Doa dan Wirid Proteksi Diri dari Coronavirus

Doa adalah senjata orang Mukmin’, demikian sabda Nabi Saw. Hal ini disebabkan karena doa dapat dipakai untuk memerangi rasa kesendirian seorang hamba, melawan rasa putus asa, dan menentramkan hati. Sebagai inti ibadah, doa dapat digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah Swt, mengeluhkan berbagai kesulitan hidup, dan memohon segala sesuatu kepada-Nya.

Dari riwayat kehidupan Rasulullah Saw dapat kita ketahui bahwa hampir seluruh waktu keseharian beliau dihabiskan untuk berdoa, berzikir dan bermunajat kepada Allah Swt. Setiap pagi dan sore hari Nabi Muhammad Saw menganjurkan umatnya untuk membaca zikir sebagai penjagaan sehari penuh. Jika membaca doa pagi hari maka akan terjaga dari pagi sampai sore hari, dan membaca doa sore hari, akan terjaga sampai pagi hari kembali.

Doa ini semakin banyak dibaca semakin baik, maka tidak ada batasan jumlah dalam berdoa, jumlah tiga kali bisa dijadikan acuan minimal. Perbanyak berdoa lebih baik ketika hati terasa sakit dan keterikatan dengan Allah Swt sudah mulai melemah.

Doa

Terkait dengan doa virus Corona dalam judul di atas, kami tidak bermaksud menta’yin doa tertentu sebagai doa Corona . Sejatinya doa saja tidak cukup, menghadapi wabah atau penyakit juga harus disertai usaha pencegahan dan pengobatan kepada yang lebih ahli. Meski demikian, Darul Ifta’ di Mesir memberikan saran beberapa doa yang bisa digunakan untuk menghindari penyakit termasuk virus Corono. Doa, ruqyah dan zikir syar’i adalah petunjuk dari Nabi Saw sebagai bentuk perlindungan diri.

Setiap pagi dan sore, perbanyak membaca doa perlindugan berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“BISMILLAHILLADZI LA YADLURRU MA’ASMIHI SYAIUN FIL ARDLI WA LA FIS SAMAI WA HUWAS SAMI’UL ‘ALIM

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya tanpa izinnya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Nabi Saw menjamin bagi siapa yang membacanya setiap pagi dan sore, tidak akan terkena bencana apapun. Suatu ketika Aban bin Usman yang meriwayatkan hadis ini lumpuh, sehingga membuat orang-orang seakan tidak percaya dengan hadis yang dia riwayatkan, lantas Aban mengatakan, ‘Demi Allah saya tidak berbohong kepada Usman dan Usman tidak berbohong kepada Nabi, saat terkena musibah ini saya sedang marah dan lupa mengucapkan doa ini’.

Hal ini menunjukkan bahwa, sikap marah, tempramental yang labil baik rasa sedih, takut, ketawa dan tangis atau terjebak dalam syahwat dan kelalaian adalah sebab-sebab yang bisa menghalangi fungsi wirid ini sebagai benteng diri, bahkan bisa merusakkan fungsi tersebut, baik karena setan membuat orang tersebut lalai saat temperament yang tidak menentu tersebut datang, khususnya marah, marah berasal dari setan dan inilah yang terjadi pada Abban ra, atau fungsi tersebut menjadi lemah karena adanya temperamental yang labil tersebut. Maka tidak mengherankan jika seseorang tertimpa oleh sesuatu padahal ia telah membaca wirid, hal itu karena ia telah membuat celah bagi setan yang dimanfaatkan untuk masuk darinya.

***

تَحَصَّنْتُ بِذِيْ الْعِزَّةِ الْجَبَرُوْتِ. وَاعْتَصَمْتُ بِالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْتُ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ إِصْرِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ والْوَبَاءَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.

“TAHASSAHNTU BIZIL ‘IZZATIL JABARUUTI, WA’ TASHAMTU BILMULKI WAL MALAKUUTI, WA TAWAKKALTU ‘ALAL HAYYILLADZII LAA YAMUUTU. ISHRIF ‘ANNAA AL-BALAA’ WAL WABAA’. INNAKA ‘ALAA KULLIM SYAI-IN QADIIR.”

Artinya:

“Aku membentengi diri kepada nama Tuhan yang mempunyai kemuliaan dan kekuatan, aku berpegang teguh pada Tuhan yang menguasai alam nyata dan alam ghaib, aku bertawakal kepada Tuhan yang hidup dan tidak mati selama-lamanya. Semoga kiranya Engkau hindarkan kami daripada bala’dan waba’. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

***

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“ALLHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JADZAAMI WA MINAS SAYYI-IL ASQAAM”.

Artinya:

“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penyakit belang-belang, gila dan kusta, dan penyakit buruk lainnya.” (HR. Abud Dawud No. 1554).

Syaikh Usaimin mengatakan bahwa Nabi Saw pernah berdoa agar mengangkat wabah di Madinah, hal ini dijadikan dalil para ulama untuk membolehkan berdoa agar mengangkat wabah dan menolak suatu wabah.

Doa khusus untuk menghindari suatu wabah memang tidak ada atsar atau sumbernya, namun doa semisalnya pernah dinukilkan ulama Malikiyah dari jalan Syaikh Ahmaz Zaruuq. Secara garis besarnya, selama doa tersebut mengandung kalimat-kalimat yang tidak menyelisihi syariat, diperbolehkan menggunakan dan menjadikan doa perlindungan dengan syarat tidak muncul dari si individu keyakinan khusus terhadap suatu doa atau menjadikan kebiasaan sehingga seakan-akan menjadi sebuah ibadah.

***

Ketika tertimpa masalah dan belum mendapatkan jalan keluar. Usahakan sedaya upaya untuk terus menyelesaikan masalah tersebut dengan diiringi zikir dan doa yang diajakar Nabi Muhamamd Shallahu Alaihi Wasallam ketika menghadapi masalah hidup.

Doa 1: ALLAHU RABBI LAA USYRIKU BIHI SYAI`AN

Doa ini bersumber dari hadis Nabi berikut.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا هِلَالٌ مَوْلَانَا عَنِ أَبِي عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أُمِّهِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ قَالَتْ عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهَا عِنْدَ الْكَرْب

ِ اللَّهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] berkata, telah menceritakan kepada kami budak kami [Hilal] dari [Umar bin Abdul Aziz] dari [Abdullah bin Ja’far] dari ibunya [Asma binti Umais] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajariku beberapa kalimat yang aku katakan ketika terkena bencana, yaitu:

ALLAHU RABBI LAA USYRIKU BIHI SYAI`AN (Allah adalah Rabbku yang aku tidak sekutukan dengan apapun) ‘.” (Hadis Riwayat Ahmad No.25835).

Doa atau zikir ini mengingatkan tentang Tauhid. Manusia diciptakan untuk Tauhid. Dia ada untuk merealisasikan makna Tauhid, Laa Ilaaha Illallah. Maka orang yang mengetahui makna Tauhid ini, tidak akan berdoa, meminta pertolongan dan menyandarkan diri kecuali hanya kepada Allah.

Doa 2: YAA HAYYU YAA QAYYUM BIRAHMATIKA ASTAGHIITS

Doa lain untuk mendapatkan kemudahan ketika ditimpa musibah dan kesusahan

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

“Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus ( mahluk-Nya ), hanya dengan rahmat-Mu saja, saya meminta pertolongan.”

Doa ini bersumber dari hadis Nabi berikut.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Dari Anas bin Malik berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila menghadapi suatu masalah, beliau berdoa,”Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus ( mahluk-Nya ), hanya dengan rahmat-Mu saja, saya meminta pertolongan.” (HR. al-Tirmidzi no. 3524. Dihassankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 3182)

yang Maha Hidup, kekal abadi, tidak berawal serta tidak pula berakhir. Sifat ini dimiliki Allah Subhanahu Wata’ala yang berbeda dengan makhluk-Nya. Dia kekal tidak pernah mati.

Al-Qayyum artinya Maha Berdiri Sendiri. Allah Subhanahu Wata’ala adalah dzat yang tidak membutuhkan pertolongan orang lain, tapi orang lain lah yang membutuhkan pertolongan Allah.

Kedua nama ini merepresentasikan sifat Allah yang mulia, sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa nama Allah yang paling agung adalah ‘Al-Hayyu Al-Qayyum‘.

Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’ad:

“Sesungguhnya sifat “hayaat” (hidup) mencakup sifat-sifat kesempurnaan dan konsekuensinya. Sedangkan Al-Qauyyum mencakup semua sifat. Oleh karena itu, nama Allah yang paling agung, jika digunakan berdoa niscaya Allah kabulkan, dan jika digunakan meminta maka Allah kabulkan”.

Doa 3: LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII  KUNTU MINADZOLIMIN

Doa dan zikir yang lain untuk mendapatkan kemudahan adalah Dzikir Dzun Nuun atau Dzikir Nabi Yunus.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII  KUNTU MINADZOLIMIN..

Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)

Berikut beberapa hadis yang menunjukkan keutamaan doa Nabi Yunus.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa Nabi Yunus taatkala ia berada di dalam perut ikan: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Sesungguhnya tak seorang muslim yang berdoa kepada Rabb-nya dengan doa tersebut dalam kondisi apapun kecuali Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR. al-Tirmidzi no. 3505 dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 1644)

Dan dalam Riwayat al-Hakim, Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu jika kamu ditimpa suatu masalah  atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya.” Yaitu doa Dzun Nun atau Nabi Yunus.

Kenapa Doa Nabi Yunus ini demikian dahsyatnya?

Bisa kita lacak dari kosa kata setiap doa yang mengandung tiga keutamaan yaitu lafadz Tauhid yang artinya meng-Esakan Allah Subhanahu Wata’ala dalam lafadz Laa Ilaaha Illa Anta, Lafadz Tasbih, Subhaanaka dan lafadz Istighfar, Inni kuntu minadz dzaalimiin.

Saat berdoa Nabi Yunus memulai dengan mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala dan mensucikan-Nya dari segala sesuatu kemudian mendzalimkan diri sendiri sebagai hamba yang penuh dosa. Kemudian terus meminta kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas hajatnya.

Image

Banyak orang yang merasakan secara nyata fadhilah dari membaca doa Nabi Yunus ini, di antara mereka membaca ketika akan bersalin, dan akhirnya mendapatkan kemudahan atau ketika UN atau SPM, dengan membaca doa ini selain usaha belajar sungguh-sungguh telah membantu mereka sukses.

Doa di atas bisa dibaca oleh keadaan apa saja, kapan saja dan oleh siapa saja bahkan oleh orang yang sering melakukan dosa dan maksiat sekalipun, selama doa dipanjatnya hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan dilakukan terus-menerus, berulang-ulang. Pantang menyerah dalam berdoa.

Doa dan Zikir Bersama Setiap Jumat Sore

Ust. Arifin Jayadiningrat, guru dan mentor saya, selalu membiasakan zikir untuk memulai kajian akhlak di Masji Raya Pondok Indah setiap hari senin. Sekarang beliau sudah tidak mengisi lagi di kajian salah satu masjid terbesar ini karena alasan politis.

Kini beliau aktif berdakwah menyampaikan kajian di Amerika Serikat dengan menjadi Imam di masjid Al-Hikmah New York, selama pandemi Covid ini kajian tetap berlangsung meskipun beliau di Indonesia.

Salah satu doa dan dzikir bersama rutin dilakukan setiap jumat sore karena waktu mustajab di hari jumat sebagaimana Sabda Nabi berikut;

يَوْمُ الجُمُعة ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لاَ يُوجَد فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ الله شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ العَصْر

“Hari Jumaat ada 12 bagian waktu yang mana tiada seorang hamba muslim berdoa padanya kecuali akan diberikan (maqbul), maka CARILAH IA di UJUNG WAKTU SELEPAS ASAR” (HR Abu Daud- hadis sohih).

Saya sertakan video dzikir dan doa bersama dengan Ust. Arifin Jayadiningrat. Doa-doa di atas juga dibacakan beliau selain doa kesembuhan medis untuk orang-orang yang sedang terkena covid.

***

Jika doa-doa di atas terasa berat, maka cukupkan diri berdoa semampu kita dengan bahasa yang kita bisa, karena doa itu cakupannya luas, tidak dibatasi hanya doa yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis saja. Seorang muslim boleh berdoa sesuai keinginannya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Doa ptoteksi diri dari Corona yang sederhana disebutkan oleh Syaykh Azhar Nasser dalam twitternta yaitu: ‘YA ALLAH, MOHON JAGA SAYA DARI VIRUS CORONA’.

Wirid

Saya mendapatkan doa wirid untuk masa pandemik saat ini dari akun twitter Mohamed Ghilan, wirid ini dibuat oleh Syaikh Abdullah bin Bayyah. Wirid ini dibaca setelah selesai salat atau dimana saja dan usahakan dibaca bersama-sama. Link: https://sandala.org/wird-during-a-pandemic/?fbclid=IwAR2xGV0vbpx18apHg6QND39ZyjUMD8get7CQx2dR6kPhIjguW5cqv54GF1M

Berkah Corona

Bagi seorang mukmin, musibah adalah anugerah karena baginya semuanya selalu ada kebaikan. Nabi mengajarkan sifat orang beriman yaitu ketika diberikan nikmat bersyukur dan ketika ditimpa musibah bersabar. Dan Allah Subhanahu Wata’ala akan menghapus dosa orang beriman sampai kepada duri yang mengenainya.

Saya melihat apa yang saya alami ketika terpapar Covid 19 sebagai sebuah keberkahan. Berkah menurut para ulama adalah ziyadah alkhair yang artinya tambahan atau keberlimpahan kebaikan. Kebaikan bisa secara material dan spiritual. Berkah yang saya rasakan secara spiritual adalah doa dari teman-teman, kiriman makanan dari teman dan saudara begitu banyak. Kematian orang-orang yang kita kenal dekat menjadi pelajaran tentang keikhlasan dan mempersiapkan bekal kematian.

Begitu banyak nikmat-nikmat yang telah Allah Subhanahu Wata’ala limpahkan terkadang menjadi kurang berkah karena salah menyikapi. Begitu banyak nikmat yang lupa kita syukuri karena menilai sebagai hak, padahal pinjaman yang sewaktu-waktu harus dilepas, kita tinggalkan menghadap Allah Subhanahu Wata’ala.

Semoga apa saja cobaan yang sedang dialami menjadikan kita semakin bersabar dan mendekat kepada-Nya, karena Dia lah sebaik-baik penolong. Berhenti mencari kesalaha dalam Pandemi Corona, muhasabah kita lakukan dari diri dan mendoakan orang lain agar selamat dunia akhirat.

Ikhtiar dengan benar diiringi doa. Patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus, peduli sesama dalam mencegah penyebaran.

Hidup ini sangat singkat. Kematian sebagai hak akan menjemput sesuai ketentuan Allah, kapan saja.

Referensi Doa:

https://www.elbalad.news/4194502

https://islamqa.info/ar/answers/

https://sites.google.com/site/adiaaislamia/home/adiaatahsine

https://sandala.org/wird-during-a-pandemic/?fbclid=IwAR2xGV0vbpx18apHg6QND39ZyjUMD8get7CQx2dR6kPhIjguW5cqv54GF1M

Jumal Ahmad | ahmadbinhanbal.com

Tinggalkan komentar