Sejarah dan Isi Protokol Para Tetua Zion

AHMADBINHANBAL.COM – Bangsa Yahhudi meyakini bahwa mereka yang akan menjadi satu-satunya Penguasa Dunia, dan tanpa ragu-ragu pasti akan datang suatu hari bagi mereka untuk menguasai seluruh bumi dan memusnahkan seluruh agama. Keyakinan seperti itu tercantum dalam suatu dokumen rahasia yang disebut Protocol of Zions atau Protokolat Zionis.

Sejarah Protokolat Zionis

Protocol of zions merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.

Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.

Dalam bukunya The International Jew (1976), Henry Ford menyatakan, “Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya…”

Ada dua pandangan berbeda tentang sejarah Protokolat Zionis. Pertama, yang menganggap kalau dokumen rahasia tersebut telah dibuat oleh Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan.

Sejarah Dinasti Rotshchild berawal di Eropa pada abad pertengahan. Dinasti Tameng Merah Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya Monaco dan Lechtenstein.

Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh. Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin. Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan.

Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya. Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal.

Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh. Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, Frankfurt, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.

Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional.

Pandangan kedua menyebut bahwa protokolat itu dibuat dan disahkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897 yang dipimpin oleh Theodore Hertzl, yang dihadiri oleh 300 orang tokoh dokter, ahli hokum, pengacara, bankir, pedagang dan kaum buruh yang mewakili 50 organisasi rahasia dan terbuka milik bangsa Yahudi.

Agenda dan rencana dari kongres tersebut sangat rahasia yaitu melikuidasi semua agama yang ada di dunia ini dan sekaligus akan menguasai seluruh dunia. Maka pertemuan ini sangat rahasia, dan tidak boleh diketahui kecuali oleh mereka yang memperoleh jabatan sebagai Tokoh atau Orang Arif.

Semua isi protokolat itu masih terus menjadi rahasia di kalangan tokoh-tokoh Yahudi, sampai suatu ketika seorang pendeta Gereja Ortodox di Rusia, bernama Prof. Sergyei Nilus menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia dan menerbitkannya untuk yang pertama kali pada tahun 1901 M. Dalam pengantar bukunya itu Prof. Nilus mengatakan bahwa seorang temannya telah memberikan sebuah naskah asli terjemahan dari sebuah dokumen asli (dalam bahasa Ibrani).

Dokumen ini telah dicuri oleh seorang wanita Prancis dari salah satu tokoh organisasi Freemasonry yang sangat berpengaruh di Prancis. Perlu dicatat, sejak peristiwa pencurian dokumen tersebut, tak seorang wanita pun yang diizinkan untuk menjadi anggota Freemasonry dan disingkirkan dari Lodge (Dewan Pengurus) kecuali untuk kegiatan sosial yang sudah barang tentu sangat jarang diselenggarakan.

Protokolat yang diterbitkan oleh Prof. Nilus ternyata menimbulkan kekhawatiran yang mecekam di antara masyarakat Rusia ketika itu, sehingga menimbulkan huru-hara yang mengambil korban lebih dari 10.000 orang Yahudi terbunuh. Di seantero Eropa Timur bangsa Yahudi berusaha untuk membeli dan memborong habis semua naskah yang tersedia di toko-toko buku sampai dipastikan buku itu hilang dari pasaran. Namun, semua naskah lolos dari Rusia dan diselundupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris yang ditempatkan di Rusia, bernama Victor E. Marsdan.

Sebelum buku terjemahan Prof. Nilus diterbitkan, bagian-bagian dari protokolat itu telah muncul dalam bentuk edaran yang disebarkan melalui sebuah surat kabar Rusia, SNAMJA, di bulan Agustus dan September 1903. Sebuah surat kabar Rusia lainnya, MOSKOWS KIJA WIEDOMOSTI juga telah memuat terjemahan itu pada tahun 1902 dan 1903 M. barulah pada tahun 1905 terjemahan itu terbit dalam bentuk buku dalam bahasa Rusia. Edisi dalam bahasa Inggris diterjemahkan oleh Victor E. Marsdan terbit pada tahun 1917 M. sesudah Revolusi Bolsyewik, imigran Rusia menyelundupkan buku itu ke Amerika Utara dan Jerman. Sejak itu berbagai edisi dalam berbagai bahasa telah terbit juga, tetapi para cukong Yahudi selalu memborong habis semua buku yang ada di pasaran.

Kedua pandangan yang berbeda di atas, tentang sejarah awal kemunculan Protokolat Zionis sama sekali tidak bertentangan, bahkan saling menegasi. Hal itu dapat kita temui dari hasil keputusan kedua pertemuan tersebut. Memang, dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl, Protokolat Zionis disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional.

Ada perbedaan jumlah pasal antara protokolat zion yang berasal dari Rotshchild dan Kongres Zionis. Jika Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild berjumlah 25 pasal.

25 Pasal Protokol Para Tetua Zion

Berikut ini kami sampaikan 25 pasal Protokolat Zionis mengingat betapa pentingnya isi dari dokumen rahasia tersebut bagi dunia Islam

  1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
  2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
  3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
  4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
  5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
  6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
  7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
  8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
  9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.

11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.

12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.

13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.

15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.

16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.

18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.

19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.

22. Meletuskan perang dan memberinya-menjual-senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.

23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.

24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.

25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya. []

Share your love
Jumal Ahmad
Jumal Ahmad

Jumal Ahmad Ibnu Hanbal menyelesaikan pendidikan sarjana pada jurusan Pendidikan Agama Islam dan Magister Pengkajian Islam di SPS UIN Jakarta. Aktif di lembaga Islamic Character Development dan Aksi Peduli Bangsa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *