Kristenisasi: Definisi, Tujuan, Wasilah dan Cara Menghadapinya

Kata Pengantar

Gerakan kristenisasi ialah kegiatan mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah.

Ketika masa Orde Baru, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya gerakan kristenisasi besar-besaran yang terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data tentang kristenisasi di Indonesia” oleh Dewan Dakwah Islamiyah  (DDI) Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.

Di masa Reformasi, mereka lebih berani dan semakin gencar melakukan Kristenisasi, mereka menggunaka Al-Quran dan Hadits yang diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran mereka. Yayasan NEHEMIA, adalah salah satu yayasan kristen yang gencar bergerilya dengan proyek kristenisasi, yayasan ini dipelopori oleh Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun. Mereka telah mengeluarkan beberapa buku di antaranya: 1). Upacara Ibadah Haji, 2). Ayat-ayat yang menyelamatkan, 3). Isa Alaihis salam dalam pandangan Islam, 4). Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw, 5). Membina kerukunan umat beragama, 6). Rahasia jalan ke surga, 7). Siapakah yang bernama Allah itu?

Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama yang bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain. Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

Setelah Musyawarah tersebut, Mantan Mentri Agama Indonesia, M. Rasyidi menulis risalah kecil yang mengupas praktek kristenisasi di Indonesia, risalah itu berjudul “Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam”, dalam buku itu disebutkan pandangan-pandangan beliau tentang gerakan Kristenisasi yang terjadi di Indonesia semasa hidupnya dan kenapa beliau tetap berpegang pada Islam.

Usaha Kristenisasi selalu dilakukan dengan segala daya upaya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.

Melihat fenomena kristenisasi yang semakin gencar dan membabi buta seperti ini, saya pernah mencoba menerjemahkan sebuah buku tentang Kristenisasi yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim al-Hamd an-Namlah, Dosen dan Profesor di perguruan tinggi-perguruan tinggi Saudi Arabia. Pembahasan buku ini sangat jelas, gamblang dan valid, bersandar hanya pada referensi yang berbahasa Arab.

Saya menjadi sangat tergugah untuk menerjemahkan buku ini yang saya dapatkan dari file word simpanan di komputer saya, ketika saya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk membantu teman-teman da’i menyelamatkan aqidah umat Islam di daerah Kampung Sawah, tempat ini memang sudah lama menjadi percontohan proyek kristenisasi di Indonesia.

Kehidupan umat Islam tidak pernah lepas dari yang namanya ujian. Ujian datang untuk membersihkan kita dari dosa, menggembleng kekuatan kita, serta membuktikan sejauh mana kebenaran iman kita. Sumber ujiannya pun bervariasi. Ada yang datang dari orang-orang non Muslim, dari kaum sekuler yang dhalim, dari para pengikut aliran sesat, bahkan dari sesama umat Islam sendiri.

Semua ujian ini harus dihadapi dengan sabar, istiqamah, dan tawakal kepada-Nya. Dalam Al-Quran disebutkan: “Bahwasanya orang-orang sabar itu akan dibalas dengan pahala yang tiada batas.” (QS. Az-Zumar: 10) Juga disebutkan “Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqarah: 153).

Dan kepada para da’i ilallah agar penjelasan pada buku ini bisa dipraktekkan dalam menghalau gerakan kristenisasi yang semakin massif. Selamat menyimak dan salam hangat dari ahmadbinhabal.com.

PENDAHULUAN

Kristenisasi secara umum telah nampak sejak munculnya Isa as. Dan pemahaman ini semakin berkembang  dengan adanya tahrif yang dilakukan oleh orang kristen pada abad pertama masehi. Kemudian pemahaman ini dimasuki paham Yunani, India dan Persia sehingga dalam agama Nasrani  telah tercampur antara wahyu Nabi Isa as dengan pemikiran manusia sebelum munculnya agama Nasrani.

Masyarakat Islam tidak pernah selamat dari kristenisasi,  bahkan agama ini adalah agama yang banyak bersitegang dengan kristenisasi karena yang menjadi incaran kristenisasi pada kalangan islam adalah individu sebelum organisasi atau sebuah komunitas, hal itu karena masyarakat muslim terdidik di atas fitrah dan tauhid,  sehingga sulit untuk menerima pemikiran yang bertentangan dengan fitrah atau berbeda dalam segi aqidah serta akal yang sehat.

Meskipun demikian usaha mengkristenkan orang Islam masih terus berlanjut bahkan semakin gencar dengan meggunakan wasilah yang bermacam-macam dan pemahaman yang baru, berbeda dengan pemahaman dasar yang ada pada agama kristen.

Kritenisasi mengalami pembaharuan dan perkembangan pada satu waktu, ia berkembang dengan adanya tujuan-tujuan baru dan penggunaan berbagai cara di antaranya yaitu dengan menggunakan sarana-sarana modern dalam merealisasikan tujuan mereka sesuai lingkungan yang dihadapi, perkembangan ini sampai pada titik adanya yayasan kristen, metode kristenisasi, kristologi dan pandangan-pandangan tentang kristen.

Umat islam telah memberikan perhatian pada masalah ini sejak lama baik para ulama, khalifah, umara’, para pemikir islam dan umat islam secara umum sesuai dengan kemampuan mereka, seperti dengan mencounter gerakan kristenisasi secara khusus pada komunitas muslim atau secara umum, di antara bentuk pengcounteran ini adalah adanya makalah, penelitian dan pembahasan dalam kitab, majalah atau jurnal Islam serta dalam bentuk kaset.

Sebab penulisan buku ini adalah semakin berkembangnya kristenisasi dengan berbagai cara dan setiap tahun gerakan ini terus berkembang juga karena penelitian yang dilakukan penulis tentang Kristen dan gerakan kristenisasi. Gerakan ini selalu diperbaharui, dan sungguh ia sangat merusak aqidah umat Islam. Sehingga saya simpulkan bahwa sangat penting untuk mengetahui pemikiran kristenisasi sebagai pemahaman, tujuan, wasilah secara langsung atau tidak langsung dan cara menghadapinya.

Saya tidak menganggap yang pertama dalam hal ini, dan tidak juga memberikan pengetahuan yang baru, hanya saja saya berusaha memaparkan masalah ini, jika dalam pembahasan ini terdapat fadhilah, maka fadhilah itu akan terkikis jika para pembaca mengetahui dengan cepat gerakan ini, gerakan ini sangat berbekas dalam masyarakat Islam. Semoga pembahasan ini bisa sebagai tambahan wawasan bagi siapa saja yang menginginkannya.

Untuk memperluas pembahasan, saya meruju’ pada kitab at-Tanshir fil Adabiyat “al-Maraji’ al-Arabiyah” dan juga kitab serta majalah dan tulisan tsaqafiyah dan saya jadikan kitab ini dalam bentuk yang ringkas, dan siapa saja yang ingin menambah wawasan dalam masalah ini silahkan melihat pada buku-buku yang ada.

Dalam kitab ini saya menjauhi temuan dan data-data, karena saya melihat kebanyakan tidak teliti, ketidak telitian itu karena yang menjadi rujukan adalah orang asing yang kadang dilakukan oleh sebuah kelompok atau yayasan atau dalam sebuah tempat saja dan tidak menyeluruh.

Sebagai contoh jumlah orang kristen pada tahun 1990 sekitar 164. 000. 000. 000 pertahun, sebagaimana dikatakan Dr Abdurrahman as-Sumaith salah seorang aktivis di Afrika, dan jumlah ini dicantumkana di majalah Da’wah as-Saudiyah dalam laporan lain dikatakan 181. 000. 000. 000 tahun 1992 sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Salman bin Fahd al-Audah dalam salah satu materi tentang kristenisasi. Dan perbedaan  waktu antara dua laporan di atas hanya dua tahun, sedangkan perbedaan angka antara keduanya adalah 17. 000. 000. 000 selama dua tahun.

WAMI melaporkan bahwa jumlah orang Nasrani di dunia sekitar 1. 721. 000. 000 orang, organisaasi kristen sekitar 24. 580, organisasi ssosia sekitar 20. 700 organisasi, organisasi yang khusus membantu kristenisasi sekitar 3. 880 organisasi, pendidikan Kristologi sekitar 98. 720 pendidikan dan jumlah pra pengkristen sekitar 273. 770.

Angka-angka ini bisa berbeda-beda sesuai dengan sumber perhitungan, bagaimanapun juga angka-angka ini sangat tinggi dan berubah dengan cepat dan mencengangkan. Oleh karena itu saya tidak menyebutkan angka-angka tersebut dalam kitab ini.

Metode lain yang saya pakai adalah tidak memakai istilah-istilah kristen kecuali jika dibutuhkan dan saya tidak tahu translasi kata tersebut, saya tidak memberikan makna suatu istilah dalam kurung, meskipun hal ini bisa, saya hanya menukil nash, tidak seperti para pengarang lain yang menjelaskan istilah-istilah yang ada.

Ada satu hal yang sangat penting yang ingin saya sampaikan juga yaitu bahwa dalam membahas kristenisasi harus proporsional, jauh dari sikap berlebih-lebihan pada orang Nasrani secara umum. Tidak semua orang kristen itu misionaris bahkan tidak semua orang Kristen itu peduli dengan agama mereka dan merealisasikan agama dalam kehidupan mereka, jika mereka mempraktekkan agama mereka khusus untuk mereka sendiri, maka mereka tidak termasuk misionaris. Demikianlah hal ini penting untuk dijelaskan agar kita tidak men-generalisir atau memutlakkan hukum untuk semuanya.

Dan dalam pembahasan ini juga kita harus mengetahui bahwa ada orang-orang Nasrani pada komunitas muslim yang mereka tidak memakai pakaian nasrani, hendaknya tidak menilai manusia secara prasangka saja, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ada utusan dari  Najran, serta apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi dan juga contoh dari khalifah Umar bin Khatab ketika di Baitul Maqdis.

Dalam islam telah dibahas hukum berkenaan muamalah dengan agama lain sebagaimana hukum antara hamba dan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hamba bersama makhluk yang lain.

Saya telah mengurangi untuk meruju’ pada buku-buku asing, meskipun sebenarnya mampu. Kitab ini adalah kumpulan dari ceramah-ceramah tentang kristenisasi yang saya sampaikan di Masjid-masjid kota Riyadh di Saudi Arabiyah dan saya sampaikan juga pada Universitas al-Islah al-Ijtima’I di Uni Emirat Arab, di Universitas Islamiyah di Masarif Niyami, di Islamic Center Afrika di Khourtum ibu kota Sudan.

Inilah yang mendorong saya untuk menulis kitab ini, saya berharap dalam kitab ini ada manfaat bagi orang yang menginginkannya, dan semoga kitab ini juga bisa membuka cakrawala para pembaca tentang masalah misionaris yang muncul dengan nama-nama yang baru seperti Sekulerisme dan Liberalisme dan nama baru itu tidak jauh dari tujuan misionaris yaitu memasukkan orang luar nasrani ke nasrani. Oleh karena itu buku ini hanya memusatkan pembahasan pada misionaris.

Dan saya berhararap bahwa saya telah memaparkan tentang misionaris tujuan, wasilah dan cara menghadapinya dengan gambaran singkat. Dan saya memohon pertolongan dan taufiq kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

DEFINISI KRISTENISASI

Makna Secara Bahasa

Kristenisasi secara bahasa adalah menyeru untuk memeluk nasrani atau memasukan ex nasrani ke nasrani. Dalam as-Shahihain dan lafadz dari Bukhari dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

( ما من مولود يولد إلا على الفطرة، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجِّسانه، كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء، هل تحسُّون فيها من جدعاء؟)

Dan fitrah disini adalah Islam[1] dalam Lisanul ‘Arab dikatakan: at-Tanashur yaitu masuk nasrani, dan nas-sharahu yaitu menjadikannya orang nasrani[2] Fairuz Abadi dalam al-Qamus mengatakan Nasraniyah dan Nusranah adalah adalah Nasrani, Nasraniyah adalah agama mereka, dikatakan Nasrani dan anshar, tanashara yaitu masuk agama mereka dan nasharahu yaitu menjadikannya nasrani[3].

An-Nasathirah

Secara lafaz maknanya dapat diketahui lewat perkembangan pandanga kristen sejak pengutusan Isa as. Dan pembahasan ini tidak bisa dibicarakan secara mutlak. Dan juga bukan hal baru, kristenisasi telah ada sejak munculnya kristen, sampai muncul Injil untuk menyebarkan agama Nasrani –bukan agamanal-Masih sebagaimana perkataan orang kontemporer.[4]

Satu kelompok Nasrani yang disebut “an-Nasatirah”[5] dinisbahkan kepada “Nasthur”[6] dari “Riha”[7] setelah sekolah mereka ditutup oleh Zainun[8] tahun 439. Maka kelompok ini berhijrah dibawah pimpinan “Barsuma”[9] tahun 457 ke Paris, disana ia mengembangkan sekolah “Nasibiyin”[10] dari sekolah ini menyebarlah gerakan kristenisasi dengan cara Nasturiyah ke arah Asia dan Arab, gerakan ini menggunakan bantuan filsafat Yunani untuk mengajarkan ilmu tentang tabiat al-Masih Isa bin Maryam as.[11]

Mereka menggunakan kebudayaan lain seperti Persia, India dan lainnya yang membuat agama ini semakin jauh dan keluar dari pokok-pokok ajaran Isa as, sehingga ada yang mengatakan bahwa ajaran, aqidah dan ibadah Masihiyah yang baru itu timbul karena agama berhalaisme yang telah memimpin sebelum datangnya Isa as atau ketika ia diutus.

Kemudian ada orang beriman yang baru masuk agama ini, ia sebarkan ke masyarakat dan disetujui oleh kaisar, akhirnya agama ini semakin berkembang dan menjadi semacam rumus takwil yang mereka ridhai dan mentalbis pada yang lain.[12]

Paulus Sang Misionaris

Paulus (Bulis dalam bahasa Arab)[13] adalah orang Yahudi yang dipaksa masuk Nasrani maka ia menjadi orang Nasrani, menyebarkan Nasrani dengan caranya setelah mengaku bahwa al-Masih Isa bin Maryam mendatanginya dalam mimpi dalam perjalanannya dari Damsyiq ke Syam dan diminta agar meninggalkan penyiksaan pada orang Nasrani dan agar ia menyeru Nasraniyah (kristenisasi). Sebelum ia bermimpi (mimpinya hanyalah buatan saja) ia terkenal dengan orang yang sangat membenci Nashara, terlebih Nashara dari Baitul Maqdis dan banyak yang menjadi korbannya.

Dari pemahaman ini Paulus disebut sebagai Misionaris pertama dan peletak dasar Misionaris di dunia[14] Muhamamd Amrikan mengatakan: “Paulus bukan saja sebagai misionaris yang pertama tetapi ia juga peletak dasar misionaris kristen dunia. Dan misionaris pada hari ini masih mengikuti jejak dan ajaran dari guru mereka yang pertama, Bulis, benar, ia adalah pembuat dasar ilmu misionaris, dan gerakan ini telah mendapatkan kesuksesan yang besar.”[15] 

Dan perlu diperhatikan bahwa pendapat tentan Bulis ini berbeda dengan pandangan orang islam, mereka mengaggap bahwa bulis adalah peletak pertama sehingga ia disebut “Bulis al-Mukhlis” dan perlu diperhatikan juga bahwa ada yang berkeyakinan bahwa Isa adalah misionaris yang pertama, dengan alasan bahwa ia diutus sebagai pemberi kabar gembira agama kristen dengan pemahaman yang dengannya Allah mengutusnya di kalangan kristen, bukan sebagaimana pemahaman yang telah berkembang di kalangan kristen karena pengaruh yahudi.

AL-YA’AQIBAH

Kemudian gerakan misionaris, al-Ya’aqibah[16] berkembang di arah barat Palestina, mereka berbeda dengan an-Nasathirah dalam tabiat al-Masih antara an-Nasutiyah dan al-Lahutiyah.[17]

ORANG ISLAM DAN ORANG NASRANI

Awal hubungan antara orang islam dan orang kristen atau antara islam dan kristen adalah pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus sebagian Muhajirin kepada seorang raja yang shalih di Habasyah yang disebut an-Najasyi[18] dan juga dalam pergaulan mereka dengan raja sehingga kaum muslimin bisa tinggal di sana dan dalam kesempatan ini juga telah terjadi perbincangan dan debat tentang tabiat al-Masih dan pandangan islam kepadanya.[19]

Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus utusan ke Anatirah di sebelah selatan benua arab dan di sebelah barat daya seperti Heraklius di romawi dan muqauqis di mesir dan yang selainnya, di sana juga terjadi perbincangan tentang pandangan islam dan orang islam tentang nasrani dan isa as.[20]

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika di Madinah di datangi utusan dari “Najran” sekitar 14-60 utusan –sesuai riwayat-riwayat- di antara mereka Aqib, Abul Harits dan as-Sayid, mereka menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan terjadi perbincangan dan hujjah tentang tabiat isa as lalu utusan ini pulang ke Najran dan di antara mereka terjadi perbincangan panjang tentang apa yang mereka alami dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setelah itu ada sebagian utusan yang kembali ke madinah seperti Aqib dan as-Sayid lalu mereka mengucapkan syahadat dan tinggal di rumah Abu Ayub al-Anshari[21] dekat Masjid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah.[22]

Ketika masa Khulafa Rasidin banyak terjadi hubungan dengan orang nasrani sebagai hasil dari penaklukan islam di syam, mesir dan daerah belakang keduanya. Dari penaklukan ini terjadi proses ilmiyah tentang islam, nasraniyah dan nasrani. Contoh yang paling nampak adalah ketika masa Umar bin Khatab di Baitul Maqdis.[23] Dan mauqifnya dengan kekaisaran Qimamah demikian juga yang terjadi antara Amru bin Ash dengan Batruruk Benyamin kepala kekaisaran Qutbiyah.[24] Dan ketika masa umawiyah hubungan dengan nasrani semakin kuat karena permintaan bantuan kepada nasrani dalam sebagian hal seperti dalam pembangunna masyarakat muslim terlebih lagi dalam masalah ilmu, penelitian dan kelembagaan.[25]

Hubungan ini semakin jelas ketika masa Abbasiyah ketika gencarnya perhatian terhadap ilmu, tsaqafah dan kebudayaan, orang islam banyak meminta bantuan kepada orang nasrani dan juga dari kebudayaan lain, terlebih Persia dan Yunani dalam hal ilmu, tempat penerjemah, perpustakaan, kantor pemerintah dan yayasan ilmiah, ta’lim dan yang lainnya.[26]

Orang Mongol tidak selamat dari gerakan misonaris ini, mereka ingin orang Mongol masuk Nasrani satu sisi untuk membawa penyembah berhala ini kepada Nasrani dan dari sisi yang lain mempengaruhi orang Islam agar tidak mengaanggap bahaya gerakan misionaris, dengan masuknya mongol kepada islam, mongol telah menjadikan banyak jumlah kaum muslimin setelah mereka mendapat hidayah dari Allah dan mereka membantu pemimpin muslimin untuk membawa gerakan misionaris.[27]

PERANG SALIB

Tidak ada perseteruan yang lebih jelas antara islam dan nasrani dari pada perang salib[28] sebagai salah satu bentuk dari misionaris dan melibatkan kekuatan  dan perang militer. Ketika perang salib ke-8 terjadi perbincangan antara ulama muslimin dan ulama nasrani dan hasilnya muncul banyak karangan-karangan yang membiacarakan hakikat nasrani dan membantah nasrani tentang sangkaan mereka kepada al-masih isa bin maryam dan sebab keengganan mereka untuk mengimani muhammad sebagaimana telah disebutkan pengutusannya dalam injil.[29]

Dan sebagaimana perang salib tidak berhasil secara militer, mereka tidak berhasil secara aqidah dalam menanamkan keraguan pada orang islam terhadap risalah mereka bahkan tamasuk mereka semakin bertambah sampai akhir dan sampai salibis keluar dari negara muslimin tanpa ada kemenangan.[30] Oleh karena itu kita tidak akan lalai dari pengaruh perang salib atas komunitas islam. Sungguh jumlah gereja semakin bertambah dan demikian juga misionaris semakin bertambah.

Muhammad Mu’nis Iwadh menyebutkan tentang perjalanan muslimin seperi perjalanan Ibnu Jubair yang dalam perjalannnya mendapatkan satu fakta tentang gerakan salib, ia mendapatkan bahayanya gerakan salib dalam merubah satu tempat yang dulunya islam, ia menyebutkan setelah tunduknya ‘Akka’ oleh kekuasaan salib berubahlah masjid menjadi gereja, tempat bekumpul dijadikan salah satu tempat pemeriksaan dan dari contoh ini kita dapat menyingkap dengan jelas tentang gerakan salib dalam merubah tempat islam dan berusaha untuk mengkristenkannya dengan menguasai tempat-tempat ibadah islam seperti masjid, bahkan ada rawa kecil di masjid Akka yang di dalamnya berkumpul para ghuraba untuk menunaikan shalat dan mungkin ibnu jubair mensifati demikian karena ia melihat kenyataan itu. Ini adalah politik misionaris yang ingin orang salib terapkan di daerah timur dengan cara memperluas kristen kepada islam dan kaum muslimin.[31]

TUJUAN KRISTENISASI

Pendahuluan

Berdasarkan pemahaman kristenisasi yang berbeda-beda tersebut bisa dikumpulkan tujuan-tujuan kristenisasi dengan berbagai wasilah yang berbeda-beda, di antara tujuan itu ada yang jangka pendek ada juga jangka panjang yang tidak jelas, dan di antara tujuan misionaris kepada islam secara khusus dan dalam menyebarkan misionaris secara umum adalah:

  1. Mencerai-beraikan islam tanpa masuknya kedalamnya, tujuan ini banyak dilakukan oleh orang nasrani
  2. Mencerai-beraikan umat yang lain –selain nasrani- dengan islam dam mencegah penyebaran islam dengan misionaris atau dengan membuat milal wan nihal dan aqidah sesat yang sudah menjadi warisan
  3. Memurtadkan umat islam atau sebagian mereka, ini adalahn jangka panjang mereka, karena untuk melakukannya tidak hanya butuh kemampuan harta, kemanusiaan dan materi saja dan mereka tidak akan bisa menghilangkan islam dari hati umat islam, memutus hubungan mereka dengan Allah, menjadikan mereka kristen.[32]
  4. Membuat keragu-raguan pada dasar pokok islam bagi orang yang baru masuk islam, tujuan ini telah dikenalkan oleh Zuwaimer[33] yang mencobanya di tanah arab secara umum dan megkhususkan pada daerah Khalij Arab. Ia telah menulis surat kepada Satilah[34] tahun 7/8/1329 H atau 2/8/1911[35]
  5. Bahwa dasar dan ajaran Nasrani lebih baik dari ajaran yang lain
  6. Menanamkan fikiran bahwa orang kulit putih memiliki kekuasaan atas manusia yang lain
  7. Menyebarkan pemikiran negara Yahudi akan berdiri di atas tanah Palestina sebagaimana telah dijanjikan oleh injil dan pada sisi yang lain mengumpulkan orang Yahudi di Eropa dan Amerika dalam satu tempat.
  8. Westernisasi yaitu usaha untuk merubah akhlak dan kelalukuan Islam, dan juga dalam masalah politik, ekonomi berdasarkan pemikiran barat.
  9. Masuk Nasrani

Tujuan cabang melalui Misiologi

Di sana ada tujuan cabang dari tujuan yang disebutkan di atas dan tiap misionaris berusaha untuk memusatkanya tanpa memandang lingkungan tempat mereka bekerja, dan dapat kita katakan bahwa pemahaman tentang tujuan di atas tidak menjadi terlalu penting bagi mereka dan kami yakin tidak semua misionaris merealisasikan semua  atau sebagiannya bahkan ada sebagian misionaris yang tidak memiliki semangat dengan tujuan-tujuan itu karena tidak ada pengkhususan atau ilmu tentang misi ini, maka muncullah ilmu khusus yang disebut misiologi, dan pemikiran ini telah menguasai misionaris dengan dibangunnya sekolah, dan riset yang terbagi dalam beberapa bagian dan tiap bagian tersebut memusatkan pada tujuan, atau geografi atau budaya untuk meralisasikan satu atau lebih tujuan mereka pada lingkungan tersebut.[36]

Dan kita dapatkan bahwa sebagian misionaris memiliki semangat, emosi agama, dan cinta untuk menyelamatkan dunia seperti dalam investasi atau politik dan ada di antara mereka ada yang memang ikhlas dalam melaksanakan missi tanpa ada tendensi apapun dan jika mereka mendapat ganti yang lebih baik dari ajaran misionaris lalu menganutnya, mereka akan mendakwahkannya.[37]

Orang-Orang Yang Mendapat Hidayah Islam

Masuknya orang Nasrani atau misionaris bukanlah hal yang baru, karena sejarah islam penuh dengan contoh orang yang mendapatkan hidayah islam, hasilnya mereka menjadi da’i pada kebaikan, mereka mengarang kitab-kitab tentang kristenisasi, menjelaskan tahrif pada nasrani dan berdebat kaumnya dengan bahasa yang dapat mereka pahami. Dan faktor pertama masuknya orang lain pada islam adalah Aqidah Tauhid yang sesuai dengan fitrah dan menyembah pada tuhan yang satu tanpa ada perselisihan dan kesyirikan, aqidah ini telah menancap dalam diri umat islam dan orang lain merasakan bahwa ketenagan tersebut ada pada tauhid ini. Maka hendaknya umat islam senantiasa menjaga aqidah ini agar murni dan jauh dari bid’ah dan khurafat selanjutnya mengadakan diskusi dan debat tentang keagmaan, dan hal ini banyak terjadi ketika bergaul dengan agama lain.

WASILAH KRISTENISASI

Dalam  bahasan wasilah kristenisasi terbagi menjadi dua yaitu 1) wasilah yang tersembunyi dan 2) wasilah yang tidak tidak tersembunyi, ada yang baru dan ada yang renovasi ada yang sudah dimulai dari dahulu dan ada juga yang berubah sesuai berubahnya wasilah dan terus diperbaharui disesuaikan dengan tujuan misionaris[38] dan tidak ketinggalan juga partisipasi dari buku-buku asing[39] para pemerhati misiologi telah menemukan setidaknya ada 7 cara misionaris[40].

Ada juga yang bertujuan untuk seluruh dunia[41] mereka tidak lalai membuat tujuan yang akan datang[42] dan juga tempatnya, jika memang tempatmnya adalah arab, maka secara mutlak tujuan mereka adalah umat islam[43] selain itu mereka juga tidak lupa untuk memperbaharui cara-cara mereka, mengadakan penelitian[44] dan menggunakan perantara, cara dan metode yang baru[45] di antara metode yang paling jelas adalah:

  1. Misionaris Ilmi melalui debat dan membuat keraguan
  2. Misionaris Al-Qasri seperti melalui perang  salib dan lembaga tahkim, pembakaran umat islam yang menolak gerakan kristenisasi.

Rencana di atas lebih mudah teralisasi dengan adanya yayasan dan universitas yang membawa misi, berikut penjelasannya:

Universitas

  1. Universitas London 1765 M
  2. Universitas Utusan Gereja 1799 M
  3. Universitas Gereja Anglikan Inggris 1799 M
  4. Universitas Percetakan Injil Inggris 1804 M
  5. Universitas Utusan Al-Masih 1842 M
  6. Universitas Percetakan Injil Amerika 1816 M
  7. Majlelis Gereja Amerika 1837 M
  8. Majelis Gereja Nasrani 1844 M
  9. Universitas Permuda Nasrani 1855 M
  10. Gereja Islahiyah Di Amerika 1857 M
  11. Universitas Ruhul Qudus di Zanjabar 1863 M
  12. Persatuan Nasrani Inggris 1890 M
  13. Persatuan Mahasiswa Nasrani 1895 M
  14. Gerakan Nasrani Dunia 1913 M
  15. Universitas Misionaris Pemuda 1952 M
  16. Universitas Nasrani di Tanah Taurat
  17. Universitas Nasrani di Afrika Selatan
  18. Panitia Missi Amerika

Keahlian misionaris

Berdasarkan Muktamar di Kairo tahun 1906 ditetapkan beberapa hal:

A. Apa yang wajib dimiliki seorang misionaris

  1. Mengetahui dialek, logat  dan istilah tempat tersebut
  2. Bisa berbicara dengan orang awam sesuai kadar pemahaman mereka
  3. Bisa berpidato dengan bahasa yang baik dan fasih
  4. Menjauhi kata-kata asing ketika berpidato
  5. Memilih materi yang pas
  6. Mengetahui ayat Al-Quran dan Injil
  7. Meminta tolong pada Ruhul Qudus dan Hikmah Ilahiyah

B. Menggunakan wasilah yang disukai umat islam seperti musik

C. Studi Al-Quran untuk melakukan kritik pada Al-Quran

D. Tidak membuat perselisihan dengan umat islam

E. Membuat persepsi bahwa Nasrani bukan musuh umat islam

F. Mengadakan kristenisasi dari tubuh umat islam

G. Mengunjungi rumah-rumah penduduk dan perkumpulan wanita dan melakujkan kajian injil[46]

MISIONARIS TERSEMBUNYI

Pertama; Utusan diplomasi

Cara ini dilakukam melalui kunjungan, konsulat atau pertemuan kebudayan, perdagangan atau melalui yayasan resmi asing. Contoh dari kunjungan diplomasi ini adalah konsulat Inggris di Zanjabar “John Clark” tahun 1877 M ia adalah pemimpin umum universitas gereja “Henri Robet”.

