Analisa Pengaruh Al-Qawaid Al-Ushuliyyah Dan Fiqhiyyah Terhadap Perbedaan Pendapat Dalam Fiqih (Kasus Hukuman Untuk Tindak Pidana Korupsi)

Abstrak

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pengaruh Qawaid Ushuliyyah dan Qawaid FIqhiyyah terhadap perbedaan pendapat dalam fiqih yaitu kasus hukuman untuk tindak pidana korupsi. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini untuk mengetahui istilah dalam Al-Quran dan Hadits yang pengertian dan unsurnya terkandung dalam pengertian korupsi. Istilah tersebut adalah: ghulul (penggelapan), risywah (suap), ghasab (mengambil secara paksa hak/harta orang lain), sariqah (pencurian), dan khiyânah (pengkhianatan). Dari ayat tersebut dikeluarkan hukum korupsi dengan didukung kaidah fiqih dan ushul fiqih yang sesuai.

Hukuman tindak pidana korupsi bisa dalam bentuk ta’zir (hukuman yang dianggap setimpal dan menjerakan menurut ijtihad hakim) dan bisa dianalogikan dengan tindak pencurian, walaupun tidak sama persis. Namun, jika korupsi dinilai sebagai pencurian besar (as-sariqah al-kubra), maka tindak pidana korupsi adalah tindak hirabah atau qath al-thariq (perampokan). Alasannya karena kerusakan (mafasid) dari korupsi bersifat masif dimana yang diakibatkan korupsi lebih besar daripada kerusakan pencurian biasa yang bersifat individual.

Kata Kunci: Korupsi, Qawaid Ushul, Qawaid Fiqih

Selengkapnya:

PDF

Tinggalkan komentar