Analisa Kebijakan Pendidikan Agama Islam pada Masa Belanda, Jepang dan Orde Lama

pemerintah-jepang-berikan-hibah-rp-968-juta-untuk-sekolah-islam

Makalah ini dilatarbelakangi ketertarikan penulis terhadap kajian kebijakan pendidikan Islam pada zaman Belanda, Jepang dan Orde Lama. Kesimpulan makalah ini bahwa keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai.

Di masa Belanda pendidikan agama tidak mendapatkan peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral dan diskriminatif dengan munculnya ordonansi guru dan ordonansi sekolah liar. Kebijakan Jepang lebih lunak dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan posisi PAI di sekolah umum menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan.

 

Kata Kunci: pendidikan Islam, sejarah, politik

Full Text PDF di ResearchGate

5 pemikiran pada “Analisa Kebijakan Pendidikan Agama Islam pada Masa Belanda, Jepang dan Orde Lama”

Tinggalkan komentar