Bentuk penggabungan kebudayaan seperti dengan dibangunnya sekolah-sekolah asing  atau melalui kebudayaan yang secara zahir ingin mengetahui kebudyaaan negara lain tetapi sejatinya terdapat operasi misionaris terselubung lalu membuka untuk anak-anak negeri tersebut untuk masuk sekolah itu dengan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan metode negara asing itu.[47]

Kedua; Explorasi

Hal ini dilakukan melalui explorasi geografi di negara islam dan lainnya sehingga dibentuklah perkumpulan ilmiyah untuk melakukan penelitian geografi dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan contohnya adalah “Lifanjisten”[48] dan “Satalini”[49] dua orang ini adalah utusan dari Inggris untuk melakukan penelitian di daerah Nil.

Di daerah Uganda, Satalini menemukan bahwa raja “Mutisa” dan pengikutnya telah memeluk islam, maka Satalini menulis sebuah telegraf ke koran nasional dan diterbitkan tahun 15/11/1875 setelah melihat sejarah islam di Afrika Timur dan Afrika Tengah.[50]

Pengaruh dari tulisan di atas adalah dibentuknya proyek-proyek saat itu yang menyampai 2400 setelah tulisan itu dikirimkan melalui telgraf, universiats nasrani mulai mengirimkan utusan-utusan untuk melakukan misionaris dan didirikan universitas nasrani. Explorasi geografi adalah salah satu contoh dari kegiantan misionari yang tidak bertujuan ilmiyah, tujuan dan maksudnya tercampur sehingga orang yang terjun kedalamnya tidak mengetahui bahwa ia beraviliasi pada satu kegiatan. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa perhatian terhadap utusan misionari di Afrika Timur –bahkan semua- adalah karena jasa lifanjisten.[51]

Ketiga; Praktek Pengobatan

Prakterk pengobatan yang secara zahirnya adalah bantuan kesehatan tapi juga mengadakan kegiatan misionaris di sela-sela pengobatan, pengarahan dan ketika menjenguk[52] mereka menggunakan suster muda yang tergabung dalam yayasan kedokteran dan kebanyakan adalah perempuan nasrani.

Contoh yang paling dekat adalah “Theresa” yang sering disebut sebagai Ibu, ia mengkhsuskan pekerjaannya di daerah benua India secara khusus dan pada tahun-tahun terakhir ini mulai merambah ke daerah Iraq Utara. Demikian juga praktek dokter yang ada di Arab yang telah dirintis oleh Dr. Sharoin Thomas dan Dr Arthur Binayat sejak tahun 1891 M dan 1910-1915.

Keempat; Kursus

Belajar bekerja di pabrik dan kursus semakin sempurna dengan dibangunnya pusat-pusat pelatihan untuk pemuda dan pemudi sampai mereka menjadi ahli lalu mereka memasukkan dalam pelajaran mereka wawasan masyarakat, agama dan adab yang diselipi ajaran misionaris, begitu juga dengan dibangunnya pusat-pusat pelatihan untuk bisa bekerja di negara asing dan mereka dilatih oleh para misionaris.[53]

Kelima; Sekolah Tinggi

Contohnya adalah sekolah-sekolah yang dibangun oleh Amerika dan Perancis di dalam masyarakat islam yang melakukan misionaris dan melakukan penelitian yang mengatas namakan yayasan sekolah tinggi, banyak pemuda dan pemudi islam yang masuk ke dalamnya terpengaruh oleh budaya, adab, politik bahkan agama mereka. Baizuz, pemimpin universitas Amerika di Beirut mengatakan bahwa pendidikan adalah wasilah yang paling berharga bagi misionaris Amerika untuk mengkristenkan Suriya dan libanon.[54]

Di antara yang mereka lakukan adalah merubah kurikulum sebagian sekolah tinggi atau mereka berencana untuk merubah semua dalam waktu lama dan membuat lemah isntansi pendidikan agama di negeri Arab seperti yang terjadi di Al-Azhar yang mau berubah menjadi yayasan pendidikan negara atau di Mesir dan lainnya yang mulai dipegang oleh orang Barat. Jardinar, sekretaris universitas Nasrani mengatakan bahwa yang harus dilakukan sekarang adalah mencegah universitas al-azhar untuk mengirimkan lulusannya ke daerah Afrika sebagaimana hasil muktamar, karena islam muali tumbuh tanpa henti di semua Afrika.

Keenam; Bantuan

Mereka membantu laki-laki, perempuan, besar dan kecil dan mereka katakan bahwa nikmat ini berasal dari Isa as, baik cara ini dilakukan dengan cara sembunyi atau dengan isyarat, dan tidak lupa mereka juga belajar adat-adat muslim agar mereka tidak susah dalam menjalankan misinya, banyak yang menjadi garapan mereka adalah orang miskin dan wanita dan bayi-bayi.

Biaya yang misionaris keluarkan untuk proyek ini adalah sekitar 180. 000. 000. 000. Dan yayasan islam hanya 1. 000. 000. 000, yang saya ketahui dan sebagai contoh jumlah yayasan bantuan di Afghanistan yang sekarang sedang terjadi peperangan, untuk jumlah yayasan islam hanya sekitar 7 dan nasrani ada sekitar 250 yayasan.

Ketujuh; Wanita

Jika kita mengingat tujuan dari misionaris yakni untuk menyebarkan keragu-raguan pada islam, yang menjadi sasaran utama mereka adalah wanita, yaitu tentang hak dan kewajiban wanita, oleh karena itu kita dapatkan banyak yayasan wanita yang mengajak wanita untuk keluar dari islam secara keseluruhan kepada lingkungan barat melalui Tabaruj, Sufur dan dalam masalah yang lain. Contohnyha adalah apa yang teleh dilakukan oleh Qasim Amin[55]Huda Sa’rawi dan Nawal as-sa’di yang terus berusaha membaratkan wanita muslim di bawah semboyan mereka “bebaskan wanita”.

Gerakan misionaris dan gerakan lainnya sekarang banyak memberikan perhatian pada wanita, mereka membuat perkumpulan dan memberikan bantuan kesehatan, pendidikan, budaya sampai yang secara detil dan khusus untuk perempuan yang berkenaan dengan keluarga dan dalam mendidik anak.[56]

Kedelapan; Pekerjaan

Nasrani dalam masyarakat muslim yang bermacam-macam menggunnakan keahlian umat islam seperti kedokteran, para ahli, perawat dan para seniman, contoh ini jelas nampak di masyarakaty Al-Khalij Arab dimana 1000 orang lebih dari ahli atau non-ahli yang bekerja bersama dengan orang nasrani dan mereka bekerja untuk memakmurkan nasrani dan merendahkan islam dengan menegakkan syiar Nasrani, pada satu tempat hal ini nampak jelas dan pada tempat yang lain tersembunyi.

Wasilah ini juga telah ditekankan dalam muktamar ke-6 tahun 1980 M dimana salah seorang pemimpin mereka mengatakan bahwa pintu sekarang sudah terbuka untuk masuknya nasrani dalam negara yang tertutup yakni melalui perserikatan negara-negara dan bagi para nasrani ada kesempatan yang tak terbatas untuk melaksanakannya.

Kesembilan; Sekolah ke luar negeri

Yaitu dengan memberikan kesempatan mahasiswa muslim untuk belajar di luar negara mereka, hal ini banyak dipengaruhi karena senang dengan kebudyaan negara lan. Sehingga di Eropa dan Amerika terdapat masyarakat muslim yang belajar dan melakukan penelitian, mereka diutus oleh negara atau yayasan negara mereka. Dan universitas di sana memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat acara kunjungan, pesta atau permainan yang dilakukan di Gereja. Dan di luar universitas setelah pelajar muslim itu menampakkan rasa senang, toleran dan mau membantu, mereka melakukan hubungan melalui telp, fax atau bertemu langsung baik itu dengan janji atau tidak, dan ada juga yang menggunakan metode ini untuk menyebarkan islam di Barat.

