita alami dan kita rasakan di dunia ini tidak lepas dari campur tangan Allah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID