Muhasabah Corona

Mengherankan orang-orang yang menilai epidemi global seperti Corona hanya berdasarkan kajian ilmiah semata, tanpa merasa bahwa wabah ini adalah bentuk peringatan dari Allah Swt. Sementara prinsip dasar seorang mukmin itu selalu berusaha melihat dirinya, menimpakan kesalahan pada dirinya, kecuali orang-orang yang sombong yang merasa mampu melakukan segalanya.

Dunia yang penuh hipotesis ini mengolok-olok ajakan kembali kepada Tuhan. Menunggu vaksin dari negara maju lebih baik dari menunggu bantuan dari Allah Swt. Demikian sangkaan mereka.

Saya tidak akan malu karena Al-Quran dan Hadis telah menjadi saksi di dunia yang penuh dengan kegilaan dan ketidak adilan.

Betapa banyak orang yang lebih percaya kepada dokter daripada percaya Allah Swt. Betapa banyak orang lebih percaya bahwa kebiasaan sehat dapat melindungi mereka dan menyisihkan Allah darinya.

Diantara faktor-faktor penyebab lambatnya kesudahan pandemi Covid-19 adalah karena manusia hanya memprioritaskan upaya-upaya keselamatan. Mereka hanya berbicara tentang menjaga jarak dan mengenakan masker namun lupa bahwa Covid-19 merupakan wabah yang ditimpakan serta bencana yang diturunkan oleh Allah SWT yang hanya bisa berakhir dengan taubat, kembali, dan memanjatkan doa dengan penuh ketundukan kepada Allah SWT.


Mari kembalil kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, dan perbanyaklah istighfar supaya Allah SWT berkenan mengakhiri bencana yang menimpa umat manusia ini.

Manusia saat ini butuh makhluk Allah superkecil agar mereka mau kembali kepada-Nya.

Ya Allah, kasihani dan sayangi kami. Jadikan kami hamba-Mu yang mudah mengingati-Mu, mensyukuri nikmat-nikmat-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu. []

Jumal Ahmad

Islamic Character Development

Tinggalkan komentar