Ada pelajar muslim yang lemah secara materi lalu dibantu oleh gereja sehingga hal ini membuat tidak adanya ikatan yang kuat antara umat islam dan ada juga pelajar islam yang tidak mau kembali ke negara mereka karena masalah politik atau ekonomi, lalu ia bergaul dengan orang nasrani dan menikah dengan mereka, sehingga hasilnya anak mereka tidak jelas lalu terjadi perpisahan di antara mereka, boleh jadi anak itu ikut nasrani lalu dibawa ke gereja dan di baptis di sana. Atau bisa juga antara kedua pasangan itu tidak ada masalah tetapi mereka mendapatkan ganjalan dari keluarga dan kerabat mereka, Amil Qarami mengatakan bahwa hal di atas yakni belajar ke luar negeri adalah salah satu sebab masuknya orang muslim ke nasrani.[57]

Kesepuluh; Orientalis

Yaitu yayasan ilmu pengetahuan yang mempelajari dunia Islam, Arab dan Timur Tengah, gerakan ini jelas nampak dikembangkan oleh para pastur dan gereja. Istilah orientalis adalah sebuah kajian untuk menghilangkan agama islam dari jiwa-jiwa mereka. Mereka memberi kiprah dalam masalah pemikiran, telaah dan kebudayaan, mereka tidak secara jelas mengaku sebagai nasrani akan tetapi mereka membawa tujuan nasrani untuk menyerang islam, banyak orientalis terakhir tidak berpegang pada metode ini tetapi ada sebagian yang masih berjalan di atas metode ini.

Kesebelas; Yahudi

Yahudi banyak terlibat dalam misionaris jika memang disitu ada maslahat yang bisa mereka dapatkan dan untuk merealissasikan tujuan-tujuan mereka, hal ini jelas telah disebutkan dalam Protokolat mereka, Ajaj Nuhid mengatakan tentang metode yahudi untuk menjalankan rencana mereka: “setelah terjadi refolusi Perancis mereka membuat  rencana-rencana yang dibangun di atas 2 pokok:

  1. Keyakinan bahwa mereka adalah suku yang telah dipilih oleh Allah swt
  2. Keyakinan bahwa mereka adalah suku yang terbaik membuat mereka boleh saja untuk merusak dunia, meniadakan dan menghancurkan agar berdiri kerajaan Yahudi Dawud, menjadi pengatur dunia dan umat yang lain hanyalah hewan-hewan yang berbeda-beda akal dan otaknya.

Dengan pemahaman dan keyakinan bahwa mereka adalah suku yang terbaik telah banyak disampaikan dalam masoni dan dalam protokolat mereka dan alat untuk melaksanakan rencana mereka bukan emas, wanita atau mata-mata tetapi dengan secara dhahir adalah misionaris  yang pada batinnya yahudi dan yahudi banyak menggunakan cara ini di Portugal dan Asbaniya dengan mendirikan majlis pemeriksa yang menyiksa umat islam begitu juga mereka lakukan pada Kerajaan Utsmaniyah.” Zamwer seorang misionaris yang sering disebut-sebut di tanah arab adalah seorang yahudi begitu juga keluarganya.[58]

Kedua Belas; Peraturan-Peraturan Negara Dan Lewat Proyek Penerjemahan

Terjemah termasuk wasilah terpenting dalam misionaris, pada tahun 1143 M pada abad 16 ada penerjemahan al-quran yang bertujuan untuk kegiatan misionaris yang dilakukan oleh pendeta Abit lalu ia pergi dari Perancis ke Asbaniya dan pemerintahkan kanfarizer untuk menerjemahkan al-quran ke dalam bahasa latin, kemudian kitab-kitab arab juga diterjemahkan untuk mendukung kristenisasi seperti yang telah dilakukan oleh orientalis dan juga penerjemahan injil ke bahasa arab.

Amil Qarami mengatakan tentang sebab masuknya orang islam dalam nasrani melalui penerjemahan injil ia mengatakan bahwa misionaris telah berhasil menerjemahkan injil ke dalam berbagai bahasa, di daerah maghribi perkumpulan injil dari inggris terlah berhasil membagikan banyak buku terjemah injil ke dalam bahasa arab dan misonaris Brustani telah melakukan pembagian injil sejak tahun 1883-1889 M.[59]

Ketiga Belas; Pertukaran kebudayaan

Hal ini terjadi antara sekolah-sekolah budaya antara negara islam dan negara asing dan banyak yang menjadi pertukaran mereka adalah pakaian lelaki dan wanita, makanan asing dan barang-barang dan terkadang juga dibagikan buku kecil dan film tentang negara tersebut dan negara asing mendirikan pusat-pusat budaya di negara islam dan mengadakan perkumpulan dengan para dosen, politikus dan pembuat UU dan sebenarnya mereka memiliki rencana tersembunyi dalam jangka panjang.

Dan hal yang sering dijadikan pertukaran budaya adalah kesenian dan olah raga dan adanya kegiatan misionaris dalam hal ini telah jelas sebagaimana yang terjadi tahun 2002 M di jepang dan korea dimana mereka menegaskan bahwa orang yang menag dalam perlombaan adalah berkat Isa as.

WASILAH SEKUNDER MISIONARIS

Pertama; Penjajahan

Wasilah sekunder yang pertama dan paling kuat –menurut saya- adalah penjajahan, nasrani telah menyeru untuk menjajah negeri islam dan non islam dan ketika suatu negara telah dijajah, penjajah tersebut mulai menyebarkan nasrani dan mereka mampu mendirikan yayasan di negara islam dengan mudah, dan ada yang mengatakan bahwa antara msionaris dan penjajahan adalah dua wajah untuk satu pekerjaan sebagaimana telah disasikan oleh sejarah dan ketika suatu daerah telah dijajah maka akan segera dibangun gereja di sana.[60]

Kedua; Politik

Peraturan barat adalah wasilah sekunder dalam misionaris dan telah kita ketahui bahwa peraturan barat adalah peraturan isekuler yang tidak ada kepedulian terhadap masalah agama kecuali dalam perkara ibadah personal atau hanya syiar-syiar agama. Negeri sekuler tidak berarti tidak ada agama di sana tetapi bukti telah menjelaskan bahwa mereka meniadakan peran agama dalam masalah agama dan kita juga tidak boleh lupa bahwa negara sekuler juga selalu memudahkan masuknya misionaris, mendirikan proyek-proyek, masuknya para misionaris dalam penelitian-penelitian dan masuknya para ahli dalam misionaris.[61]

Ketiga; Kemiskinan

Orang nasrani memiliki banyak kemampuan materi yang membuatr mereka bisa mencapai te,pat-tempat yang silit dijangkau yaitu orang yang muskin dan tidak punya pakaian dan mereka mau menerima bantuan yang sampai pada mereka tanpa melihat sumber dan apa dibelakang tujuan mereka.

Keempat; lemahnya perhatian

Tidak adanya perhatina terhadap agama dan kehidupan serta kebodohan yang merebak di antara manusia dan tercampurnya antara kebenaran dan kebatilan, antara kejujuran dan khurafat dan tersebarnya kebid’ahan adalah salah satu alat yang digunakan oleh misionaris, maka mereka tidak menyeru untuk menggalkan agama, atgau nmenyeru untuk meninggalkan shalat, puasa atau hubungan antara hamba dan tuhan dengan cara apapun akan tetapi mereka memasukkan kedalamnya pemahaman sesuai dengan cara mereka bukan dengan cara yang fitrah dan Zemwer telah menegaskan bahwa menyebarkan keyakinan khurafat akan memperngaruhi masyarakat islam dan membuatnya berpecah-belah.[62]

SOLUSI MENGHADAPI KRISTENISASI

Pendahuluan

Misionaris yang lama telah menjadi baru, dan benar telah dimulai akan tetapi ia dipengaruhi oleh tahrif dari nasrani, pengaruh ini menimbulkan pemahaman ini semakin meluas dan keluar dari tujuan yang dinginkan, bersamaan dengan meluasnya pemahaman, meluas pula tujuan dan bukan hanya pada memasukkan selain nasrani ke agama nasrani sebagai mana sekarang telah menjadi satu pemahaman khusus dalam masyarakat muslim karena sekarang mereka bertujuan untuk mengeluarkan orang islam dari agama mereka atau menghilangkan kepercayaan orang islam dengan agama mereka dan nabi mereka Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Misionaris telah memulai hal itu dengan menggunakan wasilah-wasilah yang sebagiannya telah ditulis oleh para misionaris dan sebagiannya dari tabiat manusia yang menjadi tujuan misionaris yaitu orang miskin, bodoh dan orang sakit dan sebagaimana dalam wasilah sekunder seperti investasi, orientalis dan komunis dan  juga pada sebagian pemimpin islam yang lemah dan orang islam sendiri.

Dan orang islam tidak tinggal diam dari gerakan misionaris ini, mereka melawannya sekalipun perlawanan ini tidak berimbang dari berbagai sisi akan tetapi perlawanan harus tetap ada dan akan terus ada dengan segala perbedaan dalam kekuatan dan pandangan dengan orang nasrani dan misionaris. Dan dengan mulai timbulnya keinginan untuk kembali pada islam dari berbagai kalangan dan dengan menjelaskan kepada pemuda dengan gambaran yang jelas, akan tumbuh kesadaran pada umat dari berbagai goncangan dan bahaya dan dengan menjelaskan gerakan misionaris juga akan semakin bertambah perhatian umat yang akhirnya menambah kekuatan untuk merubah yang jelek menjadi yang baik, bukan hal yang membahayakan jika melawan misionaris untuk menjaga dari serangan, bahkan perlawanan ini –dengan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala- semakin meluas sampai menutup jalan dari orang yang berkeinginan untuk merealisasikan misionaris pada komunitas islam, dan dengan adanya halangan-halangan tadi dan kesulitan untuk merealisasikannya akan memudahkan penjagaan umat islam secara sempurna lalu menyebarkan islam.

Dan saya berkhusnudhan bahwa umat islam mampu untuk melawan gerakan misionaris pada waktunya dan perlawanan antara kebaikan dan kejelekan akan terus berlanjut dan akan muncul tanbih umat dari wasilah, gerakan dan pandangan yang mereka gunakan untuk umat islam sebagaimana pada permulaan abad 20 dimana terjadi perdebatan dengan orang nasrani atau sebagaimana 50 tahun yang lalu atau 20 tahun yang lalu dimana dibicarakan wasilah dan rencana untuk membuat aturan dunia baru setelah selesainya perang dingin dan perseteruan ekonomi dan kebudayaan.[2]

Dan saya melihat bahwa gerakan misionaris ini akan membuka perseteruan di timur, dan ortodoks akan berlomba dengan dua kelompok yang lain yaitu katolik dan protestan sebisa mungkin, dan ortodoks akan menjadi lebih kuat dari dua kelompok tadi dan suatu hari kekuatan ortodok tidak akan memberikan kebebasann seperti dua kelompok yang lain dan pada waktu itu juga akan muncul kelompok lain yang lebih dulu dalam mencari penolong dan melaksanakan tujuan.

Dan dengan perkembangan seperti ini hendaknya umat tidak berputus asa tetapi semakin gencar dalam melawan misionaris dan menggunakan alat-alat modern untuk melawannya dan dalam melaksanakan hal itu umat islam tidak hanya berdasar bahwa ia berada dalam kebenaran tetapi cukup melakukan dakwah dengan wasilah-wasilah yang ada.

Dan perlawanan terhadap misionaris ini sudah masuk dalam kancah perseteruan antara yang benar dan yang salah, maka perlawanan akan terus berlanjut dengan berlanjutnya tujuan, metode, wasilah dan langkah. Dan sebagai langkah amal dari perlawanan dan mengaturnya untuk masa yang akan datang –menurut pendapat saya- untuk diterapkan, di antara yang terpenting adalah:

1)      Memberikan perhatian (tau’iyah)

Terus memberikan penyadarn kepad mat tentang kesalahan gerakan kristenisasi dan misionaris, dan masyarakat menjadi benteng dari serangan ini, penyadarn ini bisa berupa muhadharah secara umum, informasi, buku, tulisan dan lainnya.

2)      Yayasan islam

Mendirikan yayasan islam umum untuk melawan gerakan kristenisasi dan membantu jalan untuk mengadakan mu’tamar, jaulah dan peyebaran da’I atau kitab dan yang lainnya.

3)      Training

Membuat training khusus tentang dirasah kristenisasi, di gerakkan oleh salah atu yayasan islam lalu materinya disebarkan dalam berbagai bahasa dan berusaha untuk menerbitkannya dari uang simnpanan atau dari orang-orang yang ada perhatian.

4)      Penelitian

Memusatkan penelitian dan dirasah kristenisasi pada universitas atau pesantern tinggi terlebih dalam fakultas kebudayaan dan dirasah islam dan terlebih dulu mendirikan pusat-pusat keilmuan yang menggunakan alat-alat modern.

5)      Da’i

Menyebarkan para da’I ke perkumpulan atau universitas pemuda dahulu dan yang kedua selain para pemuda, hendaknya da’I tersebut memiliki ilmu dan mengerti apa yang akan ia ajarkan, dan fiqih yang disampaikan pada sebuah yniversitas itu berbedadari universitas yang lain, sesuai dengan ketentuan yayasan islam dan di Arab Saudi dan sekitarnya memanfaatkan ketika bulan ramadhan dan ketika libur pelajaran.

6)      Memberi bantuan

Memberi pertolonagn kepada masyarakat islam yang miskin dan membri uang pengganti dalam masalah kedokteran, pengajaran dan bantuan yang lain. Dan pekerjaan ini tidak untuk berlomba dengan yayasan bantuan dari misionaris atau dari negara tetapi ia adalah usaha untuk menunaikan kewajiban membantui sesama muslim dahulu sebelum pada yang lain.

7)      Politik

Perlawanan ini juga harus masuk dalam kancah politik resmi dan peraturan resmi dengan memberikan apresiasi lewat materi atau non materi dengan bebagai macam dan pada waktu itu juga tidak memudahkan dengan yayasan yang ada bau misionaris.

8)      Bea siswa

Universitas islam memilii andil penting dalam hal pendidikan, ia bertanggung jawab kepada masyarakat islam dan mayoritas masyaakat muslim yang faqir dengan memberikan bea siswa untuk mahasiswa didaerahnya atau melalui yayasan di negaranya dan memberikan pengarahan kepada pemuda dengan pengaraha yang santun.

9)      Umat islam

Tangung jawab bersama dan setiap muslim memiliki andil di dalamnya, tidak begus jika hanya menyerahkan kewajiban pangarahn dan uang pengganti hanya pada pemerintah ayau yayasan atau individu tanpa lembaga, yyasan dan individu yang lain, dan kewajiban ini dimulai dari rumah, lalu ke masyarakat islam yang berbeda-beda dalam ilmu, pendidikan, perdagangan dan ekonomi, pabrik, yayasan, da’wah dan pembantu dan lainnya, dan jika pengarahn ini dibatasi menunjukkan kelalaian dalam memberi pengarahan dalam berbagai lini kehidupan, maka kewajiban ini menjadi umum tanpa ada pengecualian dan setiap orang membei bantuan sesuai dengan kadar ketaqwaannya.

10)  Keistimewaan

Memberikan keistimewaan di dunia ini bukan dengan perbedaan kulit, warna atau iklim tetapi dengan intima’nya secara aqidah dalam hal pemikiran, tsaqafah dan pemahaman yang disesuaikan dengan kitab dan sunnah dan sumber yasyri’ yang lain dan tidak hanya dalam pemikiran, tsaqafah dan pemahaman saja tetapi meliputi semua cakupan kehidupan masayarakat dan kemanusian secara merata.

11)  Ilmu

Pertama hendaknya masyarakat islam memiliki kemampuan secara zat dahulu dan yang kedua memberi andil lewat amal. Dan kemampuan ini sekarang telah ada tinggal perlu adanya pengaturan dan cara untuk mengaturnuya sekarang lebihmudah dari pada yang dahulu, maka pada satu sisi umat menyibukkan dengan kemampuan mereka dan pada sisi lain lain menggunakan kemampuan asing, demikinlah mestinya ada hubungan dengan dunia lain, menghormati kebudayaan negara

12)  Perlombaan

Dan yang perlu diperhatikan juag agar tidak hanya melulu dalam pekerjaan dan hendaknya terus mempersiapkan untuk masa yang akan datang, membuat rencana dan membuat rencana jangka panjang.

Dan sebagai penutup saya berharap saya telah memberikan secara sungguh-sungguh dalam menjelaskan wasilah-wasilah untuk melawan kristenisasi dari pengertian, mengenal wasilah, koreksi jalan untuk melawannya, jika saya telah sesuai dengan hal itu maka ini adalah keutamaan dari Allah dan karunianya dan jika saya kurang tanpa ada unsur kesengajaan maka hal itu dari diri saya, dan semua perkataan akan tertolak kecuali yang ma’shum Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan saya memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kami orang-orang yang mendengar perkataan lalu mengikitu yang paling baik, dan segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala tuhan semesta alam.

*Demikian terjemah dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Saya [ahmadbinhanbal] meminta maaf sekiranya ada terjemanhan dari buku itu yang kurang pas, terima kasih atas dukungannya, dan selalu ditunggu saran dan kritikan yang membangun bagi kelangsungan blog kami. (Post ulang terbit tahun 2011)


[1] Lihat Fathul Bari 4775 dalam kitab al-Qadr dan 3/ 346 dalam kitab Janaiz

[2] Lisanul ‘Arab, Ibnu Manzur 7/ 4440-4441

[3] Al-Qamus al-Muhith, Faieuz Abadi 2/ 142-143

[4] Untuk mengetahui istilah-istilah, silahkan meruju’ pada kitab an-Nasraniyah wat Tanashur am al-Masihiyaj wa at-Tabashur: Dirasah Muqaranah haulal Musthalahat wad Dalalat yang ditulis oleh Muhammad Utsman bin Shalih

[5] An-Nasathirah dinisbahkan kepada nasthur, mereka mengatakan bahwa Allah itu ada 3: bapak, anak dan ruh kudus dan Isa bin Maryam adalah Tuhan sekaligus manusia dan tidak terpisah, manusia berasal dari Isa bin Maryam yang dibunuh dan disalib. Dan Maryam teleh melahirkan manusia bukan tuhan,  Allah- lah anak tuhan, kelompok ini banayk berada di Mosul dan Iraq, Persia dan Khurasan. Lihat kital Al-Milal Wan Nihal 1/ 49

[6] Lihat kitab Muhadharah Fin Nasraniyah: Tabhatsu Fi Adwar Allati Amrat Alaiha Aqaid Nashara Wa Fi Kutubihim Wa Fi Majami’ihim Al-Muqaddas Wa Firaqihim oleh Muhammad Abu Zahrah: 165-167

[7]  adalah satu kota yang terletak antara Syam dan Mosul, dalam bahasa Romawi disebut Adasa, dibangun oleh Salotes tahun ke-enam setelah kematian Iskandar. Lihat Mu’jam Buldan oleh Yaqut Al-Himawi: 1/ 127-128, 3/ 106-107

[8] Zainun seorang kaisar Inggris (426-491 M) memimpin dari tahun 474 sampai ia wafat, pada masanya terjadi banyak kegoncangan dan reformasi karena fitnah agama, lihat Funk And Wagnalls New Encyclopedia.- 27 Vols.- New York: Funk And Wagnalls, 1975.-   25

[9] Barsuma (tahun 420-495 M) seorang penulis yang ikut Nasturiyah, tahun 450 ia diangkat menjadi ketua, sekolah Riha diserahkan padanya. Lihat Al-Munjid Fil Alam, dalam hal ini saya berpegang pada kamus Al-Munjid karena ia menampilkan banyak sekali pengetahun, berbeda dengan sumber Nasrani, lihat kitab An-Naaz’ah An-Nasraniyah Fi Qamus Al-Munjid oleh Ibrahim Iwadh: 15

[10] Salah satu kota dari negeri Jazirah, Yaqut meriwayatkan dari Rasulullah saw yang di dalamnya Nabi saw berdoa untuk  menaklukkan dan menjadikannya berkah bagi kaum muslimin. Dan negeri ini telah ditaklaukkan oleh panglima muslim Iyadh Bin Ghunam ra. Sekolahnya terkenal dengan nama Siryaniyah. Lihat Mu’jam Al-Buldan: 5/ 288-289

[11] Ismail Muzhir berkata: Mereka tidak hanya menyebarkan ajaran kristen saja, tetapi mereka juga menyebarkan ajaran khusus tentang tabiat Al-Masih, mereka menggunakan pemikiran dan pendirian Filsafat Yunani, sehingag setiap penginjil adalah Nasturi yang mengajarkan Filsafat Yunani, sebagaimana ia menyebarkan agama Al-Masih, lihat kitab Tarikh Tatwir Al-Fikru Al-Arabi Bit-Tarjamah Wan-Naql Min At-Tsaqafah Yunaniyah: 141-149

[12] Andrew Naton, Idgar Wendi dan Karl Gustaf Yohan dalam buku al-Ushul al-Watsaniyah lil Masihiyah yang diterjemahkan oleh Samirah Azmi az-Zain dan lihat juga al-Ushul al-Watsaniyah lin Nasraniyah oleh Muhamamd Thahir at-Tunair dan kitab Al-Aqaid Al-Watsaniyah Fi Diyanah An-Nasraniyah yang dikoreksi oleh Muhammad bin Ibrahim as-Syaibani.

[13] Untuk lebih mengetahui sepak terjang Paulus dalam agama Nasrani lihat buku Bulis wa Tahrif al-Masihiyah yang telah diterjemahkan oleh  Samirah Azmi az-Zain

[14] Informasi tentang Paulus saling kontradiktif, ada yang mengatakan bahwa ia dilahirkan di Tharsus salah satu kota di Asia kecil, ia adalah orang Israil dari keturunan Ibrahim as dari keturunan  Benyamin. Ada juga yang mengira bahwa ia adalah orang Paris, ada yang menyebutkan ia berguru dengan Al-Hakham Ghamalail di Academia, ia menyerang atas perintah Kaisar, ia masuk rumah, meggelandang laki-laki dan para wanita lalu memasukkan mereka ke penjara, diceritakan tentang kepindahannya dari Yahudi ke Nasrani adalah sebagai berikut: ketika ia pergi ke Damsyiq dengan seorang penguasa dengan membawa wasiat dari pemimpin Yahudi, di pertenghahan hari aku melihat cahaya di jalan, wahai Raja, ada cahaya dari langit yang lebih terang dari cahaya matahari telah muncul di sekitarku, dan ketika aku jatuh ke tanah aku mendengar suara yang berbicara denganku dengan bahasa Ibrani: Syawil, Syawil kenapa engkau menyiksaku? Lalu aku berkata: siapakah engkau wahai tuan? Ia menjawab aku adalah orang yang telah engkau siksa, akan tetapi tetaplah engkau berdiri di atas kakimu, karena aku telah memilihmu untuk menjadi pembantu dan saksi atas apa yang aku lihat dan agar engkau membebaskan bangsa dan umat yang aku utus agr engkau membuka mata mereka agar mereka kembali dari kegelapan kepada cahaya dan dari kekuasaan Syaithan kepda kekuasaan Allah hingga mereka mendapatkan iman, dosa mereka terampuni dan mereka akan tinggal bersama dengan orang-orang yang suci. Lihat Bulis wa Tahrif al-Masihiyah: 42

[15] Yahuza Al-Askharyuthi Ala As-Salab oleh Muhammad Amrikan hal: 303

[16] Al-Ya’aqibah disandarkan kepada Ya’qub ar-Rahawi seorang pendeta di Konstantinopel. Ibnu Hazm berkata: “Mereka adalah kelompok yang menghilangkan fungsi akal dan perasaan, sempurna kebuasaanya.” dan mereka mengatakan: “Bahwa masih adalah Allah dan Allah swt dengan kekufuran mereka yang paling besar telah mati dan disalib dan dunia hanya tersisa 3: pertama, hari tanpa pengatur, bintang tanpa pengatur ia akan hilkang lalu muncul sebagaimana semula, kedua Allah akan tercipta kembali. Ketiga bahwa Allah berada di perut Maryam yang didalamnya terdapat juga amalan manusia, semua binatang dan para raja manusia dan hewan.” Kitab Al-Milal Wan Nihal oleh Ibnu Hazm hal 49

[17] Masih terjadi perdebatan di antara kelompk Nasrani tentang Tabiat Al-Masih antara ia itu manusia atau tuhan atau terkumpul antara Lahutiyah dan Nasutiyah. Allah swt  telah berfirman tentang keadaan Isa as:

{وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عيسى بن مريم أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّي إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ}. سورة المائدة الآية 116.

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (QS. Al-Maidah: 116).

[18] Namanya adalah Asmah ia dimasukkan dalam sahabat ra, dan ada yang mengatakan masuk di kalangan tabi’in  karena ia mengenal para sahabat. Wafat ketika Nabi saw masih hidup dan Nabi saw menshalatkannya. Lihat Siyar ‘Alam Nubala’: !/ 428-443

[19] Kisah penyambutan Najasyi kepada orang Islam, usaha Qurais ketika itu serta hujah dan debat tentang tabiat al-masih adalah kisah panjang yang telah disebutkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Hisyam dalam sirahnya dan Al-Haistami dalam Al-Majma’ dan juga dalam Siyar ‘Alam Nubala

[20] Tahzib Sirah Ibnu Hisyam oleh Abdus Salam Harun hal: 375-378

[21] Namanya Khalid Bin Zaid Bin Kulaib Bin Tsa’labah Abdullah Ibnu Auf Bin Ghanm. Pernah ikut Aqabah, Badar, Uhud, Khandaq dan semua peperangan bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ikut perang melawan Romawi bersama Yazid bin Muawiyah, wafat di Konstantinopel tahun 51. Lihat Usudul Ghabah: 5/ 25-26

[22] Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa mereka berjumlah 60 orang, di antara mereka terdapat 24 orang dari kalangan terhormat dan 3 orang pemimpin mereka. Aqib adalah pemimpin kaum dan dalam musyawarah dan namanya adalah Abdul MasihAs-Sayid adalah pelindung mereka namanya Al-Aiham dan Alqamah adalah pendeta, imam dan pemilik sekolah mereka. Lihat Mukhtashar Siratur Rasul oleh Syaikh Abdul Wahab hal: 422-429

[23] Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Jarir: Pembesar Romawi memberi  3 syarat kepada orang islam, ia masuk melaui pintu dimana Nabi masuk ketika Isra’, ada yang mengatakan bahwa ia bertalbiyah ketika masuk dan melakukan shala tahiyatul masjid di Mihrab Daud dan ia shalat bersama orang islam pada waktu sore pada rakaat pertama ia mambaca Surat Shad dan di rakaat kedua membaca Surat Al-Isra’ kemudian ia pergi ke Shahkhrah yang ditunjukkan oleh Ka’ab al-Ahbar dan Ka’ab memberitahu agar menjadikan masjid dari belakangnya, lalu di bangunlah masjid di depan Baitul Maqdis, masjid yang sekarang bernama Masjid Umar, lalu ia dan orang islam memindahkan tanah dari Sakhrah dan sisanya oleh penduduk Urdun. Orang romawi menjadikan Sakhrah tempat sampah karena ia adalah Kiblat Yahudi sampai menjadi tempat membuang sisa haid seorang perempuan. Hal ini sebagai akibat dari perlakuan Yahudi kepada Al-Qimamah yaitu suatu tempat yang dijadikan tempat menyalib dan dilempar ke kuburan Qimamah, oleh karena itu tempat ini disebut Al-Qimamah, dan nama ini juga diperuntukkan kekaisaran yang dibangun orang Nasrani di sana. Lihat Al-Bidayah Wan Nihayah: 4/57

[24] Al-Masihiyah Wal Islam Fi Mishr Wa Dirasat Ukhra oleh Walim Sulaiman Qiladah hal: 235-243

[25] Lihat bab ke-5 dari kitab Tarikh Ahlu Zimmah Fil Iraq oleh Taufiq Sulthan Yuzbaki hal: 361-447

[26] Lihat pasal: Eropa Antara Abbasi Di Bagdad Dan Umawi Di Andalus dari kitab As-Sura’ Bainal Arab Wa Uruba Min Duhuril Islam Ila Intihai Al-Hurub As-Salibiyah: 145-154 oleh Abdul Azim Ramdhun

[27] Madkhal ila Tarikh Harakah Tanshir oleh Mamduh Husain hal: 21-30

[28] Perang salib dimulai pada bulan Rabiut Tsani tahun 491 H (Maret, 1098 M) dan berakhir pada bulan Sya’ban tahun 690 H (Agustus, 1291 M). lihat Al-Harakah Salibiyah oleh Abdul Fatah ‘Ashur.

[29] Di antara kitab-kitab warisan islam yang membahas Nasrani adalah Al-Muntakhab Al-Jalil Min Takhjil Min Harfil Injil oleh Abu Fadhl Al-Maliki Al-Mas’udi, Jawabaul Qadhi Al-Nahi Ala Risalah Rahib Min Faransa Ila Al-Muqtadir Billah Sahib Sarqasthah oleh Al-Walid Sulaiman Bin Khalaf Al-Qadhi Al-Baji yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Daru Ta’arudh Al-Aql Wan Naql oleh Ibnnu Taimiyah yang ditahqiq oleh Muhammad Rasad Salim dan kitab beliau juga Al-Jawab As-Sahih Liman Badala Din Al-MasihAl-Mukhtar Fir Raddi Ala An-Nashara oleh Amru Bin Bahr Al-Jahidz yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Sifaul Ghalil Fir Raddi Ala Man Badala At-Taurat Wal Injil oleh Abul Ma’ali Al-Juwaini, Al-Milal Wan Nihal oleh As-Sahrastani, Al-Fasl Fil Milal Wan Nihal oleh Ibnu Hazm, Maqati’ Hamat As-Salban Wa Marati’ Raudhat Ahlul Iman oleh Abu Ubaidah Al-Jazarji yang ditahqiq oleh Muhammad Syamah, Hidayatul Hayari Fi Ajwibah Al-Yahud Wan Nashara oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, An-Nasiha Imaniyah Fi Fadhihah Al-Milah An-Nasraniyah oleh Nasr Bin Yahya Bin Isa Al-Mutathabbib yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Tuhfatul Arib Fir Raddi Ala Ahlu Salib oleh Abdullah At-Turjuman Al-Mairuqi yang ditahqiq dan di ta’liq oleh Umar Afiq Ad-Da’iwaq, Al-Aqaid Al-Watsaniyah Fid Diyanah An-Nasraniyah oleh Muhammad Thahir At-Tinyar, Ar-Raddul Jamil Liilahiyati Isa Bisharihil Injil oleh Abu Muhamad Al-Ghazali yang ditahqiq oleh Muhamad Abdullah As-Sarqawi.

[30] Abdul Azim Ramdhun mengatakan: “Dengan berakhirnya perang salib berakhirlah perseteruan antara Arab dan Eropa dan akan bermula lembaran yang lain, karena pemikiran salibiyah tidak akan berakhir dan pada abad ke-14 ia kembali dibawa oleh para pemimpin peneliti geografi, dan para utusan perdagangan seperti Fascodagama, Kibrel, Almaida dan Diyaz dan akan terus berlanjut sampai masa modern sehingga pemikiran komunis masuk dalam pemikiran salib dan orang Komunis Eropa menjadi Sallibis Eropa.” Lihat As-Sura’ Bainal Arabwa Uruba Min Zuhuril Islam Ila Intihail Hurub As-Salibiyah: 529

[31] Al-Jughrafiyun War Rihlah Al-Muslimun Fi Bilad As-Syam Zaman Al-Hurub As-Salibiyah: 253-254

[32] Lihat Haqiqatut Tabsyir Bainal Madhi Wal Hadhir oleh Ahmad Abdul Wahab: 162

[33] Pemimpin Misionaris di daerah Arab, lahir tahun 1867 dan wafat tahun 1952 dan menjadi kepala Orientalis di Timur Tengah, menjadi pimpinan Majalah Al-Alam Al-Islami, ia memiliki hubungan erat antar islam dan nasrani, lihat kitab Al-Mustasriqin: 3/138

[34] Salah seorng Profesor di perkumpulan Islam di Perancis dan salah seorang Misionaris, pemimpin Majalah Al-Alam Al-Islami Perancis. Lihat biografi lengkapnya pada buku Al-Gharah Alal Islami: 5

[35] Lihat surat tersebut di dalam kitab Al-Gharah Ala Al-Alam Al-Islami: 5

[36] Lihat At-Taghrib: Taufan Minal Gharb oleh Ahmad Abdul Wahab

[37] Saya pernah bertemu dengan seorang Baba Amerika yang masuk Islam, saya bertanya padanya tentang sebab masuknya ia pada islam, ia mengatakan bahwa sebelumnya ia adalah seorang misionaris di india, lalu pada suatu desa ia melihat manusia berkumpul, saya bertanya pada seorang pemuda yang mampu berbahasa inggris, apa yang mereka lakukan, ia menjawab, mereka sedang berdoa pada Allah, hari ini hari raya kami, lalu ia juga bertanya pada seseoang yang jika ia ruku’ yang lain ruku’ dan jika ia sujud yang lain ikut sujud, lalu saya berfikir tentang kumpulan ini, saya baca buku-buku tentang islam dan saya mendapat hidayah, lalu saya mengganti apa yang telah saya lakukan dahulu dengan menjadi penyeru islam dan mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan di Almania dalam satu muktamar saya bertemu dengan seseorang yang masuk Islam ia mengatakan bahwa sebelumnya ia akan diangkat menjadi Pastur karena semua keluarganya adalah Pastur, lalu ia bergaul dengan bebberapa orang islam sampai ada di antara mereka yang memberi terjemah al-Quran, ia membacanya lalu ia masuk islam. Contoh yang lain akan banyak kita dapatkan dari negeri islam dan juga di negeri ini sebagai sumber dakwah

[38] Lihat Wasail Tabshir Wa Alyat A’maluhu Fil Bilad Islamiyah oleh Aminah Muhammad Nashir

[39] Brian R. Hoare. ed, Methods of Mission.- Lake Junaluska, N. K.: The   World  Methodist Council, 1979.-  97 p

[40] David B. Barrrett and James W. Reapsome. Seven Hundred Plans To Evangelize The World: The Rise Of A Global Evangelzaiton Movement.- Birmingham: Foreign Mission Board of the Southern Baptist Convetion, 1988.- 123 p.

[41] Edward R. Daton and David A. Fraser. Planning Strategies for World Evangelization.- Grand Rapids: William B. Eerdmans, 1990.- 350 p. dan ENCYCLOPEDIA OF MISSIONS.- LONDON: , 1906.

[42] Gerald H. Anderson, James M. Phillips, and Robert T. Coote. eds., Mission  in the Nineteen 90s.- Grand Rapids: William B. Eerdmans,1991.- 82 p.

[43] Tim Matheny. Reaching The Arabs: A Felt Need Approach.- Pasadena: William carey Library, 1981.- 247 p.

[44] William J. Dancer and Wi Jo Kang. ed. The Future Of The Christian World  Mission: Studies In Honor Of R. Pierce Beaver.- Grand Rapids: B. Eerdmans, 1971.- 181 p

[45] Dorothy F. Van Ess. Pioneers in the Arab World.- Grand Rapids: Wm. B. Eeerdmans,1974.- 188 p.

[46] Lihat kitab Al-Gharah Ala Alam Al-Islami, ibid

[47] Lihat Qadhiyah Ar-Riddah Fil Fikri Islami oleh Amal Qarami

[48] David Lifajinsten (1813-1873) seorang peneliti, dokter dan misionari, menyukai missi setelah masuk universitas nasrani London tahun 1838 dan melakukan penelitian misionaris tahun 1840 ia bertemu dengan Satalini dan ia menjadi pembantunya dalam melakukan penelitian misionari, untuk lebih jelas lihat: FUNK AND WAGNALLS NEW ENCYCLOPEDIA.- ibid.- 15/246-247.

[49] Satalini (1841-1904 M) seorang peneliti Inggirs Amerika, melakukan misionaris di Afrika Tengah dan menulis hasil kerjanya ketika di Afrika beberapa buku seperti: Content Through The Dark, The Darkest Africa. Lihat FUNK AND WAGNALLS .NEW ENCYCLOPEDIA.- ibid. 22/186-187.

[50] Lihat Lamahat Tarikhiyah Min Intisaril Islam Fi Uganda oleh Ibrahin Zain Saghirun

[51] Lihat Al-Alaqat Al-Islamiyah Fi Afriqa oleh Marwan Muhammad

[52] Abdul Aziz al-Kahlut menyebutkan bahwa ada sebagian orang sakit yang masuk rumah sakit kristen atau lainnya mengaku bahwa yang bisa menyembuhkan adalah Al-Masih, lihat bukunya At-Tanshir Wal Isti’mar  Fi Afriqa As-Sauda’: 88

[53] Lihat Juzurul Bala’: 275-276 berkenaan tentang perkataan Zemwer dalam salah satu Muktamardi Al-Quds tahun 1935 M

[54] Lihat Az-Zuhuf Ila Makkah: Haqaiq Wa Watsaiq An Muamirah At-Tanshir Fil Alam Al-Islami: 83

[55] Qasim Amin (1865-1908 M) berasal dari Kurdi, belajar undang-undangdi al-Azhar dan di Perancis

[56] Lihat Rahalat Al-Irsaliyah Al-Amrikiyah Fi Muduni Al-Khlalij Wal Jazirah Al-Arabiyah: 1901-1926 M

[57] Lihat Qadhiyah Riddah Fil Fikri Islami Al-Hadits oleh Amil Qarami: 49

[58] Lihat Juzurul Bala’: 228 oleh Abdullah At-Tal dimana penulis menyebutkan bahwa Zwemmer baru diketahui keyahudiannya ketika ia akan meninggal dan ketika terjadi perang di al-Quds Gereja dan yayasan misionaris selalu menyembunyikan hal ini sehingga misionaris melakukan rencana Yahudi yang hina untuk menyebarkan fitnah dan kebencian antara Islam dan Mashihiyah.

[59] Lihat Qadhiyah Riddah Fil Fikri Islami Al-Hadits oleh Amil Qarami: 49

[60] Lihat At-Tanshir Wal Isti’mar Fi Afriqa As-Sauda’: 65-72 oleh Abdul Aziz Al-Kahlut

[61] Lihat Ali’lam Al-Gharbi Wal Muamirah Ala Islam Fi Afriqa: 163-200

[62] Lihat al-gharah ala ‘alam al-islami oleh prof. satalih: 92

Satu pemikiran pada “Kristenisasi: Definisi, Tujuan, Wasilah dan Cara Menghadapinya”

Tinggalkan komentar